Borobodur Lirik Wisatawan Nusantara
* Imbas Serangan AS Mulai Terasa

Kota Mungkid, Bernas
Serangan Amerika Serikat ke Irak ternyata mulai berpengaruh pada sektor pariwisata di tanah air khususnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Candi Borobudur. Berkait dengan upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata tersebut, pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPB) memprioritaskan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus).
"Secara keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara sudah menurun sejak tragedi 11 September 2001 dan insiden bom Bali. Dan sekarang, Amerika Serikat menyerang Irak. Sektor pariwisata betul-betul sedang mengalami cobaan," kata Drs Wagiman Subiarso, Dirut PT TWCBPB, Senin (31/3).
Tiga peristiwa tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap industri kepariwisataan di tanah air. Termasuk dalam upaya pencapaian target kunjungan wisman.
Pada tahun 2002, PT TWCBPB hanya bisa merealisasikan 85 persen jumlah pengunjung dari target keseluruhan sebanyak 3,6 juta pengunjung. Sedangkan pada tahun 2003 ini PT TWCBPB mentargetkan 3,2 juta pengunjung.
Didampingi Kepala Unit PT TWCB Ahmad Mukhlis, Wagiman Subiarso mengakui kalau sebelumnya wisman yang berkunjung ke Candi Borobudur berkisar antara 200-250 orang/hari maka setelah insiden itu jumlah wisman yang berkunjung terus-menerus mengalami penurunan.
Apalagi setelah Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Irak beberapa waktu lalu. Jumlah wisman yang berkunjung ke Candi Borobudur menurun drastis.
Pada hari Minggu (30/3) lalu, jumlah kunjungan wisman ke Candi Borobudur tercatat hanya 54 orang saja dan mereka yang berkunjung adalah wisman dari Asia seperti Jepang. Meskipun sektor pariwisata sedang ada masalah namun sampai saat ini belum ada wisman yang membatalkan kunjungannya baik ke Candi Borobudur maupun Candi Prambanan dan Ratu Boko.
Berkait dengan persoalan yang sedang dihadapi, Wagiman Subiarso berharap agar industri pariwisata ke depannya tetap survive melalui pemeliharaan dan pembenahan obyek wisata dengan Sapta Pesona.
Meskipun untuk meningkatkan kembali sektor kepariwisataan tersebut butuh waktu. Oleh karena itu pula kata dia agar tetap bisa survive perlu ditempuh melalui skala prioritas dan pemasaran.
Saat ini, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko telah melakukan strategi mengadakan kegiatan safari pemasaran ke berbagai daerah baik di Pulau Jawa maupun Sumatera dengan sasaran wisatawan nusantara (wisnus). (mgs)