Rekening Dr George Junus Dibobol, Rp 62 Juta Amblas
APA jadinya bila bank tidak mampu memproteksi rekening
nasabahnya? Tentu banyak kejadian rekening nasabah bank itu yang
kebobolan. Salah seorang nasabah bank yang kebobolan rekeningnya
adalah Dr George Junus Aditjondro, mantan dosen Australian
National University yang pernah meneliti kekayaan Soeharto
beberapa waktu lalu. Walhasil, George Junus berencana menggugat
Bank BCA.
Pasalnya, ia kebobolan rekening sebesar Rp 62 juta dalam
rentang waktu tiga hari berturut-turut. Ia bermaksud memberikan
pelajaran kepada nasabah bank untuk berani menuntut hak lantaran
sudah kehilangan rekening lumayan banyak. Ia juga ingin memberi
pelajaran kepada Direksi Bank BCA agar memperbaiki sistem
proteksi rekening nasabahnya.
"Kejadian itu sudah berkali-kali tanpa ada gugatan
perlindungan konsumen. Bank berdalih ada permintaan orang via
telepon, ini kan masalah sistem proteksi yang lemah? Bagaimana ia
sampai tahu nomor PIN saya? Padahal saya juga pakai kartu gold,"
katanya.
George Junus yang ditemui Bernas seusai berbicara dalam
diskusi, Selasa (2/4) malam, di Sekretariat Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) Yogyakarta, mengilustrasikan, seingat dia
kejadian berawal dari munculnya sebuah short message service
(SMS) di ponselnya pada 11 Desember 2002 lalu yang memberitahukan
ia memperoleh hadiah sebesar Rp 1 juta dengan perincian berupa
pulsa senilai Rp 500 ribu dan uang tunai Rp 500 ribu. Ia kemudian
mendatangi ATM BCA di Palu sesuai petunjuk orang yang memberi
instruksi melalui telepon. Kemudian, orang itu mengaku kesulitan
memasukkan pulsa ke dalam nomor ponselnya, sedangkan hadiah uang
tunai sebesar Rp 500 ribu akan dikirim pada hari Senin karena
waktu itu hari Sabtu bank tutup.
"Waktu saya kasih tahu teman-teman, mereka bilang, itu
penipuan. Saya disarankan mengganti nomor PIN ATM. Saya cek saldo
masih ada Rp 62 juta lebih dan saya ganti nomor PIN saya,"
tukasnya.
Selanjutnya, menurut George Junus, ia mengecek kembali
rekeningnya pada 14 Januari 2003. Pada saat itu ia kaget karena
rekeningnya sudah dibobol. Sedangkan dalam print out tercatat
pembobolan rekening itu dilakukan berturut-turut pada 13, 14 dan
15 Desember 2002, masing-masing sebesar Rp 15 juta yang
ditransfer ke empat nomor rekening. Sedangkan saldo terakhir di
rekeningnya tinggal Rp 16 ribu.
George kemudian memprotes pimpinan Bank BCA di Palu. Ia juga
melaporkan kasus pembobolan rekening itu ke Polda Sulawesi, tapi
tidak ada proses penyelidikan lebih lanjut. Selanjutnya, ia juga
melakukan gugatan perdata. Untuk penyelesaian kasus itu ia
memberikan kuasa hukum kepada pengacara Karman SH and Partners
dari Jakarta. (rts)