KUALA KAPUAS - Para demang kepala adat di daerah Kuala Kapuas diajak menjadi mediator sekaligus motivator yang baik dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.
"Situasi dan kondisi bangsa akhir-akhir ini cenderung mengarah kepada perpecahan dan disintegrasi bangsa, sehingga patut disikapi dengan menjaga semangat persatuan dan kesatuan di daerah tersebut," katanya Bupati Kapuas Burhanudin Ali saat berhalal bihalal dengan demang kepala adat se Kapuas, dikediamannya, kemarin.
Menuruut bupati, salah satu upaya yang perlu dilakukan demang adalah, memberikan panutan dan contoh yang baik dalam bertindak dan selalu aktif memberikan pengertian kepada masyarakat di daerahnya, mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa serta memberikan fakta akibat timbulnya perpecahan.
"Mewaspadai dan sikap tanggap merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, di samping cepat memberikan pengertian kepada rakyatnya," ujarnya.
Dalam kesempatannya itu, dia juga menyatakan saat ini pemerintah daerah sedang giat-giatnya memperjuangkan tuntutan ganti rugi 27.000 lembar berkas milik masyarakat terhadap PLG sejuta hektare.
Untuk memperjuangkan tuntutan masyarakat itu, pihak pemerintah daerah sudah membentuk tim bersama DPRD Kapuas, yang akan meminta pertanggungjawaban pemerintah pusat.
"Tim sedang dibentuk bersama DPRD Kapuas dan saat ini sedang berupaya memperjuangkan tuntutuan tersebut kepada pemerintah pusat. Namun kapan cairnya dana tersebut masih kita tunggu," tandasnya.
Dikatakannya, selain memperjuangkan kepentingan masyarakat tersebut, pihak pemerintah daerah juga tengah berusaha mengundang masuknya investor ke daerah itu. "Ini salah satu langkah agar lahan PLG yang sudah terbuka, bisa dimanfaatkan baik bagi pengembangan pertanian, perkebunan dan usaha lainnya."
Apabila investor berhasil masuk ke daerah, tentunya akan melibatkan peran serta masyarakat setempat. "Mengenai bentuknya, apakah pola mitra usaha, namun yang jelas tujuannya melibatkan masyarakat ikut terlibat dalam usaha tersebut," katanya.
Bupati juga mengajak demang dapat memberikan pengertian kepada masyarakat yang lahannya terkena garapan proyek, bahwa santunan itu masih dalam proses. "Bagi demang kepala adat yang masyarakatnya ikut mengajukan santunan, agar diberi pengertian bahwa perjuangan itu sedang dilakukan," kata Burhanudin Ali. edo
updated: Friday, January 28, 2000 11:20:19 AM