Polresta Sebar Seluruh Personil

BANJARMASIN - Untuk mencegah maraknya aksi kejahatan yang terjadi di Banjarmasin, Polresta Banjarmasin mulai menurunkan seluruh personilnya ke tempat-tempat strategis dan rawan di seluruh kawasan kota ini.

Jadi jangan heran apabila setiap hari melihat banyak polisi berkeliaran di sepanjang jalan-jalan Banjarmasin, hal ini dimaksudkan untuk melakukan tindakan prepentif terhadap setiap aksi kejahatan.

Kapolresta Banjarmasin Letkol Pol Drs Anang Ardiansyah yang didampingi Kapuskodalopsnya Kapten Pol Agus Surya Nugroho, Rabu (26/1), menyatakan pengerahan seluruh personil ini untuk menekan jumlah kejahatan yang terjadi di wilayah hukumnya.

"Setiap pukul 07:00 Wita hingga 09:00 Wita, jajaran polresta akan selalu berada di titik-titik rawan di wilayah Banjarmasin ini," ujar Kapolresta.

Tindakan ini, menurut Kapolresta, dilakukan agar masyarakat merasa terlindungi dengan kehadiran aparat kepolisian di wilayah mereka, dan apabila ada tindak kejahatan yang terjadi dapat segera di selesaikan.

Menurutnya, setiap selesai apel pagi para anggota mulai dari kepala satuan hingga anggota Kamra akan diterjunkan kelapangan, dan sekitar pukul 08:55 Wita mereka akan dijemput lagi untuk melakukan apel.

"Tapi pengerahan anggota kelapangan tidak selalu pada waktu itu, setiap minggu akan dilakukan evaluasi jumlah kejahatan yang terjadi. Apabila perlu, waktu keberadaan anggota di lapangan akan berubah bahkan malam hari," katanya.

Tembak di tempat

Sehubungan dengan banyaknya aksi tindak pidana yang dilakukan dengan kekerasan, Anang Ardiasyah menandaskan telah memerintahkan kepada seluruh personilnya untuk melakukan tembak di tempat.

"Kalau penjahatnya melawan dan mengancam keselamatan jiwa petugas dan masayarakat maka tidak ada salahnya dilakukan tembak di tempat," tegas Anang .

Meski demikian, lanjutnya, perintah tembak di tempat tersebut bukan berarti petugas langsung melakukan penembakan, tetapi tetap memetahui prosedur yang berlaku, seperti mengeluarkan tembakan peringatan terlebih dahulu.

Perintah ini ujar Kapolres tidak berarti tingkat kriminal pada 1999 di wilayah hukum Polresta Banjarmasin mengalami peningkatan. Bahkan dibandingkan periode sebelumnya tingkat kriminal mengalami penurunan drastis.

"Seringnya terjadi tindak kriminal perkelahian yang korbannya dilarikan ke rumah sakit, jangan langsung diartikan tindak kriminal mengalami peningkatan. Namun harus dilihat secara keseluruhan. Sebab dari data yang ada sekarang di Polresta secara keseluruhan malah mengalami penurunan," ujarnya tanpa merinci porsentase data yang dimaksud.

Meski demikian, Anang tidak membantah munculnya modus operandi baru dalam tindak pidana perampasan sepeda motor yang dilakukan dengan kekerasan. Menurutnya pihak kepolisian akan terus berupaya sekuat tenaga memerangi masalah ini.

Namun demikian pesan dia, agar warga terutama pemilik sepeda motor lebih berhati-hati jika mengendarai sepeda motor di jalanan dan selalu waspada terhadap orang yang dianggap mencurigakan.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, sebagian besar pelaku kriminal yang tertangkap adalah residivis. Dan setelah keluar dari tahanan mereka kembali melakukan aksinya.

"Hal ini terjadi setelah keluar dari penjara mereka tidak memiliki keterampilan sehingga bingung untuk mencari lapangan pekerjaan," tandasnya.may/uu


updated: Friday, January 28, 2000 11:19:19 AM

Berita Hari ini