Senin, 14 April 2001


BERITA UTAMA

Kasus Pembunuhan Supanto

Saksi Bungkam, Polisi Kesulitan

Pandak, Bernas---- Jajaran Korps Reserse Polres Bantul hingga Minggu (13/5) masih kesulitan untuk membekuk para penganiaya yang menyebabkan tewasnya Supanto (30), warga Dusun Gunting, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul. Kesulitan tersebut terjadi sekalipun polisi telah memeriksa empat saksi penting yang berhubungan dengan kejadian itu.---

Gus Dur Persilakan 4 Dokter Dituntut

* Sebut Presiden Tak Sehat Pimpin Negara

Bogor, Bernas--- Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempersilakan aparat keamanan untuk menuntut tim dokter yang merekomendasikan dirinya tak sehat untuk memimpin negara. Gus Dur menilai, rekomendasi dokter tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap Presiden. "Kalau ada empat dokter yang sebut saya gila, ya sudah biarin saja. Tak perlu dijawab. Tuntut saja ke pengadilan, karena telah menghina Presiden. Yang nuntut bukan saya, tapi aparat keamanan," kata Gus Dur dalam sambutannya pada Idul Khotmi Attijani ke-208 dan Tabligh Akbar di Masjid Raya Al Amaliyah Ciawi, Bogor, Minggu (13/5).---

Tiga Tahun Tragedi Mei

KADI akan Gugat Pemerintah

Jakarta, Bernas--- Ratusan massa yang tergabung dalam Komite Anti Diskriminasi Indonesia (KADI), Minggu (13/5) menggelar aksi unjuk rasa mengenang Tragedi Mei 1998 silam di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta. Selain keluarga korban, beberapa ulama dan para rohaniwan dari berbagai agama, sebagian besar peserta aksi simpatik ini adalah warga etnis Tionghoa yang tinggal di kawasan Jabotabek.--

KH Muzadi: Ada Kapal Induk Dekati RI

Samarinda, Bernas--- Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, menyatakan, ada upaya sistematis penghancuran Indonesia, yang diduga melibatkan kekuatan asing. Karena itu elit politik harus sadar dan segera menempuh langkah kompromi.-

Korban Kecelakaan Tunggal Ditangkap Polisi

* Bawa Senpi Rakitan, Peluru, dan ganja

Sewon, Bernas--- Seorang mahasiswa sebuah PTS di Yogya, Cristophorus, Sabtu (12/5) siang sekitar pukul 11.30 mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Namun, setelah berobat di RS Patmasuri, warga Jalan Nagan Lor Yogya itu langsung dijebloskan ke sel tahanan sementara di Mapolsek Sewon, Bantul. Penahanan terhadap mahasiswa ini, karena yang bersangkutan ke- dapatan membawa senjata api (senpi) rakitan jenis colt, enam butir peluru kaliber 38. Selain itu, 0,5 Kg ganja kering juga ditemukan di dalam tas hitamnya.--


METRO YOGYAKARTA

Karcis Parkir Ilegal Banyak Beredar

Umbulharjo, Bernas--- Pelanggaran perparkiran di Kota Yogya semakin merajalela. Kali ini bukan hanya penyalahgunaan karcis parkir serta pungli tarif parkir tetapi di sejumlah kawasan pertokoan seperti di Jalan Malioboro, Jalan A Yani dan beberapa ruas jalan lainnya banyak ditemukan peredaran karcis yang tak resmi (ilegal).--

Ditemukan Bong di LP Wirogunan

Pakualaman, Bernas---- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Wirogunan Djati Setiawan BcIp SSos menyita bong (alat pengisap shabu-shabu-red) dari kamar tahanan di ruang asimilasi kompleks LP tersebut. Bong yang dibuat dari bekas botol minyak kayu putih berikut sedotan pengisap itu ditemukan, Sabtu (12/5) malam saat sipir menyisir kamar-kamar tahanan para narapidana (napi).--

Tabrakan Motor, 2 Tewas

Mergangsan, Bernas--- Dua orang tewas seketika akibat tabrakan antara sepedamotor Suzuki C-110 BH 8005 FK dengan Honda Supra KT 4111 AS di Jalan Tamansiswa, tepatnya di depan Kantor Lembaga Pendidikan Neutron, Mergangsan, Yogya, Jumat (11/5) malam sekitar pukul 22.30. Korban yang tewas adalah pengendara Suzuki BH 8005 FK Hendri Eko S (18) dan pemboncengnya Irwan Ramkuti (19).---


SEPUTAR YOGYAKARTA

Tumor Susanto Tidak Memungkinkan Dioperasi

Mlati, Bernas--- Tumor yang menyerang hidung Susanto (4), bocah malang warga Dusun Ngatiyan, Desa Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo tergolong tumor ganas dan langka yang tidak memungkinkan untuk dioperasi.--

