YERUSALEM - Usaha AS untuk menyelamatkan perundingan damai Israel-Suriah pada Selasa menghadapi kesulitan ketika kedua belah pihak menolak mengirim para ahli mereka ke Washington untuk mengikuti pertemuan terpisah guna membahas naskah kerja pembicaraan yang diusulkan AS.
Para pejabat AS terkesan berusaha menunjukkan ketegaran menghadapi kemunduran tersebut dengan mengatakan bahwa memang Washington tidak pernah menetapkan jadwal tertentu bagi pertemuan tingkat ahli.
Mereka berharap para pakar kedua negara akan bersedia bertemu dalam waktu dekat.
Kendati terdapat pernyataan Washington yang bernada optimis itu, para pejabat Israel mengaku bahwa pembicaraan, yang baru saja dimulai pada akhir tahun lalu itu, memang menghadapi masalah serius.
Israel pada Selasa malam mengumumkan keputusan mereka untuk menunda rencana keberangkatan dua pakar Israel, yakni Uri Saguy dan Moshe Kochanovsky, karena Damaskus juga tidak mengirim pakar mereka.
"Tidak ada tanggal baru yang ditetapkan bagi keberangkatan mereka," kata Jubir PM Israel Ehud Barak, Michal Pinhasi.
"Kami menghadapi masalah karena nyatanya Suriah tidak mengirim pakar mereka ke Washington proses ini harus simetris," kata seorang pejabat di kantor PM Israel.
Seorang pejabat Suriah mengatakan bahwa Damaskus menolak mengirim pakar ke Washington sebelum mereka memperoleh kepastian bahwa Israel akhirnya menerima tuntutan bahwa perdamaian mustahil dicapai sebelum wilayah pendudukan dikembalikan.
"Suriah siap mengirim pakarnya ke Washington jika mereka memperoleh kepastian bahwa pihak Israel serius dengan demarkasi perbatasan (di masa depan) sesuai dengan garis pada 4 Juni 1967" yang telah ada sebelum Israel merebut Dataran Tinggi Golan melalui Perang Enam Hari, kata pejabat yang menolak disebut namanya.
Di Washington, Deplu AS mencoba meremehkan kesulitan yang dihadapi dalam pembicaraan tersebut. "Itu masalah jadwal, itu saja," kata seorang pejabat senior Deplu AS.
"Kami akhirnya tidak mematuhi jadwal. Namun pasti akan ada pertemuan dalam waktu dekat," kata pejabat lainnya.
Namun keyakinan Washington bahwa AS akan dapat segera menyelamatkan pembicaraan tidak didukung oleh para pejabat Israel.
"AS mencoba memberi sorotan positif terhadap pembicaraan tersebut, tetapi sulit melihat kemana mereka akan menuju pada tahap ini," kata pejabat di kantor PM Israel.
"Penundaan pengiriman para pakar itu jelas merupakan kemunduran lain dalam proses yang tidak akan berjalan lancar kecuali ada penjelasan resmi dari Israel dan Amerika," katanya menambahkan.
Pembicaraan terpisah
Pemerintah AS mengundang pakar Suriah dan Israel melakukan pembicaraan terpisah setelah berlangsungnya putaran ke-tiga perundingan langsung, yang seyogianya dimulai pada 19 Januari, tetapi kemudian ditunda akibat penolakan Israel memenuhi tuntutan Suriah agar Tel Aviv terlebih dahulu menyampaikan komitmen untuk mundur sepenuhnya dari Golan.
Suriah menganggap tidak ada gunanya melakukan pembicaraan lebih lanjut sebelum Israel menyetujui bahwa landasan proses perdamaian itu adalah penyerahan wilayah pendudukan sebagai ganti perdamaian.
Namun para pejabat Israel memberi jawaban pedas bahwa mereka tidak akan "menyerah" dengan memenuhi tuntutan teritorial Damaskus tanpa adanya diskusi terperinci menyangkut tuntutan Israel mengenai pemulihan hubungan dan adanya jaminan penuh terhadap keamanan dan pasokan air negara itu.
Para pakar itu baru akan menanggapi naskah kerja tujuh halaman susunan AS yang menjabarkan pendirian Israel dan Suriah.
Presiden AS Bill Clinton menyampaikan dokumen itu kepada Barak dan Menlu Suriah Faruq al-Shara pada putaran terakhir pembicaraan yang berakhir di Shepherdstown, Virginia Barat, pada 10 Januari tanpa membuahkan hasil nyata.
Dokumen itu kemudian dibocorkan kepada harian Tel Aviv, Haaretz sehingga menyulut kemarahan Washington dan Damaskus. ant
updated: Friday, January 28, 2000 11:22:11 AM