JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan, tugas utama koperasi sebagai sebuah lembaga ekonomi adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan bukannya membagi-bagikan uang seperti lembaga sosial.
"Tugas koperasi adalah mencari duit dan bukannya membagi-bagi duit," kata Gus Dur di Istana Negara, Kamis, ketika membuka Raker Departemen Koperasi.
Pada acara yang dihadiri Menko Polkam Wiranto, Menkop Zarkasih Nur serta mantan Menkop Bustanil Arifin, Gus Dur menegaskan bahwa pencarian keuntungan atau laba hanya merupakan satu-satunya kriteria untuk menentukan berhasil atau tidaknya koperasi. "Koperasi hanya mencari untung. Tidak ada ukuran lain," kata Gus Dur.
Presiden kyang didampingi Wapres Megawati Soekarnoputri juga menambahkan, "Hanya dengan keuntungan, kita bisa menunjukkan bahwa koperasi adalah sebuah usaha ekonomi dan bukannya usaha sosial".
Karena itu, Kepala Negara berpendapat bahwa tugas Departemen Koperasi saat ini sangat berat karena harus membantu gerakan koperasi untuk maju.
"Kalau gerakan koperasi sudah maju maka baru Departemen Koperasi tidak diperlukan lagi," kata Gus Dur kepada para tokoh gerakan koperasi dari seluruh tanah air.
Gus Dur minta para tokoh dan pengurus koperasi untuk belajar dari gerakan sejenis di luar negeri seperti AS dan juga Israel. Di AS ada sebuah koperasi yang hanya memiliki tiga pengurus di kantor dan sekitar 15 petugas lapangan mampu mengelola listrik desa di lima negara bagian. "Tempat untuk mempelajari koperasi secara mendalam adalah Israel. Perkara anda bisa pergi ke sana atau tidak, maka itu urusan anda dan bukan urusan saya,"kata Gus Dur.
Ia mengatakan pula, dalam hal ini harus dibedakan antara masalah ekonomi dengan politik.ant
updated: Friday, January 28, 2000 11:18:03 AM