*Gara-gara Merebaknya Virus SARS
Kulonprogo Kelabakan, Bakal Didatangi Investor RRC

Wates, Bernas
Berkaitan dengan mewabahnya virus severe acute respiratory syndrome (SARS) atau sindrom pernafasan akut yang telah banyak memakan korban jiwa, membuat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo kelabakan. Pasalnya pada bulan April ini atau Mei depan, Pemkab Kulonprogo akan mendapat kunjungan sejumlah investor dari Cina yang nota bene adalah negara asal berjangkitnya SARS tersebut.
"Kami belum dapat berkoordinasi, apakah para tamu tersebut juga lebih dahulu akan dikarantina dulu, dilakukan pemeriksaan khusus atau bagaimana? Kami belum dapat informasi," ujar seorang aparat kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo kepada Bernas, Jumat (4/4) kemarin.
Hal serupa juga dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo dr Heru Waluya. Kebingungan jajaran Pemkab Kulonprogo ini menurut Heru Waluyo, karena dalam rombongan investor tersebut juga ada seorang pejabat gubernur dari salah satu provinsi di Cina.
"Kalau secara kesopanan, kami yang di kabupaten ini ditamui orang, lalu memeriksanya lebih dulu, tentu rasanya tidak sopan. Apalagi diantara mereka ada pejabat gubernurnya. Saya berharap mereka sudah diperiksa dan disterilkan lebih dulu ketika masuk Indonesia," ujar Heru Waluyo.
Ia berharap pihak provinsi DIY juga lebih aktif berkaitan dengan adanya tamu dari Cina tersebut nantinya.
Aparat kantor Bappeda Kulonporgo yang enggan disebutkan jati dirinya menjelaskan, rombongan tamu yang terdiri dari para investor yang akan menanamkan modalnya di Kulonporgo tersebut, difasilitasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Menurut rencana rombongan itu akan datang ke Kulonprogo pada bulan April ini atau Mei depan.
Aparat dari Bappeda Kulonprogo tersebut juga belum dapat memberikan penjelasan resmi sikap Pemkab Kulonprogo berkaitan dengan momok virus SARS yang saat ini sedang berjangkit dan menghebohkan tersebut.
Sumber Bernas di Bappeda Kulonprogo tersebut menjelaskan, Ketua Hipmi Kulonprogo Santoso sudah berbicara dengan bupati berkaitan dengan akan adanya kunjungan para investor dari RRC tersebut, serta menindaklanjutinya dengan pembicaraan persiapan tehnis dengan Bappeda. Pihak Bappeda diminta mempersiap- kan berbagai informasi yang berkaitan dengan tujuan para investor tersebut datang ke Kulonprogo.
Sedangkan penjabat gubernur yang akan menyertai rombongan para pengusaha muda RRC tersebut, diinformasikan adalah gubernur sebuah provinsi dekat Beijing. Sedangkan jenis investasi yang akan ditanamkan di Kulonprogo, baik Bappeda maupun Hipmi Kulonprogo belum mengetahuinya secara pasti. Sebab pembicaraan masih akan dilanjutkan hingga menjelang kedatangan para investor itu ke Kulonprogo. (wid)