* Sekjen PDI Perjuangan
Mega Dirongrong untuk Digulingkan

Magelang, Bernas
Lawan-lawan politik Megawati Soekarnoputri telah berusaha dengan berbagai cara melakukan rongrongan, akal dan isu untuk menjatuhkannya dari kursi kepresidenan. Berbagai aksi demo yang muncul dan memintanya turun dari jabatan Presiden juga telah dilakukan, dengan alasan Megawati gagal memimpin negeri ini.
"Mereka itu berusaha menjegal Megawati agar tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden. Salah satu dengan cara menyebar isu seolah-olah Mbak Mega gagal memimpin negeri kita ini," ungkap Sekjen PDI Perjuangan Ir Soetjipto di hadapan kader dan simpatisan yang datang ke Alun-alun Kota Magelang, Jumat (28/3) malam.
Sebenarnya, ungkap Soetjipto, setelah Megawati memimpin negara ini, kondisi negeri ini sudah mulai tertata, perekonomian sudah mulai bisa ditata dan sekarang menunjukan kondisi yang membaik. Bahkan untuk masalah Aceh, Ambon dan Poso sudah mulai teratasi dan kondisinya sudah tenang.
"Melihat kondisi tersebut, membuktikan bahwa kondisi negara setelah dipimpin Megawati sudah mulai berangsur-angsur membaik. Hanya saja keberhasilan yang dicapai itu jangan sekali diberitakan, justru yang jelek-jelak saja yang menjadi berita," ujarnya.
Menyinggung tentang adanya debat terbuka bagi calon presi- den, kata Soetjipto, Megawati Soekarnoputri menantang para lawan politiknya untuk bermain secara jantan lewat Pemilu mendatang yang santun, jujur dan tidak anarkis.
Kalau selama ini Mega tidak melayani debat terhadap mereka, karena Indonesia memiliki cara sendiri dalam menilai pemimpinnya. "Mbak Mega tidak mau melayani debat calon presiden, karena yang dihadapi adalah calon presiden yang diambil dari pinggir pasar. Mereka banyak ngomong, yang akhirnya hanya jadi Durna," ujar Soe- tjipto yang disambut tepukan pada kader PDI Perjuangan. (rif)