Kedatangan Investor Cina Tak Perlu Ditakutkan
*Siap Tanamkan Investasi Ratusan Miliar Rupiah

Depok, Bernas
Ketakutan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogro yang akan kedatangan tamu dari Cina tidak beralasan. Pemkab tidak perlu takut tamu-tamu tersebut akan membawa virus severe acute respiratory syndrome (SARS) atau sin- drom pernafasan akut, karena mereka sudah memiliki surat bebas virus SARS dari pemerintah Cina.
"Pemkab tidak perlu khawatir dengan virus SARS tersebut, karena sebelum datang ke Indonesia mereka sudah memilki surat bebas virus SARS. Kalau mereka mengindap virus tersebut mereka pasti tidak boleh ke luar negeri. Apalagi ketika sampai di Indonesia mereka pasti akan diperiksa kesehatannya oleh pemerintah Indonesia. Jadi ketakutan tersebut tidak beralasan," jelas Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Ajiek Tarmidzi.
Ajiek mengatakan, rombongan dari Cina ini rencananya berjumlah 15 orang, yaitu Gubernur Provinsi Hebei, senator (legislatif) dan pengusaha. Provinsi Hebei ini merupakan provinsi terbesar di Cina dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta. Bahkan ibukota Cina, Beijing ada di provinsi ini.
Dikatakan oleh Ajiek, investor dari Cina ini akan datang dalam tiga tahap, yaitu bulan April, Mei dan Agustus. Bahkan, saat ini rombongan dari In- donesia (termasuk dari Yogyakarta) sudah berangkat ke Cina untuk menjemput mereka, sekaligus membawa bahan-bahan untuk referensi bagi investor terse- but.

Yogya aman

Investor Cina, menurut Ajiek, tertarik terhadap Yogyakarta karena menganggap Yogyakarta cukup aman sehingga cocok untuk investasi. Sebelumnya mereka juga sudah melihat-lihat kota-kota lain di Indonesia dan ternyata mereka sangat cocok dengan kondisi Yogyakarta.
"Sebagai pengusaha tentunya mereka ingin investasi yang ditanamkan aman, sehingga ketika tahu Yogyakarta merupakan kota yang aman, mereka langsung tertarik," kata Ajiek.
Di Yogyakarta, rombongan ini rencananya akan mengunjungi Bantul, Kulonprogo dan Kabupaten Sleman. Sedangkan investasi yang akan ditanam di Yogyakarta ini mencapai angka ratusan miliar.
"Jadi ini merupakan peluang bagi Yogyakarta untuk bisa menggaet investor," jelas Ajiek.
Menurut Ajiek, pihak Pemkab Kulonprogo sebaiknya menyambut tamu dari Cina ini seperti biasa, sama ketika mereka menyambut tamu lainnya. Tidak perlu ketakutan secara berlebihan.
Investor dari Cina ini, menurut Ajiek, tertarik untuk menanamkan modalnya di bidang perhotelan, pertanian, pendidikan, perkebunan, dan pariwi- sata. (inu)