TAIPEI - Kepala intel Taiwan hari Rabu mengatakan, Cina akan meningkatkan usahanya untuk menarik Taipei ke dalam pembicaraan politik tahun 2000.
Beijing, menurut kepala intel itu, juga akan berupaya menarik negeri pulau itu ke dalam jalinan dagang, perhubungan dan pos tahun ini.
Ting Yu-chou, dirjen Biro Keamanan Nasional Taiwan, mengatakan Cina akan berusaha memecahkan kebekuan politik, namun juga mempersiapkan apa ia sebut sebagai skenario kasus terburuk untuk menyerang pulau yang dikuasai kelompok Nasionalis itu.
Beijing, yang melihat Taiwan sebagai propinsinya yang membangkang sejak perang saudara berakhir tahun 1949, tetap berjanji akan menguasai pulau itu melalui kekerasan jika perlu.
"Komunis Cina mempunyai tujuan dalam menghadapi Taiwan tahun ini. Yang pertama, memecahkan kebekuan guna memulai apa yang disebut perundingan politik setelah pemilihan presiden," ujar Ting.Taiwan akan memilih pemimpin baru tanggal 18 Maret mendatang.
Yang kedua, menurut Ting, adalah membuka pintu bagi tiga jalur langsung setelah masuknya Cina, seperti yang diperkirakan, ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada akhir tahun ini.
"Inilah harapan mereka. Tidak ada jaminan Komunis Cina akan memperoleh apa yang mereka inginkan," kata Ting tanpa memerinci lebih jauh.
Tidak seperti pemilihan presiden tahun 1996 ketika Beijing meluncurkan rudal ke Selat Taiwan dalam upaya mengintimidasi para pemilih agar menentang kemerdekaan situasi politik di Taiwan tetap stabil menjelang pemilu bulan Maret, kata Ting.
Taipei sebelumnya mengatakan pihaknya terbuka untuk semua pembicaraan termasuk pembicaraan politik, selama Beijing memperlakukan Taiwan dalam kedudukan politik yang setara.
Presiden Taiwan Lee Teng-hui membuat Beijing naik pitam Juli lalu setelah menyatakan bahwa hubungan Cina-Taiwan sebaiknya berdasarkan antar negara ketimbang berdasarkan "satu Cina."
Beijing menanggapinya dengan marah, dan mengeluarkan ancaman bahwa pihaknya akan menekan Taiwan dengan kekerasan jika pulau itu memproklamasikan kemerdekaannya.
Saat itu perang kata pun muncul antara Lee dan pemimpin-pemimpin Cina di media-media yang terbit di Cina dan Hong Kong.
Lawatan yang direncanakan oleh utusan politik utama Cina ke Taiwan dibatalkan.
Kendati ada perdagangan dan investasi yang berkembang, Taiwa masih melarang hubungan dagang, transpor dan pos secara langsung dengan Cina daratan. ant
updated: Friday, January 28, 2000 11:22:19 AM