Sabtu, 28 April 2001
BERITA UTAMA
Untuk Apa Semua Ini, Saudaraku?
Riswandha Imawan
SERING kita dengar sindiran pengamat asing bahwa bangsa Indonesia belum
siap berdemokrasi. Persyaratan minimal untuk bisa disebut masyarakat
demokratis tampaknya memang masih perlu diupayakan secara lebih serius lagi.
Celakanya, di tengah upaya keras yang kita lakukan, muncul penilaian minor
yang lain, yakni masyarakat kita ternyata belum siap berpolitik. Apalagi,
berpolitik secara demokratis.---
Sri Sultan HB X:
Akhiri Budaya Kekerasan
Gondomanan, Bernas----
Budaya kekerasan dan perpecahan antarelit politik harus segera diakhiri
karena merupakan penghambat demokrasi dan penyebab perpecahan bangsa. Para
elit politik dan partai-partai kurang berempati untuk mencapai kata sepakat
demi mengatasi penderitaan rakyat. "Semua hanya nggugu karepe dhewe atau
memuja kemauannya sendiri," kata Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam
pidato pembukaan Perayaan Pasar Malam Sekaten di Pagelaran Keraton Yogyakarta,
Jumat (27/4)--
Massa NU DIY Dibatasi
Sudagaran, Bernas---
Massa NU DIY yang akan mengikuti Istighotsah Kubro 29 April di
Jakarta, dibatasi hanya sekapasitas 21 bus saja. Ini berarti jauh lebih
sedikit dari rencana sebelumnya, yakni sebanyak 60 bus dan satu gerbong
kereta api (KA)--
Gus Dur Tolak Memo II Lopa "Bujuk" DPR
* Beber Kisah Amien Sumpah-Sumpah
Jakarta, Bernas---
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menegaskan akan menolak
jika memorandum II isinya menyangkut kinerja pemerintah. Jika memorandum
seperti itu yang dibuat DPR, Gus Dur tak akan melayaninya. Sementara itu, para
anggota kabinet terang-terangan meminta DPR tidak mengeluarkan memorandum II.
Kemarin, Menteri Kehakiman dan HAM Baharuddin Lopa menemui pimpinan DPR untuk
"membujuk" agar Rapat Paripurna 30 April mendatang tidak melahirkan memorandum
II.-
METRO YOGYAKARTA
Korban Mobil Bodong Mulai Lapor
Gondomanan, Bernas---
Korban penipuan mobil bodong mulai mengadu ke Polda DIY.
Tiga orang tercatat menjadi korban penipuan yang dilakukan Bam-
bang Wuryanto (41) warga Sunten, Banguntapan, Bantul. Ketiga kor-
ban penipuan itu adalah Pani Rego (35) warga Tambakbayan, Catur
Tunggal, Depok, Sleman; Drs Syamsul Hadi (44) warga Mandusaren,
Catur Tunggak, Depok, Sleman dan Suroto BSc (43) Warungboto,
Umbulharjo, Yogya.----
Elemen Masyarakat Unjuk Rasa
Tolak Kenaikan Gaji Dewan
Danurejan, Bernas----
Empat elemen masyarakat DIY yang dikoordinir Imam Syafi'i,
Jumat (27/4) mengadakan aksi penolakan atas kenaikan gaji angggo-
ta Dewan di Kantor DPRD DIY. Keempat elemen tersebut adalah Forum
Silaturrahmi Laskar Hamka (Fusillah, Forum Silaturrahmi Remaja
Masjid Yogyakarta (FSRMY), Forum Peduli Masalah Wanita (FPMW) dan
Front Pemuda Peduli (FPP) Rakyat.--
AMPY Tuntut Pembubaran Golkar
Depok, Bernas---
Sedikitnya 50 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi
Mahasiswa dan Pemuda Yogyakarta (AMPY), Jumat (27/4) menggelar
aksi unjuk rasa di Bunderan UGM. Dalam aksi yang diwarnai dengan
pembakaran kaos dan bendera Golkar itu, AMPY menuntut dibubar-
kannya partai berlambang pohon beringin, pembubaran lembaga
ekstra teritorial dan pengadilan terhadap mantan Presiden RI
Soeharto.--
SEPUTAR YOGYAKARTA
Dewan Heran, Bersihkan 'Luweng' Rp 11 Juta
Tanjungsari, Bernas---
Biaya pembersihan luweng (saluran pembuangan air hujan) dari
kotoran yang mencapai Rp 11 juta di Kemadang Kecamatan Tanjungs-
ari Gunungkidul dipertanyakan dewan. Sebab biaya tersebut dinilai
tidak sebanding dengan hasilnya---
Jalan Merapi Normal, Giliran Jalan Jaban Ditutup
Sleman, Bernas---
