NU Serukan Salat Ghoib Bagi Para Korban Irak
Yogya, Bernas
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY mengajak kepada
seluruh umat Islam, khususnya warga nahdliyyin untuk melaksanakan
salat Ghoib bagi kaum muslimin di Irak yang gugur akibat invasi
Amerika dan sekutunya. Demikian salah satu hasil rapat PWNU di PP
Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta, Senin (31/3), yang
menghasilkan serangkaian butir pernyataan sikap dan tekad.
"Salat Ghoib itu hendaknya dilakukan apabila mendengar atau
mengetahui jatuhnya korban umat Islam di Irak," ungkap KH Azhari
Marzuqi, Rois Syuriyyah PWNU DIY dalam siaran pers kepada Bernas,
Rabu (2/4). Selaian KH Azhari yang juga pengasuh PP Nurul Ummah,
pernyataan sikap ditandatangani Katib Syuriyyah KH Drs Asyhari
Abta, Ketua Tanfidziyyah Prof Dr Mas'ud Machfoedz MBA dan
sekretaris Drs Nizar Ali MA.
PWNU DIY memandang, invasi ke Irak oleh sekutu merupakan
kebiadaban dan kezaliman sebuah rezim yang berlebihan, melewati
batas-batas kemanusiaan serta melanggar kesepakatan PBB. Tindakan
itu merupakan terorisme internasional yang terkutuk dan sungguh
membahayakan perdamaian dan persaudaraan sejati di muka bumi.
Ditambahkan, kezaliman yang dilakukan Amerika dan sekutunya
itu bukan hanya menyakitkan dunia Islam dan kaum muslimin, namun
juga telah menebarkan kerawanan dalam kehidupan kemanusiaan
(human inscurity) dalam artian seluas-luasnya yang bertentangan
dengan ajaran agama maupun nilai universal dunia.
Melihat itu PWNU DIY meminta kepada pemerintah Indonesia
untuk lebih proaktif dalam melakukan pendekatan diplomatik untuk
memerangi kezaliman internasional itu. Kepada masyarakat,
diharapkan meningkatkan simpati dan empati kemanusiaan global
menurut kapasitas dan kompetensi masing-masing untuk menentang
invasi yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan.
"PWNU mengajak kepada segenap komponen masyarakat untuk
memperkuat ukhuwwah basyariyyah antar sesama dalam kesetaraan dan
semangat keagamaan yang rahmatan lilalamin, serta tidak mudah
teragitasi dan terkontaminasi setiap upaya adudomba yang
memperkeruh keadaan," papar Prof Mas'ud.
Segenap warga nahdliyyin khususnya, diminta untuk waspada
dan merapatkan barisan, sembari memanjatkan doa bersama melalui
qunut nazilah dan istighotsah di surau, langgar, masjid maupun
pondok pesantren. Semua itu dimaksudkan untuk memohon kepada
Allah agar tragedi kemanusiaan yang terjadi di Irak segera
berakhir secepatnya.
Sebagai bentuk solidaritas, Nizar Ali menjelaskan dalam
waktu dekat PWNU DIY akan membuka dompet peduli Irak melalui
rekening khusus. Segenap umat Islam tanpa kecuali, terutama warga
NU diminta untuk berpartisipasi dalam program kemanusiaan yang
akan disalurkan melalui bentuk pengadaan obat-obatan. (idy)