Kamis, 26 April 2001


BERITA UTAMA

PKL Unjuk Rasa di Dewan Kota

Umbulharjo,Bernas--- Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban "Roso Slamet" Rabu (25/4) unjuk rasa di DPRD Kota Yogya, menuntut peraturan daerah (Perda) tentang penertiban PKL dicabut---

Anggota Dewan Tolak Lencana Emas

Sleman, Bernas---- Setelah di DPRD DIY Syukri Fadholi mengembalikan kelebihan gajinya sebagai anggota dewan karena merasa tak etis, fenomena serupa terjadi di DPRD Sleman. Anggota DPRD Sleman yang mendapat lencana baru terbuat dari emas, banyak yang menolak memakainya. Bahkan, ada anggota dewan yang justru memberikan lencana emas itu kepada masyarakat.--

Akbar Menolak, Mega Belum Diundang

* Soal Dampingi Gus Dur Pidato Perdamaian

Jakarta, Bernas--- Ketua DPR Akbar Tandjung akhirnya menyatakan menolak ajakan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mendampinginya dalam pidato perdamaian di televisi pada Jumat (27/8) malam besok. Namun, Akbar menyatakan bakal mempertimbangkan lagi ajakan itu bila tokoh politik nasional lainnya, selain dia dan Wapres Megawati Soekarnoputri, juga ikut mendampingi. Sementara Megawati ternyata hingga kemarin malah belum menerima undangan untuk mendampingi Gus Dur pidato. ---

Ulama PPP se-Jawa

Gus Dur Kepala Pemerintahan Darurat

Wonosobo, Bernas--- Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dinilai tidak memenuhi persyaratan imamah seperti yang tertera di dalam kitab-kitab fiqh. Sekarang ini status Gus Dur adalah waliyul amri dloruri (kepala pemerintahan yang bersifat darurat).--

Pro-Gus Dur Mulai Masuki Jakarta

* Dari Yogya-Kedu 10 Ribu

Jakarta, Bernas-- Sebagian besar massa pro Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mulai masuk dan memadati Jakarta. Mereka bersiap untuk mengikuti istighotsah yang di selenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Lapangan Parkir Timur, Jakarta Pusat, 29 April mendatang. Mereka juga telah memesan kamar-kamar hotel di Jakarta.--

Kasus Puluhan Mobil Curian Polisi Segel Sebuah Bengkel

Gondomanan, Bernas--- Setelah menyita puluhan mobil berbagai mereka dan jenis yang diduga hasil curian, tim gabungan Polda Metro Jaya Jakarta, Polres Jakarta Barat dan Poltabes Yogyakarta menemukan sebuah bengkel dan cat mobil milik tersangka pelaku Bambang (41) warga Sunten, Banguntapan, Bantul, yang diduga kuat dijadikan tempat untuk ngetok (istilah lain untuk kegiatan mengganti) nomor rangka dan nomor mesin mobil-mobil hasil kejahatan sindikat itu. Sejak Rabu siang kemarin bengkel itu disegel dan beri police line..--

Adiningsih: Indonesia di Ambang Kebangkrutan

Depok, Bernas--- Terus memburuknya kondisi perekonomian nasional, menempatkan Indonesia pada jurang kebangkrutan. Keadaan default atau bangkrut saat ini memang sudah ada di hadapan mata. Indikasi-indikasi itu semakin nyata, manakala negara- negara donatur enggan memberikan pinjaman ke Indonesia. Sementara, hilangnya kuartal pertama tahun 2001 ini telah diakui sendiri oleh pemerintah.--


METRO YOGYAKARTA

Pengusaha Lokal Protes Dinas P dan P DIY

Gondokusuman, Bernas--- Proyek Dinas P dan P Provinsi DIY senilai Rp 88 juta untuk pengadaan dan pembelian blangko STTB dan blangko Danem SD yang dikelola Perum Peruri dituding syarat dengan KKN. Sebab susah- susah 17 pengusaha lokal Yogya yang mendaftarkan diri dan mencoba memenuhi persyaratan ternyata hanya dua yang lulus jadi rekanan dari Jakarta yakni PT Jendri dan PD Anindya.--