Jalan Merapi, Beran, Tridadi, Sleman yang ambles pada 20 Maret lalu,
mulai Kamis sore (26/4) dibuka kembali dan sudah bisa dilalui angkutan umum,
karena pembuatan gorong-gorong (saluran air bawah tanah) di lokasi itu sudah
selesai. Pengerjaan tinggal menyelesaikan sambungan gorong-gorong yang mem-
belah taman dan Jalan Jaban di Selatan Jalan Merapi.---
4 Fraksi Kemungkinan Tolak LPJ Bupati
Bantul, Bernas---
Nasib laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bupati Bantul pada
akhir Tahun Anggaran 2000 berada di ujung tanduk. Sedikitnya 4
fraksi yang terdiri Fraksi Amanat Nasional (FAN), Fraksi Partai
Golkar (FPG), Fraksi Kesatuan (FK) dan F-TNI/polri, diduga bakal
menolak, sedang 2 fraksi lainnya, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB)
dan FPDI-P diduga bakal bergandengan tangan menerima LPJ Bupa-
ti---
PELAYANAN KOTA
55.000 Balita Yogya Alami KEP
Tegalrejo, Bernas---
Kepala Dinas Kesehatan DIY dr H Mochamad Harsono MKes
mengemukakan, seperempat dari sekitar 220.000 anak balita yang
ada di Yogyakarta mengalami kekurangan energi protein (KEP).
Sementara itu, cakupan ASI (air susu ibu) eksklusif di
Yogyakarta baru sekitar 30 persen.---
Kapolda DIY: Atasi Kejahatan Secara Sinergis
Danurejan, Bernas---
Gangguan keamanan belakangan ini terpicu antara lain oleh
kekecewaan masyarakat yang tidak memperoleh jaminan keamanan,
tidak optimalnya kepastian hukum serta kesejahteraan hidup yang
tidak merata. Sebagai upaya mengantisipasi permasalahan itu,
diperlukan langkah penanggulangan kejahatan secara sinergis
antarlembaga keamanan.---
Besok Bersih-bersih Kali Code
KALI Code merupakan salah satu sungai yang mengalir di
tengah Kota Yogyakarta, yang kebersihannya seharusnya terus
dijaga sehingga tetap terawat dan asri. Namun, belakangan ini
masyarakat seakan mengabaikan dan tidak peduli pada kebersihan
serta keindahan Kali Code.
---
HIBURAN
Obrolan Angkring di Etnik Kafe
Mergangsan, Bernas---
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Purawisata yang ke-12, Etnik
Kafe bekerja sama dengan HOM organizer, Sabtu (28/4) malam ini menggelar event
spesial. Event itu berupa hiburan alternatif, paket yang dikemas dengan
memadukan antara Obrolan Angkring Tari Humor dan Live Music
---
BISNIS
Hotel di Yogya Tetap Normal
Jetis, Bernas---
Sejumlah hotel di Yogyakarta tetap berjalan normal, tidak
ada lonjakan atau penurunan tamu hotel, menjelang pelaksanaan 2
event besar di Jakarta, istiqhotsah 29 April besok dan sidang
paripurna DPR RI 30 April lus
---
MAGELANG PLUS
Ruang Kerja Ketua DPRD Kota Magelang Disegel
Magelang, Bernas---
Ruang kerja Ketua DPRD Kota Magelang Tri Joko MN, menjadi
sasaran kemarahan kelompok Gerakan Arus Bawah PDI-P, yang
menuntut Tri Joko dilengserkan dengan alasan keterlibatannya
dalam kasus penjualan tanah di Blok Pendem. Jumat (27/4) kemarin,
kelompok tersebut menyegel kantor Tri Joko yang mereka nilai
tidak pantas menjadi wakil rakyat.
---
Larangan Penggunaan Vihara Mendut untuk Waisak Diprotes
Kota Mungkid, Bernas---
Sekitar 500 umat Budha dari berbagai majlis mendatangi
Vihara Mendut Kabupaten Magelang, Jumat (27/4). Mereka mencari
pimpinan Vihara, Bikhu Sri Pannavaro Thera yang telah melarang
Vihara Mendut digunakan sebagai sekretariat perayaan Waisak
2545/2001.
---
Pemkab Purworejo Ambil Alih SMK Kartini
Purworejo, Bernas---
Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan
Kebudayan setempat mengambil alih pengelolaan SMK Kartini
Purworejo. Selama pengelolaan oleh Pemda, unsur yayasan yang
sedang bersengketa tidak diperbolehkan mencampuri pengelolaan SMK
tersebut.
---