PNS Lebih Untung Terima Duit

BANJARMASIN - Ketua Korpri Kalsel Ir H Husni Thamrin Djaja menyatakan, PNS telah mempertimbangkan dengan matang bahwa lebih baik terima duit daripada beras. Soalnya selama ini banyak yang kualitasnya jelek daripada baiknya.

Apalagi, ujarnya, selama dua bulan terakhir salah satu kabupaten telah melaporkan jatah beras yang diterimanya tidak layak untuk dikonsumsi, bayangkan saja ayam menolak diberikan beras tersebut atau tidak mau memakannya.

"Meskipun harga beras nantinya mahal tetap masih untung terima duit dibandingkan beras. Karena sesuai daftar gaji harga beras per kg Rp 2.645, sedangkan kalau dijual ke pasaran berkisar antara Rp 1.000 sampai dengan Rp 1.500," ujar Husni di ruang kerjanya Kamis (27/1).

Kalau laku dijual Rp 1.500 PNS sudah rugi Rp 1.145, apalagi sampai hanya bisa dijual harga Rp 1.000. Apabila menerima duit dan membeli beras di pasar harga Rp 3.500 akan mengalami rugi cuma Rp 855. "Pada saat sekarang ini kan harga beras murah dan dengan terima uang yang sesuai daftar gaji itu akan menguntungkan," tandasnya.

Karena itu, ujar Husni, apapun yang terjadi korpri tetap mengusulkan dan menginginkan lebih baik terima duit dibandingkan beras. Bahkan PNS sudah sepakat akan menanggung resiko yang akan terjadi, seandainya harga beras di pasaran mahal.

Husni menandaskan, menurut perhitungan, Kalsel surplus beras dan tidak mungkin akan kekurangan. Jadi bagaimanapun dan apapun terjadi korpri tetap memperjuangkan keinginan PNS untuk terima duit sesuai daftar gaji.

Tetapi, Husni yakin usulan akan terpenuhi, apalagi pada saat Undang-undang 22 tahun 1999 sudah diberlakukan. "Kalau sudah berlaku pusat kan tidak mencampuri lagi urusan daerah," ujarnya.

Husni merasa heran juga, jatah beras yang diterima PNS lebih banyak yang jeleknya dibandingkan baiknya, tetapi untuk jatah ABRI beda yaitu hampir tidak pernah menerima kualitas jelek.

Sebelum usulan korpri tersebut dipenuhi, Husni mohin kepada Dolog Kalsel, jatah beras PNS kualitasnya terbaik untuk yang ada di dolog. Jangan sampai stok yang sudah lama dibagikan, maksudnya yang baru datang disimpan dan sudah lama dibagikan kepada PNS, katanya. nd


updated: Friday, January 28, 2000 11:17:52 AM

Berita Hari ini