BANJARMASIN - Pelatih Barito Putera Daniel Rukito harus melakukan evalusi secara dini kepada anak asuhnya, menyusul kegagalan menyakitkan melawan Petrokimia pada pertandingan lanjutan kompetisi Liga Indonesia VI di kota Pare Kediri, Rabu lalu.
"Evalusasi itu harus dilaksanakan begitu anak asuhnya gagal di suatu pertandingan dan jangan menunggu pertandingan berikutnya. Bila evaluasia dilakukan secara cepat maka pemain tidak akan mengulangi lagi kesalahannya," kata pengamat sepakbola M Yusuf, Kamis kemarin di Banjarmasin.
Dia mengakui, peran seorang pelatih sangat penting untuk melakukan evaluasi sehingga setiap pemain yang diturunkan dalam suatu petandingan benar-benar siap fisik dan mental.
Mantan pemain Barito itu, mengakui, kekuatan tim Laskar Antasari masih bertumpu pada sektor lapangan tengah yang biasanya ditempati Frans, Fachmni dan Najih Mahmudi.
Padahal perlu disadari oleh Daniel, bahwa tiga pemain pilar Barito itu dari segi fisik sudah tidak mendukung tampil optimal khususnya Frans Sinatra Huwae yang hanya mengandalkan pengalaman dan teknik.
Ditanya, apakah ada kesalahan dalam penerapan strategi ketika melawan Petrokimia, M Yusuf mengatakan, kalau disebutkan salah---memang kurang tepat karena sejak awal pertandingan Barito lebih dulu mengambil inisiatif dan malah menghasilkan gol melalui Indra Kurniawan.
Yang pasti, para pemain tidak didukung stamina dan fisik prima sehingga tidak mampu mempertahankan kemenangan. Padahal, lanjut M Yusuf untuk tampil maksimal sebuah tim sepakbola harus didukung pemain yang memiliki stamina prima dan mental tanding.
Menyinggung tentang evaluasi sekaligus pembenahan yang perlu dilakukan, M Yusuf mengatakan, pelatih Daniel dan asistennya Frans tahu semua apa yang harus dilakukan.
Sebab, lanjut M Yusuf, kadang-kadang di suatu pertandingan Barito bisa menang tetapi di lain pertandingan bisa kalah----jadi masih labil.
Yang lebih penting, Daniel harus secepatnya melakukan evaluasi sekaligus perbaikan pada sektor yang dianggap pemainnya sering melakukan kesalahan menyusul setelah menelan pil pahit ketika melawan Petrokimia.
"Barito masih memiliki kesempatan untuk perbaikan sebelum melawan Arema Malang. Tetapi harus didukung tekad dan semangat para pemain untuk instropeksi dalam upaya meningkatkan mental dan disiplin latihan," ujar M Yusuf.
Singo Edan julukan Arema Malang bukan lawan sembarangan. Apalagi ditangani M Basri, grafik penampilan Arema menunjukkan peningkatan pesat. Oleh sebab itu, pemain Barito harus mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk tidak mengalami kekalahan, demikian M Yusuf. iq
updated: Friday, January 28, 2000 11:23:54 AM