Gus Dur-Amien ‘Baikan’

* Al Hilal Jadi Mediator

JAKARTA- Silang pendapat antara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan ketua MPR dan juga ketua umum DPP PAN Amien Rais, selesai. Bahkan presiden Gus Dur akhirnya menunjuk Menteri Transmigrasi dan Kependudukan, Al Hilal Hamdi yang asal dari PAN sebagai mediator untuk memperbaiki hubungannya dengan Poros Tengah.

Namun Amien Rais kembali mengingatkan para pembisik Gus Dur sebagai orang yang sangat tega. "Kesalahan bukan pada Gus Dur tapi informannya itu lho," ucap Amien Rais kepada wartawan, Jumat (14/1).

Hubungan Gus Dur dengan Poros Tengah sempat mendingin yang disebabkan terjadi miskomunikasi. Gus Dur sebelumnya menyatakan ada pihak yang sengaja ingin menjatuhkannya. Lontaran Gus Dur itu menanggapi adanya rapat akbar sejuta umat di Monas.

Namun Amien lantas menanggapi bahwa pertemuan Monas itu bukan untuk menjatuhkan Gus Dur. Tapi lebih untuk mengingatkan Gus Dur, khususnya terhadap berbagai masalah bangsa, khususnya kasus Ambon.

"Masalah Gus Dur dengan Amien Rais sudah clear," jelas Menkop/PKM Zarkasih Nur yang juga tokoh Poros Tengah, usai bertemu Gus Dur, di Istama Merdeka, Jumat (14/1).

Zarkasih juga membenarkan penunjukan Al Hilal sebagai mediator presiden dengan Poros Tengah. Soal ini penunjukan Al Hilal itu juga dibenarkan Wakil Ketua DPR, AM Fatwa.

Diharapkan adanya mendiator itu akan mencairkan kebekuan informasi antara Poros Tengah dengan presiden. "Gus Dur menunjuk Al Hilal sebagai jembatan untuk menyampikan segala sesuatu pada Gus Dur, termasuk soal apel akbar di Monas itu," jelas Fatwa.

Zarkasih Nur, yang juga ketua DPP PPP mengatakan penunjukan itu merupakan langkah tepat Gus Dur guna menghindari misinformasi dan miskomunikasi, seperti penilaian terhadap apel sejuta umat di Monas.

Ia menambahkan, kalau tidak ada jembatan akan berakibat sangat fatal karena miskomunikasi bisa menyebabkan saling tuduh dan semacamnya.

"Saya tegaskan, penunjukkan (Hilal) itu sangat tepat dan cukup efektif untuk membangun komunikasi harian antara Poros Tengah dengan Gus Dur karena Pak Hilal dari PAN dan PAN merupakan salah satu unsur terkuat di Poros Tengah, apalagi sebagian besar elit Poros Tengah berada di luar kabinet," ujar Zarkasih.

Lebih jauh Fatwa mengatakan, dengan adanya mediator tersebut maka dia mempersilakan semua komponen Poros Tengah menyampaikan semua permasalahan melalui AL Hilal Hamdi.

Dijelaskan, penunjukkan AL Hilal merupakan keinginan Gus Dur dan bukan inisiatif Poros Tengah. "Saat saya bertemu Gus Dur beberapa waktu lalu, Gus Dur mengatakan kalau Poros Tengah menginginkan sesuatu diminta menyampaikan lewat Al Hilal saja," kata dia.

Dengan adanya mediator tersebut, ujar Fatwa, bukan berarti ada pelarangan Poros Tengah bertemu secara langsung dengan Gus Dur. "Saat-saat tertentu, Gus Dur tetap mempersilakan kami untuk menemuinya. Gus Dur kan sering bertemu dengan Pak Amien," ujar Fatwa.

Zarkasih Nur juga menyampaikan sama. Ia mengatakan, penunjukan itu tidak berarti Gus Dur tak memberi kesempatan Poros Tengah bertemu dengannya. "Tidak berarti begitu, sebab Gus Dur tetap akan senang kalau setiap saat orang-orang Poros Tengah berkunjung ke Gus Dur, seperti saat saya melakukan beberapa waktu lalu. Jadualnya sih hanya 15 menit tapi akhirnya ngobrol sampai dua jam," ujarnya sembari tertawa.

Ketua MPR Amien Rais mengingatkan orang-orang yang memberikan bisikan kepada Gus Dur. Jika sebelumnya Amien menyebut pembisik Gus Dur sebagai orang lulusan SD, kini dia menilai pemberi bisikan kepada Gus Dur sebagai orang yang sangat tega.

"Kesalahan bukan pada Gus Dur tapi informannya itu lho," ujarnya kepada wartawan.

‘Ia mengaku sulit memberikan komentar. Pasalnya, "Kalau saya berkomentar malah lucu. Lha banyak media massa sudah menyebutkan. Andaikata bukan ribuan korbannya ya ratusan. Tapi mengapa yang dikatakan Gus Dur cuma lima orang?".

Seperti diberitakan, Gus Dur menyebutkan jumlah korban tewas di Kecamatan Galela (bukan seluruh wilayah konflik) hanya lima orang.

Namun Koordinator Kontras, Munir membenarkan pernyataan Gus Dur tersebut. "Awalnya memang lima orang yang mati di Galela, tetapi kemudian tambah dua orang karena luka berat, jadi jumlahnya ada tujuh orang tewas," ujar Munir.

Sementara itu, Ketua DPR, Akbar Tanjung juga menyayangkan pernyataan Gus Dur soal korban di Ambon. Karenanya, Akbar berharap agar Gus Dur lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang diterimanya.

"Sebagai presiden, sebaiknya menyeleksi dan memperhatikan sumber resmi dari BAKIN maupun BAIS. Kalau sumber di luar itu, presiden jangan cepat-cepat menyampaikannya. Lebih baik cek and ricek dulu," kata Akbar.

Akbar sangat berharap dalam menyampaikan masalah, presiden harus mempunyai data-data akurat sebab pernyataan presiden mempunyai dampak sangat luas.

"Presiden harus arif dan bijaksana serta betul-betul selektif dalam menerima semua informasi. Presiden jangan cepat-cepat menyampaikan masalah kalau tidak didukung data kuat," pinta Akbar. aw/mas/sry

silaturahmi

BPOST/BB

SILATURAHMI - Jajaran BPost Group dipimpin Pemimpin Umum HG Rusdi Effendi AR (memegang dagu) bersilaturahmi dengan Sekjen Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Husain Umar Sastranegara (ketiga dari kanan). Silaturahmi dihadiri pula oleh Ketua MUI Banjarmasin KH Husin Naparin, MA (kedua dari kanan) dan Pengasuh Ponpes Al Mursyidul Amin Gambut KH Ahmad Bakeri (paling kanan). Berita selengkapnya


Saturday January 15, 2000 11:52:43 AM

Berita Hari ini