Jumat, 27 April 2001


BERITA UTAMA

Pesan Damai Sultan untuk Peserta Istighotsah

Danurejan, Bernas--- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menitipkan salam perdamaian dari Yogyakarta untuk Indonesia. Pesan Sri Sultan HB X itu diharapkan bisa dibawa delegasi DIY yang mengikuti istighotsah Nahdlatul Ulama (NU) 29 April 2001 di Jakarta. Menurut Sultan, istighotsah merupakan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, sehingga diharapkan tidak ada ekses negatif yang dapat mempersulit keadaan negara.---

Riyanto: Penolak Lencana Munafik

Sleman, Bernas--- Seperti halnya kasus anggota DPRD DIY, Syukri Fadholi, yang mengembalikan kelebihan gajinya, kasus penolakan lencana emas DPRD Sleman juga berbuntut. Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman Riyanto Kuncoro menilai, dua anggota dewan yang menolak memakai lencana emas adalah orang-orang yang munafik.--

Hari Ini Sultan Buka Sekaten

Umbulharjo, Bernas--- Perayaan Pasar Malam Sekaten akan dibuka pada Jumat (27/4) sore ini di Pagelaran Keraton Yogyakarta dengan penekanan sirine oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dilanjutkan dengan penglepasan balon berhadiah oleh GKR Hemas diakhiri dengan peninjauan stand pameran.--

Rakyat Ketakutan, Seruan Damai Bermunculan

* Murid SD Ingatkan Pemimpin

Jakarta, Bernas--- Mendekati pelaksanaan istighotsah dan Sidang Paripurna pada tanggal 29 dan 30 April di Jakarta, kekhawatiran semakin mengental. Banyak pula pihak yang mewanti-wanti agar kedamaian dan ketertiban tetap dijaga. Forum Indonesia Damai (FID) menyerukan perdamaian dengan membagi-bagikan stiker kepada masyarakat di Bundaran HI Jakarta. FID juga minta agar kekerasan dan pembunuhan segera distop--

Pidato Perdamaian Presiden Baru Gagasan

Jakarta, Bernas--- Pidato perdamaian Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sedianya akan disampaikan di televisi pada Jumat (27/4) malam ini masih mengambang. Juru Bicara Kepresidenan Wimar Witoelar malah menilai, pidato perdamaian itu masih dalam gagasan.--


METRO YOGYAKARTA

Partai Kampus Siap Rebut Birokrasi Pendidikan

Depok, Bernas--- Di zaman Orba, sistem pendidikan sangat sentralistis. Tak ada ruang subyektif-independen bagi masyarakat untuk merumuskan konsep pengetahuan. Aspek lokal dan genuinitas pengetahuan masyarakat diberangus oleh Orba dengan kedok modernisasi dan pembangunan.----

Pemeras Tabrak Kapolsek Umbulharjo

Usai Memeras di Penginapan

Umbulharjo, Bernas--- Usai memeras di Hutama Guest House Jalan Kusumanegara, Muja-muju, Umbulharjo, Yogya, Rabu (25/4) malam pukul 21.30, tersangka pelaku, Domek (34), nekat menabrak Kapolsek Umbulharjo Ajun Komisaris Polisi Sukardi hingga jatuh dari kendaraannya. Kapolsek tertabrak ketika berusaha mengejar dan menangkap tersangka yang dikenal sebagai residivis.--

Sidang Pembunuhan di Malioboro

Para Saksi Ringankan Tersangka

Umbulharjo, Bernas--- Sidang pengadilan kasus pembunuhan pedagang kaki lima Bakhtiar Effendi Lubis di kawasan Malioboro Januari lalu yang mengajukan tiga terdakwa yakni Erik Supriyanto (21), Effendi (23) dan Kaminto (25), Kamis (26/4) memasuki tahap pemeriksaan saksi. Saksi yang dihadirkan adalah Azwar Sakti (25) Suluh Kristiono (22) dan Fikiran Duha (27) lebih banyak menyatakan tidak tahu saat kejadian pembunuhan tersebut. Sidang ini tampak menarik karena dihadiri puluhan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro yang prihatin dengan nasib buruk rekannya.--


SEPUTAR YOGYAKARTA

Otda Persulit Pengaturan Pendidikan

Sleman, Bernas--- Bupati Sleman, Drs Ibnu Subiyanto Akt mengatakan pelaksanaan otonomi pendidikan di tingkat kabupaten justru akan mempersulit pengaturan pendidikan di daerah, sehingga akan mengakibatkan matinya lembaga pendidikan di daerah itu sendiri.---

Tuntutan Diterima Tapi Tak Mau Dihukum

Wonosari, Bernas--- Sidang perkara pidana kasus penganiayaan dengan terdakwa Ny Tukinah (50) warga Desa Dadapayu Kecamatan Semanu Gunungkidul, yang memasuki sidang mendengarkan tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Wonosari, Rabu (25/4) berlangsung ger-geran.---


PELAYANAN KOTA

PLN Yogya Tak Bisa Apa-apa

Soal Pemadaman Listrik Bergilir

Jetis, Bernas--- Menanggapi adanya kemungkinan ancaman pemadaman listrik secara bergilir untuk kawasan selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah akibat kekurangan pasokan listrik dari PLTU Paiton I, Humas PT PLN (Persero) Cabang Yogyakarta (Area Pelayanan Pelanggan Yogya) Sutadi mengatakan bahwa hal itu bukan kewenangan PLN Yogya. Sebab, PLN Yogya hanya distributor pada pelayanan pelanggan saja. Masalah tersebut merupakan kewenangan Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Jawa Tengah.---

