MUARA TEWEH - Akibat musim hujan yang berkepanjangan dalam tiga bulan terakhir ini, mengakibatkan banyak ruas jalan di Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan sumber BPost, kerusakan jalan ini tidak saja pada proyek jalan yang dikerjakan melalui APBD I dan II, bahkan yang dibiayai APBN juga mengalami nasib serupa.
Misalnya, ujar sumber itu proyek jalan Simpang Benangin - Lamopeong yang belum lama ini didemo warga masyarakat setempat untuk minta diperbaiki tak luput dari kerusakan akibat guyuran hujan yang terus-menerus.
Sinyo, salah satu rekanan di Muara Teweh, kemarin justru khawatir jika musim hujan terus-menerus mengguyur daerah ini, sejumlah proyek jalan dan jembatan mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya.
Hal ini lanjut dia, selain disebabkan kesulitan memobilisasi alat-alat berat, pihaknya juga mengalami hambatan dalam melakukan hamparan material dan pengaspalan.
Diperoleh keterangan, sejumlah rekanan yang sudah menandatangani kontrak, terpaksa kalang kabut untuk mengejar target penyelesaian proyek jalan tersebut. Lantaran sejak bulan Oktober 1999 s/d Januari 2000 hujan terus mengguyur di daerah ini.
Praktis dalam empat bulan terakhir ini sejumlah kontraktor jalan dan jembatan terpaksa lebih banyak beristirahat, karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, ujar Sinyo lagi.
Kasi Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Daerah [PUD] Barut Ir Fakhriady Yusran membenarkan terjadinya kerusakan sejumlah ruas jalan, baik ruas jalan di dalam kota kabupaten maupun di sejumlah kecamatan.
"Bayangkan dalam empat bulan terakhir ini, hari yang tidak hujan bisa dihitung jari. Dalam kondisi tersebut tidak mungkin memaksa rekanan untuk bekerja. Sebab, kalau dipaksa hasilnya juga pasti tidak memuaskan," ujarnya memberikan alasan.
Namun pihaknya tetap meminta rekanan untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai batas waktu yang ditentukan, yang penting proyek bisa selesai tepat waktu," tegasnya.
Adi menjelaskan proyek jalan uang kini mengalami kerusakan, yakni pemeliharaan ruas jalan Puruk Cahu - Tahujang Untu - Datah Koto sepanjang kurang lebih 14,700 km dalam rencana awal penanganannya hanya sekitar 570 meter.
Ternyata setelah terjadi musim hujan kerusakan ruas jalan bertambah menjadi 4 km. "Kalau sebelumnya hanya lapisan atas jalan yang terkelupas, kini sampai pondasi. Bahkan volumenya juga bertambah panjang," paparnya.
Hal yang sama juga terjadi pada ruas jalan Konot - Saripoi (Kecamatan Tanah Siang) sepanjang 15,5 km. Pada tahap awal perencanaan perbaikan hanya diperhitungkan kurang lebih 2 km, ternyata 4 km. Bahkan, katanya kerusakan cukup parah sudah sampai pada base [tanah dasar - sub grade]. "Ini semua memerlukan tambahan dana yang tidak sedikit."
Dia khawatir ancaman hujan ini juga dapat menyebabkan sejumlah proyek jalan dan jembatan pada tahun anggaran 1999/2000 ini akan mengalami keterlambatan. ali
updated: Friday, January 28, 2000 11:20:01 AM