Kalau Gawat, Mega Diangkut Panser

JAKARTA- Polri menyatakan akan bertindak tegas termasuk menembak siapa saja yang berusaha membuat kerusuhan saat Wapres Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan Senin (24/1) berkunjung ke Ambon. Namun jika muncul kerusuhan, telah disiapkan panser tahan peluru untuk mengevakuasi Megawati.

"Jika kondisinya membahayakan keselamatan wapres, maka Polri terpaksa mengamankan dengan memasukkannya ke dalam panser," ungkap Kadispen Polri Brigjen Pol Erald Dotulong, Minggu (23/1).

Menjawab ‘peringatan’ Ketua Lerai Thamrin Amal Tomagola agar Megawati mengurungkan niatnya pergi ke Ambon, jenderal bintang satu ini mengaku tak tahu latar belakang informasi tersebut. "Tapi, polri akan kerahkan segala daya untuk pengamanan Ibu Mega," katanya.

Seperti diberitakan harian ini, (BPost, 23/1) sosiolog UI Tamrin Amal Tamagola mengingatkan agar Wapres Megawati membatalkan kunjungan ke Ambon karena kedatangannya telah dinilai kelompok-kelompok di sana sebagai mengambil keuntungan politik bagi PDIP.

Namun menurut Brigjen Dotulong berbagai kekuatan politik telah mengekploitir kasus Ambon dan hal ini telah mengakibatkan situasi di sana rawan konflik. Diakuinya, kerawanan konflik di Ambon sangat tinggi karena masyarakat mudah terpancing untuk timbulnya kerusuhan baru.

Menurutnya, hal itu disebabkan dendam yang sifatnya akumulatif sehingga rawan untuk terjadinya balas membalas. "Ini yang membuat situasi di sana tetap panas, ditambah karakter orang Timur yang cepat panas juga."

Namun demikian, tukas dia, hal itu bukan menjadi alasan karena Polri tetap siap mengamankan Wapres Megawati yang bertujuan positif untuk kedamaian di Ambon.

"Terpenting adalah niat sungguh-sungguh dari pemerintah pusat dalam menyelesaikan konflik di sana. Sebab, sekarang ini kan harus berlomba antara meletusnya kembali amarah dengan kecepatan pemerintah untuk menyelesaikan kasus di sana," ujarnya.

Karena itu, Dotulong melihat semakin cepat kedatangan Wapres Mega ke Ambon akan semakin bagus sebagai upaya menciptakan perdamaian di sana. "Pokoknya, Polri sudah siap mengamankannya," kata kadispen.

Menjawab cara pengamanan, ia mengatakan, Polri akan bertindak tegas sesuai keinginan masyarakat yang minta kepastian penegakkan hukum dan rasa aman melalui tindakan tegas aparat.

Tindakan tegas itu, menurutnya, hingga tembak di tempat sesuai prosedur yang ada. "Sekali lagi, Polri melakukan itu karena sesuai keinginan masyarakat. Kalau Polri tak mendapat dukungan masyarakat, tentu Polri tidak akan melakukan."

Untuk itulah, tandasnya, kalau ada yang coba-coba membuat kerusuhan di Ambon saat wapres berkunjung ke sana maka Polri tak segan-segan melakukan tindakan tembak di tempat. aw


updated: Monday, January 24, 2000 02:38:09 PM

Berita Hari ini