Amien: "Gus Dur Tetap Sampai 2004"

* Yang Membisiki, Tukang Plintir Fakta

JAKARTA- Ketua MPR Amien Rais menegaskan dia akan mempertahankan Abdurrahman Wahid sebagai presiden hingga masa jabatan 2004, bila ada yang mencoba menggulingkannya sebagai presiden. Namun Amien meminta kepada para ‘pembisik’ Gus Dur agar memberi informasi secara ikhlas dan jujur, sehingga tak ada fakta yang dijungkirbalikkan.

Amien Rais mengatakan akan segera menelepon Gus Dur sehubungan pernyataan presiden bahwa ada yang ingin menjatuhkannya. "Saya akan menelepon Gus Dur bahwa jangan sampai dia mau diadu dengan saya, atau saya diadu dengan dia," kata ketua MPR RI itu, Kamis (13/1).

Jika diputar lagi kasetnya dan Gus Dur melihat dan mendengar secara utuh, jelas Amien, tidak ada kata-kata untuk menggulingkan, menggusur dan menyuruh dia berhenti. "Sama sekali tidak!" tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, "saya katakan di sini untuk sekian kalinya, sayalah orang pertama yang mempertahankan Gus Dur harus bisa berfungsi sebagai presiden sampai 2004. Karena kalau sampai setahun digulingkan oleh move-move politik yang emosional, itu artinya seluruh proses konstitusi kita bisa hancur."

Menurut Amien Rais yang juga ketua umum DPP PAN ini, bahwa aksi sejuta umat itu tidak ada sedikitpun keinginan untuk menurunkan Gus Dur. Kegiatan itu dimaksudkan mendesak pemerintah dan pimpinan TNI segera menyelesaikan masalah Ambon.

Amien mengingatkan kepada para ‘pembisik’ Presiden Abdurrahman Wahid agar memberi informasi yang jujur, dan tidak memelintir fakta. "Wong jumlahnya banyak sampai ratusan ribu, kok disebut hanya 20 ribu," ungkap Amien.

Mengenai komposisi pembisik Gus Dur, Amien mengatakan bahwa ia tidak tahu persis. "Siapa saja yang membisiki, Wallahu alam, yang jelas pembisik itu tidak lulus SD," tandas Amien.

Menjawab adanya mosi tidak percaya yang diungkap dalam aksi tersebut, Amien menjelaskan mosi tidak percaya itu ada dalam sistem parlementer. Kalau sistem presidensil mosi tidak percaya itu tidak tepat.

"Orang boleh berunjuk rasa dan boleh beda pendapat, tapi jangan kemudian yang beda pendapat itu musuh rezim yang harus dimusnahkan. Kalau begitu, kita kambuh lagi penyakit orla dan orba," katanya.

Jadi, kata Amien, "tolong yang suka bisik-bisik Gus Dur, bisik-bisiknya yang ikhlas, tulus, jangan fakta dijungkirbalikkan. Tidak ada orang mau menggulingkan kok dikatakan mau menggulingkan."

Mengingatkan

Secara terpisah, Ketua DPR Akbar Tandjung mengaku tak melihat jumlah massa saat ‘pertemuan Monas’ itu. Namun menurut Akbar, aksi itu untuk mengingatkan pada pemerintah agar pemerintah bisa lebih cepat dan responsip untuk menyelesaikan masalah Ambon," katanya.

Menurut Akbar, dengan adanya aksi massa yang begitu besar juga mendorong pemerintah serta TNI untuk menambah personilnya. Barangkali ini sesuatu yang mendorong Panglima TNI untuk turun ke Maluku, sehingga bisa melihat langsung cara aparat menyelesaikan masalah di lapangan.

"Saya kira itu yang diinginkan oleh mereka yang berkumpul di Monas," ujarnya.

Amien Rais berharap agar pemerintah secepat mungkin menghentikan kekerasan di Ambon, kemudian memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi serta ketenangan kepada seluru warga Maluku.

"Yang terpenting pemerintah harus menangkap provokatornya karena sesungguhnya mereka itu sudah diketahui," kata Amien.

Lima langkah

Rais mengusulkan, untuk menghentikan pembantaian ummat Islam di Kepulauan Maluku, pemerintah Gus Dur dapat segera perlu melakukan lima langkah yang dinilai efektif.

Pertama, masalah kekerasan di Ambon harus dihentikan secepat mungkin, kedua; menyantuni para pengungsi yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal, ketiga; berbicara dari hati ke hati antara tokoh-tokoh di Maluku dari berbagai agama dan etnis.

Keempat; dalam kasus Maluku tidak bisa lagi berkilah karena sudah diketahui provokator dan dalangnya, seperti diungkapkan orang yang mendalami masalah itu dan mungkin seminggu dua minggu lagi diketahui.

Yang kelima; "kita semua harus punya greget yang sama terhadap masalah Maluku dan jangn sampai dibiarkan bertele-tele sehingga memancing panasnya situsi di tempat lain, supaya tidak ada bentrokan horizontal seperti di Ambon," kata Amien.

Jika lima langkah itu dilakukan, mudah-mudahan ada cara dalam ‘menguraikan benang kusut’ di wilayah Kepulauan Maluku dengan lebih cepat lagi, jelasnya. son/mur/sry/dtk/ant


updated: Friday, January 14, 2000 11:27:49 AM

Berita Hari ini