Dua jam kemudian, tepatnya pukul 10.10 WIB, pesawat yang sama lepas landas (take off) meninggalkan Bandara Adisucipto untuk kembali ke Jakarta dengan mengangkut rombongan yang sama (30 wartawan dan 8 jajaran Direksi Garuda Indonesia).
Itulah penerbangan terakhir pesawat jenis F-28 yang dioperasikan PT Garuda Indonesia. Dan sejak Rabu (25/4) kemarin, PT Garuda Indonesia tidak lagi mengoperasikan pesawat jenis F-28 yang berbadan kecil dengan kapasitas 85 penumpang. Selanjutnya, Garuda Indonesia hanya mengoperasikan pesawat berbadan lebar yang lebih modern dan berusia muda, yakni pesawat jenis B-737-400, B- 737-300 dan B-737-500. Selama ini 5 buah pesawat jenis F-28 melayani pener- bangan domestik, yakni ke Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin dan Solo
Direktur Utama Garuda Indonesia, Abdulgani kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan phase out pesawat F-28 merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk menyederhanakan jenis dan tipe armadanya (fleet plan). Dan selanjutnya Garuda hanya akan mengoperasikan beberapa tipe pesawat berbadan lebar, yakni Boeing dan Airbus sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan kegiatan operasional dan perawatannya.
Garuda Indonesia mulai menggunakan pesawat jenis F-28 sejak tahun 1973. Selama periode 1973 hingga 1984, Garuda mendatangkan 34 pesawat F-28. Keberadaan pesawat F-28 tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan pasar waktu itu. Ketika itu, Garuda mendapat tugas menjadi penghubung antar ibukota provinsi dan kota-kota besar di Indonesia. (phj)