BANJARMASIN - Sejumlah calon jemaah haji (calhaj) mengeluhkan penempatan mereka pada kelompok terbang (kloter) dengan nomor besar kendati mendaftar lebih awal. Hal ini membuat mereka harus menunggu lebih lama untuk bisa menjalankan ibadah suci ke Tanah Suci.
Hal ini bukan tidak disadari oleh pihak Departemen Agama di daerah, termasuk juga Kepala Urusan Haji (KUH) Kodya Banjarmasin Drs HM Rusli A. Namun demikian pihaknya tak dapat berbuat banyak.
Dijelaskannya, yang menyusun daftar peserta kloter memang tugas departemennya. Tetapi itu semua tergantung cepat tidaknya visa calhaj datang dari pusat.
Mekanismenya sendiri, menurut Rusli, setelah calhaj mendaftar ke KUH, daftar tersebut lalu dikirim ke Kanwil Depag (KUH Tingkat I) kemudian dikeluarkan paspor, maka dari data tersebut dimasukan lagi kepaspor.
Apabila nama-nama tersebut sudah tercatat dalam paspor, maka kemudian diserahkan kepada KUH Tingkat II untuk ditandatangani oleh calhaj. Petugas Urusan Haji Tingkat II kemudian mengirim berkas ke Jakarta guna mendapatkan visanya. Hasil ini kemudian diumumkan ke para calhaj.
Ditambahkannya, mungkin di sinilah terjadi kekeliruan, ada yang masuk awal tetapi jadi terkebelakang. Tapi yang utama petugas berpegang pada penyusunan kloter bahwa dokumen yang selesai lebih awal akan mendapatkan keloter awal. Sedang status mahrom, hubungan keluarga, kelompok masyarakat tertentu, sesuai dengan kapasitas pesawat.
Sebenarnya menurut Rusli, tiap-tiap kelompok terbang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Calhaj yang masuk kloter awal tidak terganggu banyaknya jemaah, namun demikian mereka harus menanggung dinginya suhu. Mereka juga dipulangnya dengan cepat sehingga hanya bisa melaksanakan nafar awal.
Sedangkan untuk kloter-kloter selanjutnya keuntungannya adalah bisa lebih lama di Tanah Suci, kendati harus menghadapi banyaknya calhaj di Tanah Suci.
Rusdi mengharapkan agar calhaj sebelum berangkat harus punya SIM (sabar, kkhlas dan mendekatkan diri pada Allah SWT), maka ia menambahkan bahwa depag tidak ada atau membedakan bahwa kloter 1 mesti diisi penjabat atau orang-orang yang dipilih. Lagian kita berangkat ke Tanah Suci adalah untuk ibadah maka kloter berapapun kita berada, tidak membedakan nilai ibadah kita.cf
updated: Friday, January 28, 2000 11:21:33 AM