Barito Hadapi Masalah Serius

BANJARMASIN- Pasukan ‘Laskar Antasari’ tampaknya menghadapi masalah serius setelah mengalami kekalahan telak 1-4 dari Petrokimia dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia VI di kota Pare, Kediri, Rabu lalu.

Akibat kekalahan itu, Daniel Rukito perlu membangkitkan semangat dan mental dan kepercayaan diri para pemain untuk menghadapi pertandingan terakhir melawan Arema Malang, Minggu (30/1) mendatang.

"Kerja berat juga untuk mengembalikan kondisi pemain menyusul kekalahan menyakitkan dari Petrokimia. Terbukti, beban Frans dan kawan semakin berat setelah unggul satu gol melawan Petrokimia. Celakanya, membuat stamina pemain Barito kedodoran," kata pelatih Daniel Rukito ketika dihubungi dalam perjalanan ke Malang, Kamis kemarin.

Di sisi lain, lanjut Daniel, beban pertandingan lawan Arema nanti cukup berat, sehingga butuh recoveri tim yang lebih serius. Oleh karenanya, praktis untuk menghadapi kekuatan tangguh Arema timnya hanya punya waktu efektif tiga hari.

Secara teori sangat riskan mengembalikan kondisi tim secepat itu. Sedangkan pada pertandingan mendatang, Frans dan kawan-kawan dituntut untuk bisa meraih poin, guna membalas kegagalan melawan Petrokimia.

DanieI menyangkal keras jika timnya dikatakan kembali didera krisis kepercayaan diri, setelah menelan kekalahan menyakitkan dari Petrokimia. "Pemain Barito hanya kelelahan setelah bermain habis-habisan di kandang Persema Malang," katanya. Buktinya, pada start awal Barito mampu tampil bagus dengan kerjasama solid dan justru menghasilan gol.

Walau cukup berat, tapi Daniel Rukito tidak ingin ‘terdepak’ lagi dihadapan publik Arema. Kegagalan meraih tiga angka pada pertandingan sebelumnya, menuntut hasil maksimal paling tidak satu poin, syukur-syukur meraih angka penuh, tegas Daniel.

"Saya berharap Frans dan kawan-kawan melawan Arema nanti sudah menemukan kondisi terbaiknya, dan kami tak ingin tergelincir lagi di kandang lawan," kata Danie Rukito bernada kecewa. Timnya asuhannya saat ini baru mengemas nilai 10 dari tujuh kali penampilannya.

Meskipun para pemainnya dihadapkan pada masalah serius mengenai masalah ketahanan fisik dan mental bertanding, tapi ia optimis bisa tampil maksimal menghadapi Arema.

Daniel mengakui grafik penampilan anak asuhnya masih labil. Sebab, belum dapat mempertahankan kemenangan akibat tidak didukung stamina prima. Karenanya, sebelum melawan Arema, program latihan difokuskan pada perbaikan fisik dan stamina agar dapat tampil maksimal selama 90 menit. Untuk itu, bagi Barito tidak pilihan lain kecuali tampil habis-habisan untuk menghindar dari kekalahan.

Barito sendiri, lanjut Daniel, sebenarnya telah mengalami kemajuan dalam mengembangkan pola permainan menyerang dan keras. Dan pola tersebut akan dipertahankan untuk meladeni aksi agresif Arema pada pertandingan, Minggu (30/1) mendatang di Stadion Gajayana Malang.

Di sisi lain, optimisme Daniel bertambah karena melawan Arema merupakan pertandingan terakhir selama tur di Jatim. Diharapkan tekad dan semangat pemain dapat ditingkatkan, tegasnya. iq


updated: Friday, January 28, 2000 11:23:47 AM

Berita Hari ini