Poltabes Belum Maksimal Berantas Pekat
Pemkot Kecewa
Umbulharjo, Bernas
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta merasa kecewa bekerja sama dengan
Poltabes Yogyakarta. Meski Poltabes sudah mendapat bantuan dana operasional,
namun kinerjanya dalam memberantas penyakit masyarakat (Pekat) belum
maksimal.
Wakil Walikota (Wawali) HM Syukri Fadholi mengungkapkan, selama ini
Poltabes terkesan tidak serius memberantas Pekat. Indikasinya, dari sejumlah
pelaku Pekat yang tertangkap, hanya masyarakat kecil sementara bandarnya tidak
pernah tertangkap.
Padahal yang diinginkan Pemkot justru para bandar itu dapat ditangkap
untuk memberi contoh pada masyarakat bahwa Pemkot tidak pernah pilih kasih.
"Kalau komitmen dari Poltabes memang cukup tinggi, tentunya bukan hanya
pengecer saja yang ditangkap tetapi juga bandarnya," ujar Wawali kepada
Bernas, di ruang kerjanya, Senin (31/3).
Kata wawali, indikasi lain tidak seriusan pihak polisi dalam memberantas
Pekat adalah dengan ditemukan tersangka pengusaha rental VCD porno yang sampai
tertangkap berkali-kali, sementara kasusnya tidak pernah dikirim ke
pengadilan.
Ditegaskan juga oleh wawali bahwa untuk tahun ke depan, Poltabes
hendaknya meningkatkan komitmen dalam melakukan pemberantasan Pekat dan
Pornografi di Kota Yogyakarta. Sebab, untuk masa mendatang Pemkot tak ingin
kerja sama dengan Poltabes itu hanya sekadar kerja sama moral tetapi dengan
parameter tertentu.
Hal itu dipandang perlu karena kinerja Pemkot juga dilandasi dengan
parameter tertentu. Jika berdasarkan paramater yang telah disepakati bersama
ternyata kinerja Poltabes tak juga meningkat maka Pemkot akan melakukan
pengkajian ulang terhadap dana bantuan yang diberikan kepada polisi.
Menurut wawali, tahun ini Pemkot telah memberikan dana bantuan sebesar
Rp 150 juta per tahun. Jika target yang diinginkan oleh Pemkot dapat dipenuhi
ada kemungkinan alokasi anggaran itu ditambah, jika tidak maka Pemkot akan
melakukan kajian ulang tentang perlunya pemberian bantuan dana operasional
untuk polisi. Bahkan hal tersebut menurut wawali telah disampaikan
berkali-kali dalam rakor Muspida.
"Kalau perlu kita akan buat MoU dengan kepolisian tentang kerja sama
pemberantasan Pekat ini, sehingga semua parameternya menjadi jelas," ujar
wawali. (lis)