JAKARTA- Presiden Abdurrahman Wahid mulai hari ini (28/1) melakukan serangan kunjungan ke Asia dan Eropa. Negara pertama yang disinggahi Gus Dur adalah Arab Saudi sekaligus dia melakukan umroh.
"Saya akan melakukan umroh, disamping melakukan kunjungan kepada Raja Fahd," kata presiden yang lebih suka disapa Gus Dur, tadi malam.
Gus Dur menempatkan Arab Saudi sebagai tujuan pertamanya kartena memberikan arti penting kepada perkembangan Islam. Negara Saudi Arabia atau Mekah dan Medinah adalah salah satu diantara pusat-pusat Islam di dunia ini.
"Mudah-mudahan di Indonesia lambat laun akan menjadi pusat Islam dengan sendirinya," tambahnya.
Dari Saudi Arabia, Gus Dur menuju Davos, Swiss menghadiri Konvensi Ekonomi Kepala-kepala Negara, dan ahli-ahli ekonomi. Di sana Gus Dur akan menyampaikan papernya.
Perjalanan selanjutnya ke Inggris bertemu Perdana Menteri Tony Blair meminta disamping soal-soal penanaman modal, juga agar negeri itu memveto di Dewan Keamanan PBB jika akan malakukan pengadilan internasional atas pimpinan TNI yang diduga melanggar HAM.
Bertemu Paus.
Presiden akan terus ke Paris untuk bertemu PM Jacques Chirac, untuk hal serupa. Gus Dur lalu akan pergi ke negeri Belanda, untuk melihat agar Belanda maupun orang -orang Indonesia tidak keliru mengenai RMS, karena RMS sekarang bukan RMS dulu.
Dari Belanda, Gus Dur menuju Bonn dan Berlin untuk bertemu dengan Kanselir Gerhard Schroeder. Dari Bonn Gus Dur melanjutkan perjalanan ke Italia, untuk bertemu dengan Perdana Menteri Italia.
"Besoknya, saya akan berangkat menemui Sri Paus di Vatikan, itu beberapa jam saja. Setelah itu saya akan ke teman lama saya di Praha, Republik Cheko, Presiden Vaclav Havel," ujarnya.
"Dia itu pejuang hak-hak asasi manusia, yang tangguh, pernah masuk penjara, dan sebagainya untuk memperjuangkan demokrasi. Dan dia itu sangat beragama," tambahnya.
Kemudian dari Belgia, Gus Dur melanjutkan lawatan ke India, dimana ia akan memperoleh gelar Doktor Kehormatan di Universitas Jawaharlal Nehru.
Dari India Gus Dur ke Korea Selatan menghadiri upacara perkawinan massal di stadion. "Saya akan ketemu dengan guru saya, Kim Dae Jung," katanya. csm
updated: Friday, January 28, 2000 11:16:10 AM