*Tabungan Pribadi dan Takmir Masjid

Raih Hadiah Utama Simpeda BPD

ANTARA percaya dan tidak, itulah perasaan Walidi (58) ketika mendapat kabar ia meraih hadiah utama undian tabungan Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah) BPD tingkat nasional sebesar Rp 75 juta. Kabar itu pertama kali diperoleh warga Jalan Aster II/353 Perumnas Condongcatur ini dari Kepala BPD DIY Cabang Pembantu Condoncatur, akhir April lalu. Penarikan undian Simpeda BPD se-Indonesia sendiri dilakukan 26 April lalu di Balikpapan, Kalimantan Timur..--


PELAYANAN KOTA

Finlandia Akan Bantu Bangun Hutan Yogya

Depok, Bernas--- Menteri Kehutanan dan Pertanian Finlandia, Dr Kalevi Hermila menyatakan akan membantu Indonesia khususnya Yogyakarta dalam membangun hutan. Rencananya akan membangun hutan dekat pantai di kawasan Bantul dengan luas lahan sekitar 32 ribu hektare, milik Kesultanan Yogyakarta.---

Sultan: Dialog Budaya Antaretnik Harus Dibangun

Danurejan, Bernas--- Sri Sultan HB X menekankan pentingnya dialog budaya antaretnik untuk menghindari terjadinya konflik antaretnik seperti yang terjadi di Sampit dan Palangkaraya Kalimantan tempo hari. Sebab tindakan pemerintah dengan pendekatan formal, hanya akan menghasilkan bara dalam sekam yang sewaktu-waktu di- khawatirkan bisa meledak.---

Hukum Dimanfaatkan Segelintir Orang

Danurejan, Bernas--- Meski negara Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan, seperti ditegaskan dalam UUD'45, namun semakin hari hukum di Indonesia semakin tidak berwibawa, dan tidak berfungsi lagi sebagai rambu pengendali yang terkuat. Hukum belum berpihak pada masyarakat, bahkan justru dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk kepentingan diri maupun kelompoknya.---


BISNIS

Pengusaha Banglades Tertarik Pasar Tiban

SEORANG pengusaha tekstil asal Bangladesh, MD Borhanuddin, tertarik dengan penyelenggaraan pasar tiban yang diadakan Harian Bernas di Jalan Jenderal Sudirman 52 Yogya setiap hari Minggu. Ia pun ingin membeli mobil yang dijual di arena pasar tiban. Minggu (13/5) kemarin, Borhanuddin hampir saja membeli sebuah mobil Daihatsu Espas dengan harga Rp 46 juta. Namun karena mobil yang diinginkannya itu berplat B (Jakarta) maka ia belum bisa membayar karena harus mengecek dulu status mobil tersebut di kepolisian Jakarta. ---


KRIDA

Slemania: 3 Tandang 1 Poin

Sleman, Bernas--- Untuk tiga kali pertandingan PSS keluar kandang, yaitu melawan Persipura, PSM Makassar, dan Persma Manado, pendukung setia PSS Sleman, Slemania, hanya berharap agar PSS bisa mengumpulkan minimal 1 poin. Komandan Slemania, Ir Wahyu Wibowo mengatakan, harapan hanya satu poin yang ditargetkan itu, mengingat lawan tandang PSS tangguh-tangguh ---

PSST "Sikut" Panji, PIM ke Piala PSS

Seyegan, Bernas--- PSST Tridadi meraih 1 sisa tiket ke semifinal kompetisi sepakbola antarperkumpulan anggota Divisi Utama PSS Sleman 2000- 2001. Sukses itu dipetik PSST berkat kemenangan 3-0 atas Univer- sitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada penampilan terakhirnya dalam pertandingan penyisihan Grup Barat di Lapangan Gendengan, Mar- godadi, Seyegan, Minggu (13/5). ---


MAGELANG PLUS

Anggota Gapensi Keluhkan Rekanan Luar

Kota Mungkid, Bernas--- Sejumlah anggota Gapensi Kabupaten Magelang cemas dengan kebijakan Pemkab Magelang yang mengikutsertakan rekanan dari luar derah dalam pra kualifikasi lelang proyek Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2001. Mereka menilai kebijakan itu menyimpang dari Keppres Nomor 18/2000. ---

SD Gratis untuk Cegah Drop Out

Temanggung, Bernas--- Setelah memberi subsidi kepada guru-guru wiyata bakti, Pemkab Temanggung kembali membuat kebijakan yang menopang bidang pendidikan, yakni membuka sekolah dasar gratis, sebagai langkah mencegah siswa drop out.---

Ditarik Warga Hasil Retribusi Meningkat

Kudus, Bernas--- Pendapatan retribusi galian C di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo, Kudus yang ditangani warga setempat ternyata jauh lebih baik dibanding saat ditangani Kantor Dipenda setempat. Hasil penarikan pajak 19 April-29 April terkumpul Rp 1.726.500 atau rata-rata perhari mencapai Rp 156.954. ---