Traffic Light Sering Dilanggar

*Dua Korban Luka

KANDANGAN - Traffic light yang dipasang Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Hulu Sungai Selatan (HSS) di simpang empat Durian Sumur, Kandangan, belum lama ini seakan jadi hiasan kota.

Lampu tanda lalu lintas itu sedianya untuk mengatur kendaraan di perempatan tersebut. Namun, sejak dipasangan sekitar dua bulan lalu, traffic light itu ternyata sering dilanggar pengguna jalan.

Pengendara kendaraan, baik roda dua mau pun roda empat, sering tidak mempedulikan nyala lampu. Kendati merah menyala, mereka nekad saja menerobos. Sementara dari simpang yang berbeda, kendaraan lain juga berjalan. Keadaan seperti itu, dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

Menurut pantauan BPost, ketidakpedulian warga terhadap tanda-tanda lalu lintas itu disebabkan jumlah kendaraan yang melewati perempatan saat ini relatif sepi.

Pengendara yang menunggu lampu merah sering terlihat tidak sabar. Karena melihat dari simpang yang lain tidak ada kendaraan, pengendara itu akhirnya nekad.

Meski demikian, tidak semua warga bersikap demikian. Ada juga sebagian yang terlihat sabar menanti, hingga lampu hijau menyala. Namun apa artinya, kendaraan dari arah yang lain ternyata menerobos begitu saja.

Berbeda dengan traffic light di simpang empat depan kantor pemda. Di perempatan itu pengendara cukup tertib. Namun masih ada juga yang melanggar.

Dua luka

Sementara itu, dua warga Kandangan, Rabu (26/1) petang, mengalami luka-luka akibat kebut-kebutan di Jalan A Yani, tepatnya di simpang empat Lapangan MTQ.

Korbannya, diketahui H Umar Amin dan seorang remaja peserta trek-trekan yang mengendarai sepeda motor merek Kawasaki Nopol DA 5524 CU.

Menurut keterangan, semula korban mengendarai sepeda motor Honda GL nopol DA 5759 EB dari Jl 0Pemuda. Sampai di simpang empat MTQ, korban bermaksud menyeberang. Sementara dari arah Simpang Lima Jl A Yani melaju sepeda motor Kawasaki yang dikendarai peserta trek-trekan. Keduanya tidak mampu mengendalikan, sehingga terjadi kecelakaan itu.

Seperti diketahui, aksi kebut-kebutan oleh remaja di kawasan itu marak sejak bulan Ramadhan lalu. Ironisnya, kebut-kebutan yang berlangsung setiap sore dan malam itu, tepat berada di depan kediaman bupati dan kodim 1003 Kandangan.

Aparat kepolisian sendiri sudah beberapa kali melakukan tindakan. Ketika petugas sudah pergi, aksi tersebut diulangi kembali. "Kalau polisi mengadakan razia lalu terjadi kecelakaan, kami yang dituding," tutur Wakapolres HSS Mayor Pol Agus Broto W, di lokasi kecelakaan itu.

Menurut catatan di kepolisian setempat, kasus pelanggaran lalu lintas cukup mendominasi. Selama tahun 1999 lalu, dilaporkan lebih dari 1.370 kasus pelanggaran. Sedang korban meninggal dunia sebanyak 14 orang. pop


updated: Friday, January 28, 2000 11:20:24 AM

Berita Hari ini