Gudang Barang Elektronik Kebobolan
* Penjahat Gunakan Truk
Yogya, Bernas
Kios CV DK di Pasar Reksonegaran, Gondokusuman, Yogya, Senin (28/4) dini
hari dijebol penjahat. Puluhan barang elektronik hilang. Bahkan, penjahat yang
diperkirakan mengendarai truk, juga membongkar paksa gudang CV DK yang berala-
mat di Jalan Lawu, Gondokusuman, Yogya. Tindak kejahatan yang mengakibatkan
kerugian korban senilai Rp 200 juta lebih ini, baru diadukan ke Poltabes
Yogya, Selasa (29/4) kemarin.
Kerugian yang diderita CV DK antara lain berupa 12 mesin foto kopi ber-
bagai merek, 10 mesin cash register, puluhan OHP, puluhan mesin ketik manual
dan mesin ketik listrik, beberapa meja dan poster, sejumlah kursi, sejumlah
CPU, 3 buah monitor, 2 almari kaca, 2 buah pintu rolling door serta 1 air
cutain, puluhan set buku paket belajar tingkat SLTP, data laporan pajak, dua
standar, yang seluruhnya senilai Rp 200 juta. Ini belum menyangkut kerugian
gudang kios yang dibongkar secara paksa kawanan penjahat, yang diperkirakan
lebih dari lima orang.
Tim Jatanras dan Unit Buru Sergap Poltabes Yogya yang dipimpin Kanit AKP
Sukardi, diterjunkan untuk mengungkap kasus pembobolan gudang CV DK ini.
Bahkan, sampai siang kemarin tim gabungan masih melakukan penyelidikan
terhadap identitas pelaku dan melacak sejumlah barang bukti hasil kejahatan di
gudang CV DK tersebut.
Karyawan CV DK, Drs Gunawan (45), warga Perumahan Sleman Permai, Sleman,
Selasa siang di Mapoltabes Yogya mengatakan, pembobolan di gudang CV DK itu
baru ia ketahui saat ia disuruh pimpinan CV DK, Senin (28/4) untuk mengambil
arsip di gudang yang terletak di Pasar Reksonegaran, Gondokusuman, Yogya.
Dalam perjalan menuju ke gudang itu, ia tidak merasa curiga akan terjadi
sesuatu di gudang.
Sesampainya di Pasar Reksonegaran, Gondokusuman, lanjut Gunawan yang
didampingi saksi kejadian Yayat Hidayat (30), karyawan CV DK lainnya, ia kaget
begitu melihat gudang CV DK sudah jebol.
"Karena itu, saya langsung mengecek gudang, ternyata sejumlah barang
elektronik yang disimpan di gudang itu sudah amblas semua. Untuk itu, saya
bersama saksi langsung menanyakan tentang kerusakan gudang CV DK kepada
pedagang pasar yang letaknya berdekatan dengan gudang," katanya.
Dari informasi yang didapat dari pedagang Pasar Reksonegaran, ungkapnya,
gudang CV DK diduga dibongkar secara paksa oleh pihak pasar. Namun, ke mana
sejumlah barang elekronik dipindahkan sampai kasus itu ia adukan ke Poltabes
Yogya, pihak CV DK belum mengetahui secara pasti.
"Untuk itu, kasus perusakan dan tindak pencurian yang menyebabkan CV DK
dirugikan Rp 200 juta lebih itu, segera saya laporkan ke Poltabes Yogya.
Laporan ke Poltabes saya lakukan setelah pihak CV mendata barang elektronik
yang hilang di gudang tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Korps Reskrim Poltabes, Komisaris Polisi Rudy
Hartono SH SIK didampingi Kanit, AKP Sukardi kepada Bernas Selasa (29/4) siang
di ruang kerjanya menyatakan, benar adanya pengaduan karyawan CV DK itu. Na-
mun, menurut Rudy, pengaduan karyawan CV itu masih dipelajari dan dalam tahap
penyelidikan.
"Bila nanti cukup bukti, maka kasus itu akan ditindaklanjuti ke proses
penyidikan, pelacakan terhadap identitas pelaku, mencari saksi, dan me-
ngumpulkan data yang berhubungan dengan tindak pencurian dan perusakan di
gudang CV itu. Untuk itu, kita masih menunggu hasil penyelidikan yang
dilakukan anggota kita," katanya.
Apalagi, ungkap Rudy, kasus yang menimpa CV DK ini, kerugiannya lebih
dari Rp 200 juta. Namun, untuk sementara ini anggota Poltabes masih melakukan
penyelidikan baik soal motif dan latar belakang aksi itu maupun terhadap
identitas pelakunya.
"Pokoknya, bila bukti cukup, maka kasus itu tentunya akan kita proses ke
penyidik dan anggota kami akan melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku
pembobolan di gudang CV DK. Untuk itu, saat ini anggota kita sedang
mengumpulkan bukti dan saksi soal itu," ujarnya. (hri)