Kembangkan Wisata Sungai Opak Perlu Perencanaan Matang

Gondokusuman, Bernas--- Rencana pembangunan kawasan lindung Sungai Opak yang meliputi Bendung Canden dan Bendung Tegal, Bantul, perlu perencanaan menyeluruh dan matang. Demikian hal yang disepakati dalam diskusi di kantor Harian Bernas, Kamis (26/4), yang dihadiri oleh Drs Nur Achmad Affandi MBA (Wakil Ketua DPRD DIY), Setyawan (P3PK), Romo Wahono (Cindelaras), wakil-wakil dari Lapera (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat), Mardi (Kadin) dan Budi Santoso (CD Bethesda)---

DPRD Belum Tahu Fungsi dan Tugasnnya

Depok, Bernas--- Kalangan DPRD sampai saat ini belum memberikan perhatian yang cukup kepada kepentingan rakyatnya. Kebanyakan mereka masih sibuk mengurusi diri sendiri. Ini dikarenakan mereka pada umumnya tidak tahu apa sesungguhnya fungsi dan tugas mereka. ---


HIBURAN

Foto dan Surat-surat Kartini Dipamerkan

Gondokusuman, Bernas--- Paparan sejarah tentang perintisan persamaan gender yang mengacu pada upaya memposisikan hak-hak perempuan sejajar dengan laki-laki digelar di Bentara Budaya Yogya, mulai Sabtu (28/4) hingga 4 Mei mendatang. Pameran sejumlah foto, surat-surat RA Kartini dan foto tokoh-tokoh perempuan itu bertajuk Celebrating Indonesian Women: Kartini and Other Women Who Make A Difference. ---

Sujud Tak Terhempas Arus Zaman

Kasihan, Bernas--- Seniman kendang tunggal, Sujud Sutrisno yang biasa ngamen keliling sejak 1967, ternyata masih mampu menghibur penikmat musik dari generasi ketiga. Penonton yang hadir dalam Live Concert Kendang Tunggal Sujud Sutrisno, Rabu (25/4) malam di Pendapa Teater Garasi, Bantul, yang didominasi penikmat musik muda itu, antusias atas sajian yang mungkin pernah disaksikan kakek-nenek dan ayah-ibu mereka. ---


KRIDA

Hadapi Persita, PSS Tampilkan Formasi Terbaik

Sleman, Bernas--- Laskar Sembada PSS Sleman berencana menurunkan para pemain terbaiknya menghadapi Persita Tangerang dalam pertandingan uji coba di Stadion Tridadi, Sleman, Kamis (27/4) sore ini. Selain itu, PSS akan coba memeragakan permainan cepat dengan umpan-umpan pendek mendatar yang disiapkan untuk menghadapi tuan rumah Gelora Dewata di awal putaran II kompetisi sepakbola Divisi Utama Liga Indonesia (LI) VII Grup Timur, 6 Mei mendatang ---

Gapura Plus Dihajar Persita 0-6

Sleman, Bernas--- PS Gapura Plus yang tampil dengan bendera tim PSS Sleman B, tak mampu memberi perlawanan berarti terhadap Persita Tengerang - - klub anggota Divisi Utama Liga Sepakbola Indonesia (LI) VII Grup Barat. Kendati bermain di hadapan publiknya, Gapura Plus tak berdaya meredam keunggulan lawannya dan dipaksa menyerah kalah 0- 6 (0-4) dalam pertandingan uji coba di Stadion Tridadi, Sleman, Rabu (25/4). ---


BISNIS

20 Persen BPR DIY Tidak Sehat

Gondomanan, Bernas--- Sekitar 20 persen dari 65 buah BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di Yogyakarta dalam kondisi tidak sehat. Dan mereka masih diberi kesempatan untuk meningkatkan kinerjanya hingga akhir tahun 2001. ---

AFTA Tinggal 8 Bulan, Indonesia Harus Berani Minta Ditunda

Depok, Bernas--- Era perdagangan bebas (Asean Free Trade Area -- AFTA) untuk regional ASEAN tinggal 8 bulan lagi, tepatnya bulan Januari 2002. Namun kondisi perekonomian Indonesia justru semakin memburuk. Jika pemerintah memaksakan diri terlibat pada implementasi AFTA per Januari 2002, bisa diramalkan perekonomian akan semakin terpuruk. Merupakan langkah yang bijaksana jika pemerintah Indonesia meminta penundaan pelaksanaan AFTA. ---

Perdagangan Emas di Yogya Lesu

Gondomanan, Bernas--- Perdagangan emas di Yogyakarta selama beberapa hari terakhir kian lesu. Naiknya dolar terhadap rupiah membuat harga emas ikut- ikutan naik, sehingga masyarakat tidak bisa membeli lagi. Kondisi perdagangan emas di Yogyakarta ini tidak seperti di beberapa kota besar yang dikabarkan laris ---


MAGELANG PLUS

Pedagang di Komplek TWCB Sepakat Direlokasi

Kota Mungkid, Bernas--- Ribuan pedagang kaki lima (PKL) di komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) yang diwakili 19 rekannya menandatangani kesepakatan bersama di pendapa Soepardi Pemkab Magelang, Kamis (26/4). Penandatanganan yang disaksikan Bupati dan muspida setempat tersebut menyusul tercapainya kesepakatan antara pedagang dengan sejumlah pihak tentang adanya relokasi di lahan parkir sementara yang semula mereka tentang. ---

Terdakwa Kasus Ganja Divonis 7 dan 4 Tahun Penjara

Kota Mungkid, Bernas-- Majelis hakim PN Kabupaten Magelang, Kamis (26/4) kemarin manjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada terdakwa Joko Pranoto, pemilik daun ganja seberat 1.926 gram. Pada hari yang sama, terdakwa Mujiman (28) juga divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim yang sama. ---