BANJARMASIN - Jalan tembus Liang Anggang-Trisakti sepanjang 19 Kilometer kini dalam kondisi rusak berat. Pertama itu terjadi karena sebelumnya dilewati truk batu bara di saat belum jadi benar. Kedua kerusakan itu semakin parah dengan tingginya curah hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalsel Ir Syarifuddin Basri mengatakan kerugian yang diderita kontraktor saat ini berdasarkan hasil audit BPKP mencapai Rp400 juta.
Ia mengemukakan itu ketika menyampaikan hasil audit BPKP tentang kerugian yang dialami kontraktor pada saat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya, H Tabrani Tjakra.
Menurut Syarifuddin, rusaknya ruas jalan tembus Liang Anggang-Trisakti itu akibat dilalui truk angkutan batu bara yang mencapai 6.000 rit perhari, padahal jalan itu belum siap difungsikan.
Akibat lain, kata Syarifuddin, selama kebijakan Pemda Kalsel memberlakukan jalan tembus itu sebagai alternatif angkutan batu bara, para kontraktor tidak dapat bekerja maksimal mengerjakan ruas jalan itu.
Truk-truk batu bara yang melewati ruas jalan itu, jumlah angkutannya melebihi kapasitas jalan. Akibatnya, kerusakan semakin parah, padahal pengguna jalan itu tidak memberikan kontribusiapa-apa.
Menurut Syarifuddin, jalan tembus Liang Anggang-TrisaktiBanjarmasin itu rencananya akan difungsikan bulan Juli 2001 mendatang.
Melihat kenyataan itu, jalan tembus Liang Anggang-Trisakti tersebut tidak dalam kondisi siap difungsikan, karena itu tidak ada dana untuk biaya pemeliharaan, padahal kerugian yang diderita ratusan juta rupiah.
"Kami berharap DPRD Kalsel bisa mencarikan jalan keluar untuk memperbaiki jalan Lingkar Liang Anggang - Trisakti Banjarmasin ini," demikian Syarifuddin Basri.ant
updated: Friday, January 28, 2000 11:22:01 AM