Warga Bingung Sumur Tercemar Oli

Gedongtengen, Bernas
Masyarakat RT 58/RW 18 Kemetiran Kidul, Selasa (24/4) sore geger. Sebab air sumur yang selama ini mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari bercampur dengan oli. Meski kemudian masyarakat berusaha menguras dengan menimba terus, air tetap saja kotor.

Menurut salah seorang saksi yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut, Tri Astuti Muji Rahayu atau yang biasa dipang- gil Mbak Tri, sore itu sekitar pukul 15.00 sehabis hujan deras, seperti biasa ia mengambil air. Namun, betapa kagetnya, setelah mengetahui air yang ditimbanya penuh dengan oli.

"Melihat air sumur kotor penuh oli, saya alok-alok (mem- beritahu) pada tetangga. Kemudian mereka terus berdatangan, dan berusaha mengurasnya," tuturnya.

Salah seorang warga lain, Supriyono mengatakan sumur tersebut adalah sumur umum yang digunakan sekitar 15 kepala keluarga. Saat ini, warga yang biasanya menggunakan sumur ter- sebut menjadi bingung mencari sumur lain.

Padahal, lanjutnya, lokasi sumur lain meski jaraknya dekat, tapi jalan menuju ke sana sangat sempit. "Saya tidak tahu sekarang ini harus bagaimana?" keluhnya.

Sedangkan Gurit Wahyu Windarto dan Andi selaku Ketua RT setempat saat ini sedang mencari solusi terbaik. Meski belum ditemukan solusinya, warga setempat hingga Rabu (25/4) sore terus menguras sumur tersebut dengan menimbanya. Lantaran dikuras dengan timba tidak mampu membersihkan oli, maka jalan satu-satu- nya adalah dikuras dengan pompa diesel.

Salah seorang warga yang keberatan dikutip jatidirinya kepada Bernas mengatakan kejadian ini kemungkinan besar ada unsur kesengajaan. "Rasanya kok ada unsur kesengajaan dari orang yang tidak bertanggung jawab," ucapnya tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci. (cr10)