JAKARTA- Megawati Soekarno Putri menyatakan siap kembali memimpin PDI Perjuangan (PDI-P) bila para peserta Konggres PDI-P I, 29-31 Maret mendatang di Semarang, menghendakinya menjadi ketua umum partai berlambang banteng kekar dalam lingkaran itu.
"Insya Allah, jika para peserta kongres nanti menghendaki saya, Megawati Soekarno Putri menjabat lagi sebagai ketua umum partai, saya siap menerima tugas itu," kata ketua umum DPP PDI-P dihadapan sekitar 80 ribu massa pendukungnya yang memadati Stadion Utama Senayan, Kamis (27/1).
Pernyataan Mega itu, disambut tepuk tangan panjang dan teriakan bernada mendukung dari massa pendukung partai pemenang pemilu 1999 itu. Kesediaan Mega memimpin kembali partai berlambang banteng kekar dalam lingkaran itu, diungkapkan dalam pidato sambutan dalam rangka HUT PDI-P ke-27.
Megawati mengungkapkan kesediaannya, setelah Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta, Roy BB Janis, dengan tegas menyampaikan permintaan agar Megawati bersedia dicalonkan sebagai sebagai ketua umum dalam Konggres PDI-P I, 29-31 Maret 2000 di Semarang.
"Setuju nggak?" kata Roy kepada segenap massa yang hadir, yang disambut teriakan tanda setuju.
Roy mengatakan, kendati berniat mencalonkan kembali Megawati bukan berarti menghalangi bila ada calon lain. Asalkan, pencalonan dilakukan sesuai mekanisme dalam konggres yang demokratis.
Selanjutnya, Megawati mengatakan keputusan tersebut telah dipertimbangkannya dengan hati-hati. Sebab, ia menilai di masa mendatang PDI-P masih bisa mengkonsolidasikan diri dengan baik. Itu sebabnya, ia meminta agar pemilihan ketua umum dilakukan sesuai aspirasi warga PDI-P.
Taslam dukung Eros
Secara terpisah Wakil Sekjen PDI-P, Haryanto Taslam, menyatakan tetap mendukung Eros Jarot sebagai kandidat ketua umum PDI-P dalam konggres mendatang. Kendati ia mengaku didukung kader muda PDI-P sebagai kandidat ketua umum.
"Saya dan Eros tetap maju terus. Saya didukung kader PDI-P tapi saya mendukung Eros, saya tiru ilmunya Gus Dur," katanya, semalam.
Menanggapi kesediaan Megawati, ia menyatakan setiap kader PDI-P berhak mencalonkan diri sebagai ketua umum. Termasuk dirinya, Eros Jarot, dan Megawati sendiri.
"Itulah buah dari kepemimpinan Megawati, dalam membangun demokratisasi terhadap kader dan bangsanya," tukas Taslam.
Taslam bahkan mengingatkan Megawati agar lebih mengkonsentrasikan diri dalam tugas besar sebagai wapres. Mengenai urusan partai serahkan saja kepada kader yang lain.
Lebih lanjut Megawati menginstruksikan agar segenap warga PDI-P bersiap-siap menyongsong konggres yang akan datang dengan disiplin yang tinggi. Sehingga menunjukkan bahwa PDI-P adalah partai yang dicintai dan didukung rakyat.
"Meskipun belum berlangsung saya ucapkan selamat berkonggres," katanya.
Gus Dur bersyukur
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pun menanggapi kesediaan Megawati mempimpin kembali PDI-P, dalam pidato sambutannya. Gus Dur ikut bersyukur sebagai saudaranya, Megawati masih dipercaya mempimpin PDI-P.
"Saya tidak mau campur tangan urusan PDI-P, maka itu tidak mau mengusulkan beliau menjadi apa karena berarti campur tangan. Nanti Bang Akbar dan Pak Matori bisa marah, belum lagi yang lain-lain," ujar Gus Dur.
Pernyataan Gus Dur itu, sempat membuat Ketua DPR Akbar Tandjung yang hadir dalam acara itu tersenyum. Selain menjabat ketua DPR RI, Akbar juga menjabat ketua umum DPP partai Golkar.
Gus Dur mengatakan tidak pernah goyang kepercayaannya kepada Megawati sejak dulu. Bahkan, ia telah melakukan apa saja untuk mempertahankan Megawati.
"Boleh tanya siapa saja, boleh lihat apa saja. Apa yang saya lakukan untuk mempertahankan dia," ujarnya.
Pengamat politik Dr Fachry Ali menilai kesediaan Megawati dipilih kembali sebagai ketua umum adalah hal yang wajar. Karena menurutnya Megawati tidak cukup kuat hanya sebagai wapres tanpa sebagai pimpinan parpol.
"Dua keinginan itu bertemu. Mega perlu rentang pengamanan politiknya dan massa PDI-P masih perlu Mega," ujarnya.
Pernyataan Megawati itu, katanya, secara siginifikan tidak banyak menyebabkan pertentangan. Sebab untuk ukuran PDI-P, Megawati dinilainya masih terkuat. "Mega akan terpilih lagi dan Eros Jarot akan kalah. Kalau ini percaya sama saya."
Sementara Ketua DPD PDI-P Jatim, Sutjipto mengaku optimis Megawati terpilih kembali meskipun ada kader lain yang mencalonkan diri. Sebab para pesaing itu tidak akan menandingi dukungan terhadap Megawati.
"Sebagai kader Eros berhak tampil, tapi akan sia-sia karena dia tidak akan didukung," katanya.
Pernyataan senada diungkapkan Ketua DPP PDI-P, Soetardjo Soerjogoeritno. Menurut Soetardjo, dukungan terhadap Megawati masih sangat kuat sehingga tidak heran bila memang masih kuat untuk terpilih kembali sebagai ketua umum. Tapi apa pun hasilnya diserahkannya kepada forum konggres mendatang. opi/sji/aw/asm/tya/sry/dwschs/tris
updated: Friday, January 28, 2000 11:16:38 AM