Hasan Aman Tergusur

* Syamsul Muarif Cagub

BANJARMASIN - Langkah Gubernur Kalsel H Gusti Hasan Aman berpacu dalam pemilihan orang nomor satu di propinsi ini terhenti. Posisinya tergusur oleh H Syamsul Muarif BA, yang sekarang menduduki jabatan ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI.

Kenyataan yang cukup mengejutkan ini muncul dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, Sabtu (15/1), di mana saat itu semua fraksi -- FPG, Fraksi Amanat Bangsa (FAB), Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP), FPPP -- kecuali Fraksi TNI/Polri, mengajukan nama pasangan yang dicalonkan sebagai Gubernur Kalsel periode 2000-2005.

Untuk mendampingi Syamsul Muarif, FPG yang beranggotakan 18 orang mengajukan Kepala Dinas PU Kalsel Ir Syarifudin Basri sebagai calon wakil gubernur.

Ketua Fraksi Partai Golkar Kalsel Addy Chairuddin Hanafiah kepada wartawan mengungkapkan alasan mereka tidak mencalonkan kembali Hasan Aman semata-mata didorong keinginan menampilkan kader baru.

"Sejak proses kememimpinan beliau mulai dari wakil gubernur, beliau adalah kader terbaik Golkar yang sampai saat ini kami banggakan. Dan kami kira, itu cukup dalam proses kepemimpinan beliau sampai sekarang. Kita semua tentu menginginkan sesuatu yang baru," katanya seraya menambahkan, fraksinya akan berusaha memperjuangkan posisi yang lebih tinggi bagi Hasan Aman.

Tokoh Kalsel lain yang juga dicalonkan sebagai gubernur adalah Ketua Bappeda Kalsel Prof Dr Ir Ismet Ahmad MSc. Dengan kekuatan 11 anggota, FAB menyertainya dengan Ir HM Thamrin Anward, dosen FT Unlam.

Ketua Fraksi Amanat Bangsa H Hijaz Yamani mengemukakan, rakyat Kalsel sudah menunggu-nunggu pasangan yang benar-benar memiliki pengetahuan dan dedikasi untuk mewujudkan otonomi daerah, bertanggung jawab dengan menekankan pada prinsip-prinsip demokrasi, peranserta masyarakat, pemerataan dan keadilan, memperhatikan dan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki daerah bagi kemakmuran rakyat.

FPDIP yang juga memiliki kekuatan sama yakni 11 anggota, untuk duet gubernur dan wakilnya dipilih H Knach Noor Ajie (Bupati Tapin) dan H Bachruddin Syarkawi (Ketua PDIP Kalsel).

Ketua fraksinya M Yusrie Asaid mengatakan, pemilihan tersebut sudah sesuai dengan SK DPP serta diputuskan melalui rapat kerja daerah. Namun demikian dia tak memberikan alasan yang jelas mengenai penunjukan Knach dan Bachruddin.

Selanjutnya, Fraksi PPP yang beranggotakan 9 orang menetapkan calon gubernur Drs HM Sjachriel Darham (Ketua BKPMD Kalsel) dan calon wakil gubernur H Husin Kasah BA (Ketua DPW PPP Kalsel). Menurut Ketua FPPP Drs HM Fachrurazi LC, keduanya dipandang kemampuan bisa bekerja sama, mengingat yang satu dari birokrat dan wakilnya dari politisi.

F TNI/Polri tidak mengajukan calonnya atas dasar pasal 36 ayat (2) UU nomor 22 tahun 1999 dan pasal 7 ayat (2) Peraturan Tatib DPRD Kalsel dan juga menjaga netralitas TNI/Polri. Namun keenam anggota fraksi tetap akan memilih pasangan yang diajukan dan ditetapkan fraksi-fraksi lain.

Ucapan Ketua F TNI/Polri Bambang Merdiko SIP ini langusng mendapat tepukan tangan serempak dari seluruh hadirin, di antaranya Danrem 101/Antasari Kolonel Kav Bahir Alamsyah, anggota MPR utusan daerah Kalsel H Syamsiwal Qamar, Ketua DPRD Kalsel H Mansyah Addryans, Ismet Ahmad, Drs HM Sjachriel Darham, H Husin Kasah BA, H Bachruddin Syarkawie, dan Asisten I Sekwilda Drs H Asnawie Djumberi.

"Dari awal sudah dikemukakan netralitas TNI/Polri dan itu adalah suatu yang terbaik," ujar Danrem Bahir Alamsyah, menanggapi sikap fraksi tersebut seusai rapat.

Namun perlu diingat, tegas Bahir, pihaknya tidak ada sedikit pun mencampuri kerja fraksi. "Itu pantang bagi kami, sepenuhnya diserahkan ke fraksi," tandasnya

Sementara Fraksi P Golkar mengaku mengajukan wajah baru, berjiwa reformis, masih berusia relatif muda dan enerjik namun memiliki kematangan dalam pengalaman, berwawasan luas, serta visi dan misi yang jelas, konkret untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat Kalsel di masa mendatang dan merupakan kombinasi politisi bersama birokrat. dla/ht 


Sunday January 16, 2000 03:47:02 AM

Berita Hari ini