Senin, 23 April 2001


BERITA UTAMA

Hari Bumi, Rektor Jalan Kaki

MESINNYA dimatikan, Pak.
Lho, terus saya?
Kalau Bapak mau, silakan Bapak jalan kaki dan mobilnya diparkir di sini atau kita dorong---

Karyawan Telkom DIY akan Nglurug ke Jakarta

Jakarta, Bernas--- Mendahului massa pro Gus Dur, sekitar tiga ribu massa yang tergabung dalam Serikat Karyawan PT Telkom Tbk (Sekar Telkom) akan melakukan demo besar di Jakarta pada 24-26 April 2001. Mereka yang datang dari Jatim, Jateng, DIY, Jabar, dan DKI Jaya akan mendatangi Kantor Menko Perekonomian, Depkeu, dan Dephub dengan tuntutan menolak penjualan aset Telkom Divre IV Jateng-DIY ke PT Indosat Tbk.--

Ryaas Rasyid Cemaskan Otda

Depok, Bernas---- Bekas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Prof Dr Ryaas Rasyid menengarai munculnya gejala menarik kembali kewenangan daerah mengatur daerahnya sendiri, yang sebenarnya menjadi hak daerah sebagai konsekuensi diberlakukannya otonomi daerah mulai 1 Januari 2001. ---

Bocah Cilik pun Peduli Bumi

Gondomanan, Bernas--- Bermacam kegiatan dilaksanakan oleh beberapa kelompok masyarakat di Yogya dalam rangka memperingati Hari Bumi, Minggu (22/4). Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Mahapala (Mahasiswa Pencinta alam) Universitas Wangsa Manggala, Teater Senthir, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wangsa Manggala melakukan aksi jalan kaki dan happening art berjalan beriringan dari Perempatan Tugu hingga ke perempatan Kantor Pos Besar melewati Malioboro yang berjarak lebih kurang 3 km.--

PDI-P: Mega Jangan Dicurangi Lagi

Depok, Bernas--- Belajar dari pengalaman sebelumnya, PDI-P mengingatkan kepada pada politisi -- khususnya dari poros tengah -- agar tidak lagi mencurangi Megawati, jika konstitusi dan MPR akhirnya memutuskan Mega menjadi presiden. Jika Mega dicurangi, kata dia, maka rakyat akan marah. Seruan itu disampaikan oleh pentolan senior PDI-P yang juga Wakil Ketua DPR, Soetardjo Soerjogoeritno. "Kalau nanti mereka berbuat curang, biar hukum yang akan menyelesaikan, dan rakyat akan menghakimi mereka. Rakyat akan marah jika Mega dicurangi" kata Soetardjo kepada wartawan di sela-sela acara pembekalan kader-kader PDI-P Jateng-DIY di Hotel Radisson Jalan Gejayan Yogyakarta, Minggu (22/4).--


METRO YOGYAKARTA

Yogya Peringkat II Peredaran Napza

Banguntapan, Bernas--- DIY saat ini menempati peringkat kedua dalam peredaran dan penggunaan Napza setelah Jakarta. Mahasiswa pendatang menjadi konsumen narkoba yang baik sehingga pasar narkoba berkembang pesat di Yogya. Anak yang menjadi pecandu mulanya dari coba-coba dan ikut-ikutan teman. Mayoritas pecandu umumnya laki-laki dengan perbandingan 1:10 dengan perempuan.---

Pencopet Nekad Keroyok Korban

Gondomanan, Bernas--- Aksi pencopet di bus kota jalur 4 dan di Jalan Malioboro, semakin nekad dan berani. Bahkan, Minggu (22/4) siang mereka berani mengeroyok korbannya di depan puluhan penumpang bus kota Jalur 4 saat melintas di Jalan Suryotomo, Gondomanan, Yogya.--


SEPUTAR YOGYAKARTA

LPJ Diterima dengan Voting, FK Tetap Menolak

Wates, Bernas--- Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati Kulonprogo yang sebelumnya santer diisukan bakal ditolak, akhirnya diterima anggota DPRD Kulonprogo melalui voting dalam rapat paripurna, Jumat (20/4) kemarin di gedung dewan se- tempat. Meski begitu, Fraksi Kesatuan (FK) tetap tidak bergeming dan menolak LPJ Bupati.--

