Rabu, 25 April 2001


BERITA UTAMA

Arus Bawah PDI-P dan Format Gelar Aksi Lagi

Labuh Wayang Celeng di Pantai Congot

Temon, Bernas--- Massa arus bawah PDI Perjuangan dan Forum Aksi Rakyat Mataram (Format) kembali menggelar aksi ritual sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Kali ini aksi itu berupa labuhan di Pantai Congot Kulonprogo. Aksi yang digelar Selasa (24/4) dini hari itu diikuti sekitar 500 orang. Aksi juga diikuti Banser NU DIY, Barisan Shiraatal Musthaqiem (BSM), dan Forum Persaudaraan Umat Beriman. Sebelumnya, mereka telah melakukan ritual mubeng beteng tapa bisu di Yogyakarta, Kamis (19/4) malam---

Istighotsah Takkan Diisi Orasi Provokasi

* KH Hasyim Muzadi Datangi Pondok Krapyak

Sewon, Bernas--- Istighotsah warga nahdliyyin tanggal 29 April di Jakarta, diantisipasi serius oleh PBNU, agar tidak menimbulkan ekses-ekses negatif. Untuk keperluan tersebut, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi mengadakan pertemuan dengan sejumlah ulama, terutama di Jawa. Pertemuan dengan ulama NU DIY dilakukan Senin (23/4), pukul 18.30 -23.00 di Pondok Pesantren Komplek Q Krapyak, Bantul nasional.--

Sekar Telkom Temui Sultan, Akbar dan Agum

Danurejan, Bernas--- Serikat Karyawan (Sekar) Divre IV PT Telkom wilayah Jateng-DIY terus beraksi memprotes penjualan aset PT Telkom ke PT Indosat. Selasa (24/4) kemarin, setidaknya tercatat tiga aksi mereka di tempat berbeda. Di Yogya, wakil mereka mengadukan masalah itu kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Di Jakarta, Sekar Telkom menemui Ketua DPR RI Akbar Tandjung. Pada hari yang sama, mereka juga menemui Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi Agum Gumelar. ---

Puluhan Mobil Curian Disita

Gondomanan, Bernas--- Sebanyak 33 buah mobil berbagai jenis dan merek yang diduga hasil pencurian sindikat di Jakarta, disita Tim Gabungan Polda Metro Jaya Jakarta, Polres Jakarta Barat dan Poltabes Yogyakarta dari sebuah ruang pamer (show room) mobil Sumber Baru Junior Jalan Magelang, Yogya. Penyitaan dilakukan sejak Senin (23/4) hingga Selasa (24/4) siang.--


METRO YOGYAKARTA

Pencuri Gondol Ratusan Pakaian

Kerugian Sekitar Rp 48,575 Juta

Gedongtengen, Bernas--- Toko Gladia Busana di Jalan Pasar Kembang 81-82, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogya, Selasa (24/4) dini hari sekitar pukul 02.30 disatroni pencuri. Pencuri yang diperkirakan lebih dari tiga orang dan mengendarai mobil ini berhasil menggondol ratusan celana, puluhan jaket, kaos, topi dan sweater berbagai merek senilai sekitar Rp 48,575 juta.---

Perlu Kebersamaan di Malioboro

SOSOKNYA yang selalu sederhana mencerminkan keinginannya yang terus berupaya menciptakan suatu ketertarikan bagi setiap orang, termasuk dalam menjaga kawasannya yang merupakan pusat perekonomian di Yogya. Itulah sikap dominan dari seorang Suryadi Suryadinata, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Paguyuban Pen- gusaha Malioboro (PPM).--


SEPUTAR YOGYAKARTA

Warga Sendangsari Datangi Polres

*Minta 4 Warga yang Ditahan Dibebaskan

Sleman, Bernas--- Sekitar 20 orang warga Desa Sendangsari, Minggir, Sleman, Selasa (24/4) siang mendatangi Polres Sleman meminta empat rekannya yang kini ditahan di Polres Sleman dibebaskan. Ke4 warga Sendangsari itu ditahan karena terlibat perusakan kantor Desa Sendangsari, Minggu (15/4) lalu---

Proyek PPK di Rongkop Tidak Amburadul

Danurejan, Bernas--- Konsultan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Provinsi DIY, Yonathan Dwidjo Purwanto menegaskan bahwa proyek PPK di Rongkop tidak amburadul. Menurutnya nilai 55 drum aspal sebesar Rp 18 juta yang diduga diselewengkan dalam proyek PPK di Desa Boto- dayakan hanyalah 12,81 persen dari nominal usulan desa tersebut dan 'hanya' 1,8 persen dari nominal dana PPK yang ada di Keca- matan Rongkop, sehingga Yonathan Dwidjo Purwanto menolak judul "Proyek PPK di Rongkop Amburadul".---

FKB Berniat Usulkan Pleno

*Untuk Bahas Perubahan Tatib

Wates, Bernas--- Kemungkinan dilakukan perubahan tata tertib pemilihan bupati dan wakil bupati Kulonprogo mulai terbuka. Peluang itu muncul setelah 4 anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kulonprogo berniat mengajukan usulan diselengga- rakannya pleno membahas masalah ini. Niat tersebut muncul sebagai respon dari maraknya desakan unsur masyarakat seperti yang tercermin saat open house lalu..---


