Tidak Ada Gema Ramadan

RAMADAN
tahun ini merupakan Ramadan pertama saya di negeri asing yakmi di Mexico City. Seperti di negara-negara yang warganya mayoritas non-muslim, tidak ada sama sekali gema Ramadan.
Mexico City merupakan kota terbesar dan terluas di dunia dengan penduduknya mencapai 25 juta jiwa. Kepadatan dan kesibukan yang sedemikian tinggi menyebabkan masyarakatnya termaterialisasi, apalagi pengaruh Amerika Serikat yang sangat kuat terhadap negara ini, sehingga masyarakatnya (terutama di kota besar dan berpendidikan tinggi) meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
Muslim Meksiko tidak besar jumlahnya, dari sekitar 100 juta penduduk Meksiko kurang lebih 2.000 orang yang beragama Islam (orang asli Meksiko). Sangat kecil memang jika dibandingkan dengan negara-negara lain, tapi beberapa ahli antropologi terkemuka Meksiko memperkirakan Islam akan berkembang baik di Meksiko, walaupun terdapat isu terorisme.
Saya pribadi bingung harus berterima kasih atau melaknat isu tersebut, karena berkat isu tersebut orang-orang mulai belajar Alquran dan mengenal apa itu Islam (lepas dari yang dipelajari itu dari sumber/buku yang benar atau salah), salah satu teman kuliah saya yang baru masuk Islam pernah saya tanya mengenai isu yang ada (terorisme dan posisi wanita dalam Islam) dan dia menjawab isu itu tidak benar dan dalam sudut pandang yang tidak adil, selain itu juga bikinan orang-orang yang ingin memojokkan Islam, jadi saya sampai pada kesimpulan bahwa Allah membuka hati orang-orang yang dia kehendaki, walau sekacau apapun dunia ini.
Subhanallah Alhamdulillah paling tidak setiap habis Jumatan saya melihat 1-2 orang Meksiko yang mengikrarkan kalimat syahadat. di Meksiko City terdapat 2 masjid (rumah/apartemen yang difungsikan sebagai masjid), juga terdapat 2 organisasi dakwah yang tujuannya melakukan siar Islam.
Ketika hari pertama puasa kami diundang oleh bapak Duta Besar Indonesia di Meksiko untuk berbuka bersama di wisma Indonesia. Saya sangat senang dan tidak menyangka bisa merasakan kolak, kurma dan masakan khas Ramadan lainnya di sini, membikin rasa kangen akan kolak bikinan ibu atau suasana buka puasa bersama teman-teman di Lembaga Indonesia Perancis di Sagan atau ramai ramai di masjid UGM.
Bulan November ini akan diadakan peresmian masjid baru yang juga difungsikan semacam pesantren di negara bagian Morelos, 45 menit dari ibu kota, diharapkan dengan adanya masjid yang baru akan membantu perkembangan Islam di Meksiko. Muslimin di Meksiko menyampaikan salam dan memohon doa restu Saudara-Saudara muslim di tanah air untuk perkembangan siar Islam di sini.

Fitra Ismu Kusumo
Mahasiswa S2 Etno-Sejarah (Posgrado en Etnohistoria), Escuela Nacional Antropología y Historia, INAH (Instituto Nacional Antropología y Historia) Mexico ismu@caramail.com