Dokter Yogya Berdoa untuk Rakyat Irak

Yogya, Bernas
Tragedi kemanusiaan yang berlangsung di negara berdaulat Irak tidak urung menimbulkan keprihatinan yang mendalam di kalangan komunitas profesi yang berkecimpung dalam bidang kemanusiaan, khususnya kesehatan di Yogyakarta.
Senin (15/4) pagi, sebelum memulai tugas pengabdiannya, lebih dari 50 dokter, perawat, pekerja medis yang bertugas di RS Dr Sardjito (RSDS) dan mahasiswa yang tengah menekuni studi di bidang kedokteran dan kesehatan di Yogyakarta menyempatkan diri untuk memanjatkan doa untuk rakyat Irak. Acara bertajuk Doa Kemanusiaan untuk Rakyat Irak, yang diprakarsai Keluarga Besar RS RSDS dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sleman, diselenggarakan di halaman RSDS.
Hadir dalam acara itu, Direktur Utama RSDS Dr Sri Endarini MPH, Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr dr Hardyanto SpKK, Ketua IDI Sleman dr Bambang Suryono SpAn MKes, Dr dr Pernodjo Dahlan, Prof dr H Ahmad Husein Asdie yang didaulat untuk memimpin doa, dan jajaran direksi RSDS. "Kita telah menyaksikan kesombongan yang luar biasa dari suatu bangsa, yang menimbulkan tragedi kemanusiaan yang luar biasa pula. Sebuah kebiadaban yang luar biasa," kata Dr dr Pernodjo Dahlan saat membuka acara.
Senada dengan Dr Pernodjo, Direktur Utama RSDS Dr Sri Endarini MPH dalam kata sambutannya juga mengatakan, bahwa korban terus berjatuhan, tidak hanya dari kalangan tentara tetapi lebih banyak dari penduduk sipil Irak, perempuan dan anak-anak. Darah mengalir dimana-mana, onggokan daging manusia terserak di sembarang tempat. "Inilah tragedi kemanusiaan yang mengingatkan kita pada jaman batu, dimana yang kuat memusnahkan yang lemah tanpa alasan yang nalar. Rakyat Irak pun akhirnya menderita, sengsara dan mengalami kebingungan akan nasibnya di kemudian hari," katanya.
Di bagian lain, Ketua IDI Sleman dr Bambang mengatakan, bahwa IDI Sleman akan senantiasa menyerukan kepada masyarakat internasional -- melalui PBB -- agar segera menata kembali kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat di Irak.
Sedangkan kepada bangsa Indonesia, IDI Sleman mengingatkan untuk senantiasa meningkatkan ketahanan nasional dengan cara meningkatkan moralitas bangsa. "Tidak seharusnya bangsa Indonesia mengulangi kesalahan di masa yang lalu, terutama dalam diplomasi luar negeri. Bangsa Indonesia harus bisa melepaskan diri dari ketergantungan ekonomi kepada luar negeri terutama Amerika," tandasnya.
Dalam pesan moralnya, IDI Sleman juga mengingatkan bangsa Indonesia untuk tidak berbuat anarki dan destruksi di negeri sendiri serta senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah. "Belajar dari tragedi kemanusiaan yang terjadi di Irak, bukan tidak mungkin Indonesia juga akan menjadi obyek yang lain dari agresor adi kuasa dunia saat ini di waktu yang akan datang dengan berbagai dalih," tandas Bambang. (idt)