PELAYANAN KOTA

Pendaftaran Haji Mulai Mei

Umbulharjo, Bernas--- Kendati besar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2002 (1402 H) ditentukan, mulai Mei 2001 pemerintah akan membuka pendaftaran sistem tabungan haji. Para calon haji (calhaj) harus menyetor uang minimal Rp 20 juta ke bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPS BPIH) yang ditunjuk.---

Walikota: Anggaran Dinas Rp 2,7 M Wajar

Umbulharjo,Bernas--- Walikota Yogyakarta HR Widagdo mengatakan, anggaran dinas sebesar Rp 2,7 miliar yang tercantum dalam APBD Kota Yogyakarta merupakan anggaran yang sangat wajar dan tidak terlalu besar. Sebab, anggaran itu merupakan anggaran total dari sejumlah dinas yang ada di Kota Yogya, ditambah dengan anggaran perjalanan dinas Dewan Kota.---

Jalan Solo Direncanakan Dua Arah

DLLAJ Kaji Ulang Lalin Kota

Umbulharjo,Bernas--- Kepala DLLAJ Kota Yogyakarta Ir Widiastjarjo mengatakan, saat ini sudah saatnya dilakukan pengkajian ulang terhadap manajemen lalu lintas (lalin) di Kota Yogyakarta. Sebab, pihaknya melihat akhir-akhir ini ada kecenderungan dari pemakai jalan untuk menghindari traffic light, sehingga akhirnya justru mengakibatkan kemacetan ditempat lain. ---


HIBURAN

Camping Boedaya Jadikan Alam Inspirasi Berteater

Gondokusuman, Bernas--- Teater Lobby-Dua STPMD "APMD" Yogyakarta menggelar acara Camping Boedaya II, 28-29 April mendatang di Wanagama, Gading, Gunungkidul. Acara yang digelar di alam terbuka ini, menjadi ajang penggalian inspirasi untuk memperkaya akuntabilitas seni para anggotanya. Kegiatan ini untuk mendekatkan komunitas Teater Lobby-Dua pada alam, sehingga tergali insiprasi berkesenian, khususnya teater. ---

Heterogenitas Konvensional 8 Perupa

Mergangsan, Bernas--- Delapan perupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogya, April- ia, Nining, Hairudin, Budi Sunarto dan Edi Budiman menggelar karya-karyanya di Balai Persatuan UST Jalan Tamansiswa 25, Yogya, mulai Senin (23/4) hingga 25 April. Masing-masing menampilkan ciri karyanya. Hingga pameran itu tampak heterogen, namun konvensional. ---


BISNIS

UU Pasar Modal Harus Lindungi Investor

Depok, Bernas Perlindungan hukum terhadap investor dan ekonomi nasional khususnya dalam kegiatan jual beli saham, mendesak untuk segera diwujudkan. UU nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal yang ada saat ini, dinilai sudah ketinggalan jaman dan harus segera direvisi. Selain itu, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mestinya betul-betul bersifat netral dan independen. ---

Harga Barang Industri Naik, Pedagang Bingung

Danurejan, Bernas--- Kenaikan harga barang produk industri tidak saja membuat pembeli bingung, tapi para pedagang juga ikut bingung. Pasalnya, dengan naiknya harga barang maka modal yang harus dikeluarkan pun bertambah. Dan pada saat yang sama jumlah pembeli makin sepi sehingga modal tidak segera kembali. ---


MAGELANG PLUS

Tilep Rp 321 Juta, Salesmen Diadili

Semarang, Bernas--- Eriyanto (31) warga Jalan Karanganyar Raya 24 Jakarta, Salesman PT Indonesia Nanya Plastik Corporatin (INNAN) Semarang harus duduk di kursi pesakitan di PN Semarang. Dia didakwa telah menggelapkan uang tagihan perusahaannya Rp 321 juta. ---

LPJ Gubernur Hanya Dagelan

Semarang, Bernas--- Kalangan DPRD Jateng menilai laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Guber- nur Jateng Mardiyanto tahun anggaran 2000 hanya sebuah dagalen saja. Ter- bukti dalam pelaksanaannya, eksekutif dan legislatif tak taat dengan aturan yang berlaku dan semaunya sendiri. ---

Kemelut Pilkada Banjarnegara

Gubernur Diminta Turun Tangan

Magelang, Bernas--- Gubernur Jateng H Mardiyanto diharapkan turun tangan menyelesaikan kemelut paska Pilkada Banjarnegara. Bagaimana pun, Gubernur harus bertanggungjawab terhadap pilkada yang sudah sah secara hukum karena telah memenuhi berbagai peraturan yang ditetapkan sebelumnya. ---

Isu Diskon 50 Persen Bikin Seret Pelunasan KUT

Kota Mungkid, Bernas--- Upaya Bupati Magelang Drs H Hasyim Afandi secara persuasif menagih para penunggak Kredit Usaha Tani (KUT) ternyata belum sepenuhnya efektif. Meski Bupati seminggu sekali secara langsung memanggil penunggak ke kantornya, tunggakan KUT masih tinggi. Kredit macet yang ada mencapai sekitar Rp 42.754.134.466 atau 27,49 persen dari dana tersalur. ---