Kereta Api Kalimantan Ditentukan Februari

BANJARMASIN- Jadi tidaknya rencana pembangunan jalur kereta api yang meliputi empat wilayah negara yaitu Brunei, Malaysia, Indonesia dan Philipina akan ditentukan pada pembicaraan yang direncanakan kembali digelar Februari mendatang.

"Pembicaraan itu tinggal mencari kesepakatan tiap-tiap negara anggota terhadap share yang diminta pihak kontraktor (Jerman) sebesar 300 juta US dolar," ujar Ketua Bappeda TK Kalsel, Prof Dr Ismet Ahmad MSc, Selasa (25/1).

Pembicaraan yang intinya untuk mencari kesepakatan dari tiap negara dalam rencana pembangunan rel yang dikenal dengan sebutan Pan Borneo-Mindanaou Railways System yang merupakan program bersama BMIP-EAGA (Brunei, Malaysia, Indonesia, Philipina - East Asian Growth Area), merupakan lanjutan setelah sebelumnya pertengahan November 1999 belum terlaksana karena negara kita pada waktu itu menyatakan belum siap.

Dengan begitu, ia katakan sebetulnya tinggal satu langkah lagi dalam merealisasi proyek itu. Kendati begitu, dikatakannya proyek itu bisa juga tertunda kalau salah satu negara tidak siap atau sepakat.

Di lain pihak, Ismet merasa yakin ketiga negara selain Indonesia akan antusias terhadap proyek ini dan akan siap melaksanakan pembicaraan ini nanti.

"Dari dulu ketiga negara itu sudah siap dengan pelaksanaan proyek ini, tinggal sikap Indonesia saja," katanya.

Disinggung kembali sikap Indonesia, ia katakan persoalan yang menimbulkan kesan pemerintah pusat kurang serius terhadap proyek terkait juga dengan sistem sentralistik yang dianut negara kita. rai


updated: Friday, January 28, 2000 11:18:30 AM

Berita Hari ini