JAKARTA- Beberapa orang anggota DPR dan wartawan di lingkungan gedung DPR, kemarin (27/1), menerima fotokopi berisi tentang kepemilikan panti pijat Dusti Thani di Jakarta milik Kwik Kian Gie yang kini sebagai Menko Ekuin.
Disebutkan, semula PT dengan penanggung jawab Lukas Kutarjo, orang kepercayaan Kwik Kian Gie itu dengan tujuan mulia untuk kepentingan pariwisata. Namun ternyata perusahaan panti pijat itu melayani rekan-rekan bisnis dari Kwik Kian Gie ketika itu.
Kwik Kian Gie kemudian menjual panti pijat yang terkenal itu, yakni seluruh sahamnya sebanyak 32 saham masing-masing kepada pengusaha wanita Chalwow Chang Phoo sebanyak 20 atau Rp 2 juta dan Gunawan Hadinata 12 saham atau Rp 1,2 juta.
Dalam sebuah risalah rapat bernomor 280 yang dibuat notaris Ridwan Suselo pada 16 Desember 1983, disebutkan Kwik Kian Gie melepas seluruh sahamnya pada bisnis maksiat itu.
Bisnis prostitusi itu sebenarnya merupakan bentuk pelayanan lain yang diberikan Kwik kepada relasi bisnisnya, baik di kalangan pengusaha sendiri maupun kepada oknum-oknum pejabat tertentu.
Menurut Bagian Penertiban Pemda DKI Jakarta, Dusit Thani merupakan usaha yang bergerak di bidang steambath sejak 1970 hingga kini.
Sementara Chalwow Chang Phoo ketika dikonfirmasi kemarin, membenarkan bahwa dirinya membeli usaha panti pijat dan steambath itu dari Kwiek Kian Gie yang kini menjadi seorang menteri di pemerintahan Gus Dur.
"Panti pijat ini memang saya beli dari pak Kwik, dia memang baik dan hingga kini beliau masih membantu saya," kata Ny Phoo.
Ny Phoo sendiri mengaku bisnisnya menguntungkan. Pengalihan bisnis itu oleh Kwik kepada mitra barunya, ternyata berbau manipulasi dalam bentuk pajak.
"Tak mungkin usaha itu dijual seharga dua juta (2.000.000), pasti lebih dan kini perlu diusut," ujar seorang pengusaha panti pijat lainnya yang merasa selama ini tersaingi oleh Dusit Thani.sug/as/ars/sry
updated: Friday, January 28, 2000 11:15:35 AM