Tergiur Proyek Tertipu Rp 6 Juta

Jetis, Bernas--- Tergiur mendapat proyek, isi kantong Sukardi (49) warga Besole, Trihanggo, Gamping, Sleman dikuras teman sendiri. Akibatnya, korban menderita kerugian sedikitnya Rp 6 juta. Nasib apes yang dialami Sukardi itu terjadi pada 13 Juli 2000 lalu, namun baru dilaporkan ke polisi, Senin (23/4)--

Warga Bingung Sumur Tercemar Oli

Gedongtengen, Bernas--- Masyarakat RT 58/RW 18 Kemetiran Kidul, Selasa (24/4) sore geger. Sebab air sumur yang selama ini mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari bercampur dengan oli. Meski kemudian masyarakat berusaha menguras dengan menimba terus, air tetap saja kotor--


SEPUTAR YOGYAKARTA

PC NU Ingatkan FKB Agar 'Setel Kendo'

*Kalau Paksakan Diri Mahal Biaya Sosialnya

Wates, Bernas--- Dalam pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo yang saat ini sudah memasuki tahaf pendaftaran bakal calon (balon), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Kulonprogo meminta agar Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD setempat tidak memaksakan diri. Sebab menurut PC NU, biaya sosial kegiatan ini sangat mahal.---

Eksekusi Dihentikan di Tengah Jalan

Mlati, Bernas--- Eksekusi tanah sekitar 600 meter persegi dengan cara melo- roti genteng rumah milik F Agus Haryanto yang ditempati Hendri Siswanto, Selasa (24/4) di Cebongan Kidul RT 04 RW 02, Tlogoadi, Mlati, Sleman dihentikan di tengah jalan atas permintaan Kuasa Hukum Hery Lilik Antono SH melalui Kepala Pengadilan Negeri Slem- an.---

Dewan Minta agar Diusut Tuntas

*Soal Penyelewengan PPK

Rongkop, Bernas--- Dugaan penyelewengan proyek Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Desa Botodayaan di Kecamatan Rongkop, harus diusut tuntas dan dipertanggungjawabkan. Tidak hanya tim pelaksana, tetapi pihak konsultan yang menangani proyek ini harus ikut bertanggung- jawab, tanpa harus melihat besar kecilnya nominal penyele- wengan.---


PELAYANAN KOTA

Enam Jam UII Bebas Asap

Ngaglik, Bernas--- Berawal dari kesadaran menjaga keselamatan bumi dan lingkungan, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Selasa (24/4) sejak pukul 06.00 hingga pukul 12.00, menggelar hari bebas asap kendaraan bermotor di lingkungan Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman.---

Otda Tak Siapkan Pengelola Keamanan Daerah

Denurejan, Bernas--- Direktur Institut Studi Politik dan Pemerintahan (ISPP) Yogyakarta Drs Zulkifli Halim MSi menyatakan, gangguan keamanan seperti kriminalitas dan konflik horisontal serta kinerja pengelola keamanan di daerah yang semakin buruk, tentu akan memperburuk kondisi keamanan bagi masyarakat. Apalagi otonomi daerah (otda) sama sekali tidak memikirkan organ yang disiapkan untuk mengelola keamanan.---

Membludak, Bus AKDP yang Beroperasi di DIY

Tak Ideal 1.175 Bus Layani 62 Jalur

Umbulharjo, Bernas--- Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) DIY Ir H Setyoso MSi menilai, 1.175 bus yang melayani 76 jalur antar kota dalam provinsi (AKDP) itu terlalu banyak. Akibatnya, kru armada bus harus bekerja keras setiap hari untuk tetap dapat eksis. Konsekuensi lebih lanjut, armada yang dioperasikan menjadi tidak terawat alias asal jalan. ---


HIBURAN

Konser Barok Camerata Trajectina

Kasihan, Bernas--- Konser musik Barok yang diusung kelompok musik asal Belanda, Camerata Trajectina akan digelar, Kamis (26/4) pukul 19.30 ini di Sanggar KuaEtnika di Kersan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Konser kerjasama KuaEtnika dan Karta Pustaka ini menampilkan musik bernuansa Renaissance yang berkembang pada Abad 16-17. ---

