Parpol Miliki Kepentingan dalam Pendaftaran Pemilih

Magelang, Bernas
Partai politik memiliki kepentingan untuk mengamankan pendataan calon pemilih, karena parpol paling dirugikan jika terjadi manipulasi data. Dan pendataan yang paling me- mungkinkan terjadinya manipulasi adalah daftar calon pemilih pertama. Biasanya, para pemilih pertama itulah yang dipere- butkan oleh partai-partai dalam pemilu.
Demikian diungkapkan Walikota Magelang H Fahriyanto di hari pertama pelaksanaan program pendaftaran pemilih dan pendataan penduduk berkelanjutan (P4B) di rumah dinasnya, Wisma Cempaka, Selasa (1/4).
Fahriyanto didata petugas pantarlih wilayah Kelurahan Kemirejo, Suyatno. Pendataan itu disaksikan sekretaris Perwa- kilan Sekretariat Umum KPU Magelang, Mudiono, Kepala BPS Winardi, Camat Magelang selatan M Chadiq, Kepala Kelurahan Kemirirejo Drs Tebyani.
Menurut fahriyanto, Parpol merupakan pihak paling berke- pentingan dalam pendaftaran calon pemilih sehingga mereka harus mengamankan proses pendataan. Dengan demikian, kecurangan tidak akan terjadi. "Parpol biasanya memperebutkan pemilih awal. Jika mereka menemukan kecurangan, partai bisa langsung protes," katanya.
Namun yang juga menjadi kendala dalam pendataan, kata mantan Ketua DPC PDI Kota Magelang, adalah sikap apatis masyarakat dalam Pemilu. Pemilihan ini masih dianggap sebagai kewajiban bukan sebagai hak bagi mereka untuk memilih wakil rakyat dan pemimpinnya. "Ini kenyataan, masih banyak masyarakat yang menganggap pemilu sebagai kewajiban namun tidak ada sanksinya," ujar Fahriyanto.
Dalam masalah lain, Fahriyanto mengemukakan, untuk membantu operasional para petugas dalam mendata, Pemkot Magelang menyediakan dana sebesar Rp 10 juta. Sedang untuk pembentukan KPU dianggarkan dana Rp 75 juta yang diambilkan dalam APBD 2003.
Fahriyanto yang dalam pendataan didampingi istrinya Ny Tarni Fahriyanto, mengaku dirinya belum tahu pasti berapa dana yang diberikan pusat untuk pembentukan KPU tersebut termasuk gaji para pegawainya. Sebab, sampai saat ini belum ada petunjuk teknisnya. Namun demikian, Pemkot tetap menganggarkan sebesar Rp 75 juta.
Untuk pendataan ini, Fahriyanto berharap, agar masyarakat mau bekerjasama dengan petugas pendataan. Masyarakat juga diminta untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan tidak mempersulit petugas. Demikian juga halnya dengan petugas, untuk bisa bersikap fleksibel atau tidak mempersulit warga yang didata.

Di Purworejo

Sementara itu pendataan P4B di Kabupaten Purworejo hari pertama dilakukan di rumah dinas Bupati Purworejo H Marsaid SH MSi yang saat pendataan didampingi istri Hj Utami Marsaid pukul 07.30. Pendataan di rumah orang pertama di Kabupaten Purworejo itu disaksikan langsung ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Purworejo Drs Sas Sukarsono, Camat Purworejo Drs Anung Sutadi SSos, Lurah Purworejo Budi Wibowo SSos serta Kabag Humas dan Protokol R Suyono.
Kepada Bupati diajukan pertanyaan untuk pendataan penduduk diantaranya nama dan alamat, nama orang tua, tempat dan tanggal lahir serta nomor akta kelahiran/akta lahir serta status perkawinan dan nomor akta perkawinan, jenis kelamin, status dalam keluarga/rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, golongan darah dan status kewarganegaraan, status pemilih dan penyandang cacat.
Kepala BPS Kabupaten Purworejo Drs Sas Sukarsono dalam jumpa pers mengenai Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) di pendopo kabupaten hari Senin (31/1) lalu menyatakan Setidaknya ada 918 petugas pendata yang akan terjun ke lapangan untuk melaksanakan tahapan pertama dalam pesta demokrasi tersebut. (cr12/tie)