PALANGKA RAYA- Isu money politic dalam pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng semakin santer. Bahkan kini beredar daftar 31 anggota dewan yang ikut bermain politik uang itu.
Namun, isu tersebut mendapat bantahan keras dari dua anggota dewan yang berasal dari PAN bahkan mereka siap disumpah pocong.
Kedua anggota dewan tersebut Drs H Rinco Norkim dan Hang Alisaputra Syahpahan. Mereka keberatan terhadap pencatutan namanya yang tercantum dalam daftar 31 anggota dewan yang telah menerima travel cek masing-masing senilai Rp100 juta.
"Dalam pemilihan gubernur dan wakilnya, saya tidak pernah menerima apapun dan dari manapun, baik berupa uang maupun bentuk lainnya," tegas Hang Alisaputra, kepada wartawan Kamis (27/1).
Merasa harga diri dan namanya dicemarkan, Hang Ali meminta klarifikasi berupa pernyataan dari Assi D Dangan, ketua Fraksi PDI-P Kalteng yang bertanggung jawab terhadap daftar nama yang beredar itu.
"Saya tidak benar menerima travel cek tersebut, ataupun bentuk lainnya," Hang Ali kembali menandaskan.
Ali juga membantah pernah membicarakan tentang dukungannya terhadap calon gubernur Kalteng atas nama Prof KMA Usop MA.
Kendati klarifikasi sudah dilakukan, Hang Ali tetap meminta masalah money politic ini diusut tuntas, sehingga permasalahan ini transparan dan masyarakat tahu siapa yang sesungguhnya melakukan praktik kotor tersebut.
"Untuk itulah, saya meminta supaya pemeriksaan ini dilakukan aparat berwajib dari luar Kalteng. Sehingga tidak ada alasan lagi, curiga-mencurigai," tutur pemilik Swalayan Telaga Biru kota Cantik Palangka Raya tersebut.
Selain itu, dia mengharapkan, pemeriksaan memakai alat pendeteksi alat kebohongan. Supaya keakuratan pemeriksaan dapat terjamin.
Dia menegaskan, berdasarkan Undang-undang nomor 22 pada pasal 28 ayat 1 bahwa pemeriksaan anggota dewan tingkat I harus seizin mendagri. Namun, demi demi itikad baik, aturan itu bisa diabaikan.
"Saya orang pertama yang siap diperiksa tanpa izin dari menteri dalam negeri dan sanggup membuat pernyataan bahwa pemeriksaan itu sah," tegasnya.
Sumpah pocong
Sementara Drs Rinco Norkim menyatakan, siap disumpah pocong untuk membuktikan bahwa dirinya tidak pernah menerima satu rupiah pun uang dalam pencalonan gubernur dan wakilnya beberapa waktu lalu.
Wakil ketua DPRD ini sangat menyesalkan sampai terjadi adanya isu money politic yang menodai pemilihan gubernur dan wakilnya.
"Demi Tuhan saya, tidak pernah menerima apapun yang berkaitan dengan masalah pencalonan gubernur dan wakilnya. Dan, besok pun saya siap diperiksa, dan bila terbukti siap mundur dari anggota dewan," tantang mantan Pembantu Rektor II Unpar ini. sut
updated: Friday, January 28, 2000 11:19:56 AM