BANJARMASIN - Masyarakat daerah Panjungkat dan Palanduk yang ada di wilayah Desa Jujang Kecamatan Kunji Kabupaten Barito Utara Kalteng, kini resah. Mereka mulai saling curiga terhadap sesama warga.
Pasalnya kata seorang sumber yang datang ke BPost Kamis (27/1), sebagian besar atau bahkan bisa dikatakan semua orang di daerah itu mempunyai senjata api. Senjata yang dijual secara bebas ini terdiri atas berbagai jenis dan diduga buatan Malaysia.
Menurut sumber ini, orang-orang yang membawa senjata api itu menganggapnya sebagai mainan. Senjata yang seharusnya hanya boleh dipegang oleh aparat keamanan dibawa kemanapun mereka pergi, tanpa sembunyi-sembunyi dan tanpa takut dengan petugas keamanan. Dan apabila ada timbul perselisihan, mereka tidak segan-segan mengacungkan senjata.
Ketika ditanyakan apa tindakan petugas keamanan, sumber mengatakan petugas keamanan di sana tidak dapat berbuat apa-apa. Aparat setempat takut terjadi sesuatu terhadap mereka maupun keluarga, juga karena di sana tempat mereka mencari makan.
Karenanya, ia dan warga daerah itu, sangat berharap aparat keamanan dan pihak-pihak yang terkait, segera menangani masalah tersebut, karena mereka selalu merasa resah dan tidak aman.
Menanggapi keluhan ini, Wakapolres Barut Mayor Pol Sudrajad, yang dihubungi via telepon, mengatakan pihaknya belum pernah menerima laporan adanya warga Desa Jujang yang membawa senjata api.
Selain itu pihaknya juga tidak pernah mendapat laporan dari petugas di sana adanya penangkapan warga yang tertangkap tangan saat membawa senjata api. Yang pernah ditemukan oleh pihaknya hanya "dum-duman" yang dirakit.
Diakuinya, baru-baru ini di daerah itu memang terjadi tindak kriminal dengan senjata api namun ia tidak bisa menyebutkan berapa hukuman yang pasti bagi pelaku kejahatan dengan senjata api. Tergantung UU darurat yang berlaku saat itu, tuturnya.
"Kami memang tidak pernah melakukan pemeriksaan atau razia, tapi kami tetap waspada," ujarnya.
Karena masih tergolong orang baru di lingkungan itu, ia belum pernah meninjau daerah tersebut, karena jaraknya cukup jauh, sekitar delapan jam menggunakan speedboat, baru sampai di desa Jujang. cg
updated: Friday, January 28, 2000 11:18:59 AM