ISLAMABAD - Untuk meningkatkan otoritas pemerintah, para hakim tinggi di negara itu diperintahkan kembali angkat sumpah.
Menurut kantor berita resmi APP, para hakim Mahkamah Agung, Pengadilan Syariat Fedeal (Hukum Islam) dan Pengadilan Tinggi Pakistan akan mengangkat sumpah pada pukul 09:00 waktu setempat (pukul 12:00 Wita).
Pengangkatan sumpah itu akan dipimpin oleh Presiden Rafiq Tarar, yang tetap menjabat sebagai presiden setelah Jendral Pervez Musharraf menggulingkan PM Nawaz Sharif melalui kudeta berdarah pada 12 Oktober.
Belum ada keterangan lebih lanjut yang dikeluarkan berkaitan dengan perintah itu.
Namun keluarnya perintah semacam itu mengingatkan pada langkah yang diambil mantan penguasa militer Jendral Zia-ul-Haq yang mengeluarkan perintah serupa tahun 1977. Mereka yang menolak mengangkat sumpah baru akan kehilangan jabatan.
Pemerintah militer Pakistan membatalkan konstitusi dan mengeluarkan Tata Konstitusional Sementara untuk menyelenggarakan kegiatan harian pemerintahan setelah militer merebut kekuasaan.
Parlemen setempat juga dibubarkan. Perintah itu diumumkan pada hari ketika PM terguling Nawaz Sharif akan diajukan ke pengadilan dengan tuduhan melakukan usaha pembunuhan dan pembajakan.
Keharusan mengangkat sumpah baru tidak berlaku bagi hakim Pengadilan Anti-Terorisme di Karachi yang menangani kasus Sharif dan enam tersangka lain, termasuk saudara lelakinya.
Perdamaian
Sementara dari New Delhi diberitakan, Presiden India K.R.Narayanan mengimbau perdamaian dengan Pakistan dalam pidato nasional Selasa malam menjelang Hari Republik.
"Kita menginginkan hidup damai dengan Pakistan," kata Narayanan dalam pidato tahunannya yang disiarkan televisi pemerintah.
"Kita menginginkan hubungan itu sesuai dengan tradisi terbaik yaitu hubungan tetangga yang baik, menjauhkan diri dari intervensi teroris dan propaganda kebencian," katanya.
Di Islamabad, Presiden Pakistan Muhammad Rafiq Tarar hari Selasa mengucapkan selamat kepada Narayanan pada malam menjelang Hari Republik India dan mengimbau diwujudkannya hubungan bebas ketegangan antara kedua negara.
"Saya menyampaikan kepada anda dan rakyat India ucapan selamat kami yang tulus" kata Tarar dalam sebuah pesan kepada Narayanan.
"Saya menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan komitmen Pakistan untuk menjalin hubungan yang bebas ketegangan dengan India didasarkan pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB," katanya.
Hubungan antara kedua negara Asia Selatan itu berada pada tingkat rendah dengan terjadinya bentrokan senjata baru di perbatasan Kashmir dan perang kata-kata menyangkut apa yang disebut keterlibatan Pakistan dalam pembajakan sebuah pesawat milik perusahaan penerbangan India baru-baru ini.
Para pejabat India mengatakan 17 tentara Pakistan dan dua tentara India tewas Jumat malam di Garis Kontrol yang memisahkan Kashmir India dengan Kashmir Pakistan.
Pertempuran itu adalah yang terburuk sejak konflik perbatasan Kashmir 10 pekan yang meletus Mei tahun lalu, yang menewaskan 1.000 orang di kedua pihak.
Narayanan juga menyinggung tentang Cina, yang pada tahun 1962 terlibat perang perbatasan.
"Kita bangga masuk wilayah Asia Selatan dan benua Asia. Kita merayakan tahun ini 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik dengan Cina. Kita ingin agar negara itu dan rakyatnya berbahagia," katanya. ant
updated: Friday, January 28, 2000 11:22:30 AM