Kejari Bakar Barang Bukti Narkoba

Sleman, Bernas--- Ratusan pil ectasy, putauw dan ganja yang merupakan barang bukti dari sidang pidana khusus dan pidana umum, Sabtu (21/4) dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) di halaman kantor Kejari, Jalan Parasamya, Tridadi, Sleman dengan cara dibakar. Pemusnahan dipimpin Kepala Kejari Sleman Dasnir SH, dan disaksikan petugas Balai POM DIY, Polres Sleman, Pengadilan Negeri (PN) Sleman, serta unsur DPRD.---

Belum Ada Jaminan Tatib Diubah

Wates, Bernas--- Acara open house yang digelar DPRD Kulonprogo Sabtu (21/4), berlangsung seru. Acara yang sedianya digelar untuk mencari masukan dari masyarakat berkaitan dengan agenda pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo itu berubah jadi ajang adu argumentasi antara komponen masyarakat dengan panitia pemilihan.---


PELAYANAN KOTA

Universitas Sanata Dharma

Padukan Keunggulan Akademik dan Nilai Humanistik

UNIVERSITAS Sanata Dharma (USD) Yogyakarta didirikan dengan visi meningkatkan martabat manusia dan warisan budayanya melalui penelitian, pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan memadukan keunggulan akademik dan nilai humanistik yang berlandas nilai kristiani universal, diharapkan lulusan USD memiliki kemampuan akademik dan mampu menjawab tantangan globalisasi mendatang. Demikian diungkapkan Rektor USD M Sastrapratedja SJ kepada Bernas di ruang kerjanya pekan lalu.---

Edarkan Bebas Obat Daftar G Diseret ke Pengadilan

Balai POM DIY Lakukan Operasi Pasar

Umbulharjo, Bernas--- Sudah lama diketahui bahwa banyak obat daftar G beredar di pasaran bebas. Bahkan untuk mendapatkan obat-obatan tersebut, misalnya Neuralgin dan Ponstan, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkannya di warung terdekat. Belum lama ini, tercatat ada dua kasus penjualan obat tersebut diajukan ke pengadilan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) DIY. ---


BISNIS

Harga Bumbu Masak Ikut Naik

Gondomanan, Bernas--- Merosotnya nilai tukar rupiah mendorong meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk harga bumbu masak pun ikutan naik. ---

Turis Amerika pun Tertarik PTB

PASAR Tiban Bernas (PTB) yang biasa digelar setiap Minggu di halaman Kantor Harian Bernas Jalan Jenderal Sudirman 52 Yogyakarta, tidak hanya menarik pengunjung warga lokal saja, tapi turis asing pun tampak tertarik. Seperti pada Minggu (22/4) kemarin, seorang turis asal Amerika tampak serius mencari mobil yang sesuai dengan keinginannya. Dari mulai mobil yang berada di pinggir Jalan Jenderal Sudirman hingga mobil-mobil yang diparkir di halaman Kantor Bernas.

"Belum, belum ada coc ---


MAGELANG PLUS

Gara-Gara PT SGF, Gubernur Dipanggil ke Pusat

Kendal, Bernas--- Gara-gara demo karyawan dan warga desa Bangunsari Kecamatan Patebon yang memprotes PT Senfer General Foods (SGF) Patebon, Gubernur Jawa Tengah, sempat dipanggil ke pusat untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Demikian halnya Bupati Kendal, Hendy Boedoro SH, juga dipanggil Gubernur untuk keperluan yang sama. ---

Pos Bantuan SD untuk Ebtanas SMU

Kota Mungkid, Bernas--- Banyaknya anak putus sekolah karena alasan tidak mampu membayar biaya Ebtanas menjadi keprihatinan cukup besar di Kabupaten Magelang selama ini. Namun mulai tahun ajaran 2001 ini diharapkan tidak ada lagi siswa --terutama SD dan SLTP-- yang tidak diperbolehkan mengikuti Ebtanas dengan alasan tidak mempunyai biaya, karena pemerintah telah menghapus biaya Ebtanas ---

Pak Guru Dilaporkan Cabuli 30 Murid

Kebumen, Bernas---- Sebanyak 40 siswi sebuah sekolah swasta setingkat SLTP di Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, Kebumen mengaku menjadi korban tindakan tak terpuji guru mereka, TA (56). Dengan alasan akan menurunkan "daya linuwih" agar muridnya menjadi lebih pintar, TA menjamah tubuh muridnya secara tidak senonoh. ---