BANJARMASIN - Direktur PT Citra Pasaraya H Nurhin mengatakan telah mengatakan telah meminta keterangan beberapa karyawannya berkaitan dengan kasus beling.
"Saya sangat kaget dengan kejadian ini, karena itu setelah mendengar kabar dari seorang karyawan saya langsung meminta keterangan mereka tentang kejadian sebenarnya," ujarnya kepada BPost, Kamis (27/1)
Dari informasi para karyawan tersebut, ternyata mereka tak merasakan gejala apapun setelah memakan beling yang disodorkan oleh YS. Karyawan ini berani memakannya karena YS sebelum memerintahkan mereka terlebih dulu memakannya. Bahkan YS yang paling banyak makan.
"Kami berani karena setelah dimakan YS ternyata tak terjadi apa-apa," kata Nurhin mengutip penuturan seorang karyawan.
Tindakan makan beling ini tak membuat para karyawan tak merasa sakit atau membuat mulut mereka berdarah. Melihat rekan mereka dengan lahapnya makan beling itu secara beramai-ramai karyawan lainnya juga ikut memakan.
Berdasarkan keterangan YS, kata Nurhin, beling yang disodorkan kepada para karyawan itu sebenarnya hanya tipuan mata. "Itu sebetulnya makanan yang menyerupai beling. Kalau beling betulan pasti saat dikunyah mulut akan berdarah. Sedangkan sampai saat ini tak satu pun karyawan yang mengeluh sakit. Bahkan mereka masuk kerja seperti biasa," ucapnya.
Dikatakannya, hal itu dilakukan YS mungkin untuk meningkatkan disiplin para karyawan. Sehubungan dengan seringnya terjadi kehilangan barang di pasar swalayan tersebut.
Menanggapi sanksi yang diberikan kepada YS sehubungan dengan kasus ini, menurut Nuhrin sebenarnya para karyawan sudah tidak mempersoalkan masalah ini. Karena di antara mereka tidak ada yang merasa dirugikan. Maka pihak perusahaan juga menganggap masalah ini sudah selesai.
Menanggapi kasus pencurian di counternya, pemilik Butik Saila Ny Laily menjelaskan itu tanggungjawab Citra Pasaraya. Ini karena Butik Saila bernaung di bawah manajemen Citra Pasaraya.
"Di swalayan tersebut kami hanya menyediakan barang, sedangkan pengelolaannya menjadi wewenang penuh pihak Citra Pasaraya. Jadi saya tidak tahu permasalahannya," ucapnya.
Sementara itu dr Abimanyu Sp mengatakan jika yang dimakan benda tumpul seperti uang logam, kelereng atau batu maka tidak akan melukai usus. Tapi jika yang ditelan itu benda tidak beraturan, tajam dan lancip seperti pecahan kaca atau jarum, kemungkinan besar melukai usus saluran pencernaan.
"Luka yang ditimbulkan akibat benda tersebut bervariasi tergantung dari besar kecilnya benda, keadaan usus apakah saat tidak ada makanan yang dibawa, atau sedang membawa makanan," jelas dokter spesialis penyakit dalam ini.
Diterangkan bahwa luka tersebut mulai yang ringan berupa lecet, goresan, menancap pada usus, dan yang lebih fatal menembus usus.
"Jika yang benda tersebut sudah menembus usus, maka akan terjadi perforasi yaitu keluarnya isi usus dan masuk ke dalam rongga perut sehingga terjadi infeksi," terang salah seorang dokter di RSU Ulin ini.
Lebih jauh dijelaskan bahwa daerah yang paling rawan untuk tersangkut adalah bagian tenggorokan, usus dada sampai usus sebelum lambung, karena diameternya hanya sekitar 2 centimeter.
"Itu pun jika diapragmanya dalam keadaan membuka, jika saat benda tersebut tertutup jelas benda itu akan tersangku," jelas dokter yang juga berpraktik di RS Sari Mulia ini.
Ketika ditanya tentang lamanya efek yang ditimbulkan oleh benda tersebut, dijawabnya bahwa kalau memang melukai, saat buang hajat akan terlihat kotoran yang dikeluarkan berwarna hitam.uu/cb
updated: Friday, January 28, 2000 11:21:51 AM