Saya Siap Dihukum Berapa pun
SAMBIL menunggu sidang digelar, Sumanto (31), lelaki
yang bikin heboh karena perilakunya mencuri mayat Mbah Rinah
dan memakannya mentah-mentah mayat itu, sempat
berbincang-bincang khusus dengan Bernas. Dengan didampingi
seorang staf Pengadilan Negeri Purbalingga, Sumanto
berbincang dengan Bernas selama kurang lebih 15 menit, di
ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri Purbalingga.
Halo Suman, bagaimana kabarmu?
Baik, Mas.
Bagaimana kabarnya selama di penjara?
Yah..beginilah, berat badan saya tetap. Nggak tambah.
Sekarang berat badan saya 55 kilo gram. Sementara saya
ditahan di Rumah tahanan Purbalingga sejak 9 Februari 2003
lalu.
Dipenjara senang apa nggak?
Yahhh...senang-senang susah. Mau makan sudah
disediakan. Namun susahnya, jadi nggak bebas ke mana-mana.
Kamu sudah siap dihukum? (dengan ancaman7 tahun penjara)
Berapa pun saya siap. Ini sudah risiko yang harus
saya jalani, dan saya menyadari telah berbuat salah, sehingga
dihukum berapa pun siap.
Kenapa lengan kanan dan lengan kirimu itu kelihatan ada
bekas luka masih benyek?
(Dengan cengar-vengir, Sumanto menjawab) Ini bekas
luka baru. Memang sengaja saya tusuk-tusuk pakai lidi yang
lancip. Mengapa kok ditusuk-tusuk. Apa kamu memasukkan
dagingmanusia lagi?
Ah nggak apa-apa kok. Ceritanya begini. Waktu sedang
berdoa beberapa hari lalu, saya lupa semua bacaannya. Lalu
lengan ini saya tusuk-tusuk sampai tembus. Ketika doanya
kembali ingat, saya berhenti menusuk-nusuk. Namun bila lupa
lagi, ya saya tusuk-tusuk lagi.
Gatal nggak?
Yah..gatal, tapi waktu menusuk-nusuk itu rasanya
enak, jadi ya saya teruskan.
Eh..bibir kamu juga jontor begitu, kenapa? Habis dipukul
ya?
Bukan dipukul. Namun bibir ini begini karena tertusuk
duri sewaktu sedang makan ikan asin di rumah tahanan.
Kamu kangen nggak sama kedua orang tuamu?
Kangen..sih kangen, namun bagaimana lagi, karena
kondisi saya begini, jadi nggak bisa ketemu mereka. Sejak saya
ditangkap polisi 14 Januari lalu, lalu ditahan di rumah
tahanan sampai sekarang, saya sebenarnya ingin bertemu bapak
dan ibu. Namun, sampai sekarang mereka nggak pernah menengok
saya.
Rencanamu setelah ke luar dari penjara, mau apa?
Ya..mau kerja apa sajalah.
Kamu akan mencuri mayat lagi?
Tidak, saya sudah kapok. Kalau di desamu Pelumutan
kamu tidak diterima masyarakat sana, bagaimana?
Ya, saya akan merantau ke mana saya mau. (yy)