Purnawirawan TNI Dibacok Beberapa Pemuda

Depok, Bernas
Gara-gara ajakannya ditolak oleh gadis bernama Ida Laela (19), Iwan nekat membacok seorang purnawirawan TNI/AU, Ngatijo Broto Sujono (70) hingga luka parah di bagian kedua tangannya akibat sebetan pedang. Peristiwa pembaco- kan dan pegrusakan rumah ini, terjadi di Jalan Mahmudi, tepatnya di depan Susteran Nayan, Gadean, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (3/5) pukul 20- .30.

Selain membacok tangan kanan dan kiri Ngatijo Broto Sujono, Iwan dan kawan-kawannya juga merusak sedikitnya 10 kaca jendela nako, satu pintu kamar kos dan Honda Tiger D 5431 WL. Aksi ini, mengakibatkan kerugian Rp 2,7 juta.

Menurut Ngatijo Broto Sujono kepada polisi, Iwan dan kawan-kawannya me- lakukan pembacokan dan perusakan rumahnya, sekitar pukul 19.30 Iwan mendatangi saksi Ida Laela (19) yang kos di tempatnya. Kedatangan Iwan ke tempat kos itu untuk mengajak Ida pergi.

Tapi ajakan Iwan ditolak oleh Ida. Ketika ditolak, Iwan tidak bereaksi, hanya meninggalkan Ida begitu saja.

"Penolakan Ida Laela ini dianggap biasa dan ketika Iwan meninggalkan tempat kos juga biasa-biasa saja dan tingkahnya tidak mencurigakan. Karenanya, penolakan itu dianggap tidak menimbulkan persoalan atau masalah," katanya.

Tetapi, sambungnya, sekitar pukul 20.30, Iwan datang kembali ke tempat kos Ida Laela. Jika pada kedatangan pertama, Iwan sendirian, pada kedatangan kedua Iwan mengajak enam rekan lainnya yang belum pernah datang ke kos itu.

"Sesampainya di depan rumah, Iwan dan enam temannya tanpa basa-basi lagi langsung menyerang saya secara membabi buta. Karena serangannya dadakan, akhirnya saya hanya dapat mengelak dan menangkis bacokan Iwan dengan tangan saya, sehingga kedua tangan saya luka bacok seperti ini," ucapnya sambil me- nahan sakit.

Begitu melihat kedua tangannya banyak darah, kata Ngatijo, Iwan dan kawan-kawannya bukannya kabur, melainkan justru merusak kaca jendela, pintu dan Honda Tiger D 5431 WL. Setelah itu, mereka semua kabur.

Aksi pembacokan dan perusakan yang dilakukan Iwan dan kawan-kawan itu sempat menarik perhatian warga masyarakat setempat. Namun, karena pelaku beringas dan brutal sehingga warga tidak ada yang berani melerai, takut kena bacok atau menjadi sasaran aksi Iwan. "Kasus itu, kemudian saya laporakan ke Polsek Depok," imbuh Ngatijo. (hri)