Seruan Moral Lewat Teater

Depok, Bernas--- Pementasan teater bertajuk Mozaik-Mozaik digelar Teater Gadjah Mada (GM), Kamis (26/4) dan Jumat (27/4) besok di Auditorium ISI Yogyakarta. Tajuk Mozaik-Mozaik diambil karena menampilkan 3 repertoar dan 1 monolog yang meru- pakan keping-keping cerita tanpa benang merah. ---


KRIDA

Hadapi Persita, PSS Tampilkan Formasi Terbaik

Sleman, Bernas--- Laskar Sembada PSS Sleman berencana menurunkan para pemain terbaiknya menghadapi Persita Tangerang dalam pertandingan uji coba di Stadion Tridadi, Sleman, Kamis (26/4) sore ini. Selain itu, PSS akan coba memeragakan permainan cepat dengan umpan-umpan pendek mendatar yang disiapkan untuk menghadapi tuan rumah Gelora Dewata di awal putaran II kompetisi sepakbola Divisi Utama Liga Indonesia (LI) VII Grup Timur, 6 Mei mendatang ---

Gapura Plus Dihajar Persita 0-6

Sleman, Bernas--- PS Gapura Plus yang tampil dengan bendera tim PSS Sleman B, tak mampu memberi perlawanan berarti terhadap Persita Tengerang - - klub anggota Divisi Utama Liga Sepakbola Indonesia (LI) VII Grup Barat. Kendati bermain di hadapan publiknya, Gapura Plus tak berdaya meredam keunggulan lawannya dan dipaksa menyerah kalah 0- 6 (0-4) dalam pertandingan uji coba di Stadion Tridadi, Sleman, Rabu (25/4). ---


BISNIS

Garuda Tak Lagi Pakai Pesawat F-28

TEPAT pukul 08.10 WIB, Rabu (25/4) kemarin, sebuah pesawat jenis Fokker 28 (F-28) MK4000 dengan nomor registrasi PK-GKZ milik PT Garuda Indonesia mendarat mulus di Bandar Udara (Bandara) Adisucipto Yogyakarta dari Jakarta. Pesawat berkapasitas 85 penumpang yang diterbangkan Kapten Pilot Nur Wahyudi ini tidak mengangkut penumpang umum, tapi hanya mengangkut rombongan wartawan dari Jakarta dan jajaran direksi PT Garuda Indonesia, termasuk Direktur Utama Garuda, Abdulgani ---

Fluktuasi Rupiah Tak Untungkan Badan Usaha

Depok, Bernas---- Fluktuasi rupiah yang terjadi selama ini tidak menguntungkan bagi dunia usaha, termasuk eksportir yang selama ini dianggap diuntungkan dengan naiknya dolar. Apalagi kondisi keamanan saat ini kurang menguntungkan untuk investasi. ---


MAGELANG PLUS

Kemelut Pilkada Banjarnegara

Alasan Pembatalan Dinilai Ngayawara

Magelang, Bernas--- Pembatalan hasil Pilkada Banjarnegara oleh DPRD setempat, dinilai tidak memiliki alasan kuat. LBH Yogyakarta menilai alasan pembatalan itu ngayawara alias hanya dicari-cari, menunjukkan ketidakmampuan dewan menahan benteng demokrasi dari amukan kelompok yang tidak menggunakan akal sehat dalam berpolitik. ---

11 Ha Tanah Perkebunan Diserahkan Kepada Petani

Cilacap, Bernas-- Setelah melalui perundingan cukup alot dan berakhir di pengadilan, akhirnya pihak perkebunan PT Java Rubber Planting Co (Ciseru-Cipari) menyerahkan 11 hektar lahannya kepada petani Kelompok Petani Korban Ciseru-Cipari (Ketanbanci). Pergolakan panjang perolehan lahan itu berawal ketika petani dari Desa Mulyadadi yang mengatasnamakan Ketanbanci melakukan aksi perusakan kebun karet pada akhir tahun 1999 lalu ---