Kamis, 24 April 2003
BERITA UTAMA
Yogya, Bernas
Anggota Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DIY
mengancam akan mundur. Ancaman itu terlontar sebagai bentuk
kekecewaan terhadap KPU Pusat yang dianggap tidak konsisten.
Ancaman antara lain datang dari seorang anggota tim seleksi,
Asril Sutan Marajo.
Yogya, Bernas
Promosi dan pencanangan Yogyakarta untuk lebih
menginternasional lewat brand "Jogja Never Ending Asia"
sementara ini dianggap gagal. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku
Buwono X mengakui hal itu. Kegagalan tersebut disebabkan
kondisi yang memang tidak memungkinkan seperti terjadinya
kasus 11 September 2001 (kasus bom WTC di Amerika Serikat),
bom Bali, SARS dan lainnya.
Yogya, Bernas
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr
Sofian Effendi MPIA menegaskan, leaflet "Program Intensif
PPKB-UGM dan Program S-1 Swadaya" yang mencantumkan Formulir
Pendaftaran Program Intensif PPKB UGM dan Program S-1 Swadaya,
yang dibagikan kepada peserta Ujian Masuk UGM (UM-UGM) pada
hari pertama pelaksanaan ujian tulis, Selasa (22/4), merupakan
upaya universitas untuk mensosialisasikan kedua program baru
itu kepada peserta UM-UGM.
METRO YOGYA
Kasus Sertifikat Tanah Ambarrukmo
Danurejan, Bernas
Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Sleman,
Drs Sukamto menyatakan, pensertifikatan tanah Sultan Ground
seluas 40,114 hektar untuk pembangunan Hotel Ambarrukmo
Yogyakarta, karena ada kekosongan hukum untuk menyelamatkan
aset Keraton Yogyakarta. Sebab Keraton Ngayogjokarto
Hadiningrat sebagai lembaga adat, belum mempunyai kekuatan
hukum tetap.
Yogya, Bernas
Berbagai elemen anti pemerintahan Megawati Soekarnoputi-
Hamzah Haz akan menggalang aksi besar-besaran, Jumat (25/4) siang
besok. Aksi yang akan dimulai dari perempatan Jalan Jendral
Sudirman Yogyakarta dan berakhir di perempatan Kantor Pos Besar,
dinamakan "Perlawanan Nasional: Siaga Satu Gulingkan Mega-
Hamzah".
Yogya, Bernas
Pernyataan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang meminta agar Ketua
Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mundur dari
jabatannya bila mau ikut bursa pemilihan presiden mengundang tanggapan.
Wakil Ketua Tanfidziyyah Pengurus Wilayah (PW) NU DIY Dr Ir Moch Maksum
MSc menilai pernyataan itu bernilai politis.