SAMARINDA - Pemain asing Putra Samarinda (Pusam) asal Kamerun, Ebwelle Bertin, sejak Rabu (26/1), mogok latihan, menuntut uang gajinya segera dibayar oleh manajemen klub.
"Saya selama ini sudah cukup bersabar, tetapi kesabaran saya ini tampaknya kurang dimengerti oleh manajemen Pusam," kata Bertin kepada wartawan di Samarinda, Kamis (27/1).
Ia menyatakan siap hengkang dari "Tim Oranye" apabila masalah keuangan yang menjadi tanggungan manajemen Pusam tidak segera dibayar.
Apabila Pusam tidak sanggup lagi membayarnya, sebaiknya dikeluarkan surat resmi, sehingga ia bisa mencari klub lain yang mau mengontraknya.
Dijelaskannya, sejak menandatangani kontrak dengan Pusam Oktober 1999 sampai saat ini gajinya belum pernah dibayar penuh oleh manajemen klub kesayangan warga "Kota Tepian" itu.
"Saya sudah cukup bersabar. Tujuan utama saya datang kembali ke Samarinda sebenarnya untuk menyelesaikan masalah keuangan tersebut, bukan untuk kembali bermain dengan Pusam," kata Bertin yang sebelumnya sempat pulang ke Kamerun.
Ia mengaku bermain untuk Pusam dalam pertandingan menghadapi Arema Malang, Kamis (20/1), karena tidak bisa menolak permintaan pelatih, M Kusnan.
Secara terpisah Manajer Pusam, Sutrisno SE, mengatakan akan berbicara dari hati ke hati dengan Bertin untuk menyelesaikan tuntutan pemain spesialis libero itu.
Ia mengatakan, sepengetahuannya masalah keuangan menyangkut kontrak Bertin sudah tidak ada masalah, yakni pemain itu mendapat gaji Rp5 juta per bulan.
"Bertin sebelum pulang ke Kamerun sudah setuju dengan besarnya gaji tersebut, terbukti ia mau menandatangani kontrak," katanya.
Tentang uang tiket Bertin dari Kamerun - Samarinda sekitar Rp11 juta, menurut dia, sebelumnya sudah ada komitmen antara manajemen Pusam dengan pemain asing itu, bahwa uang tiket baru akan diganti apabila Bertin kembali lagi ke Samarinda..ant
updated: Friday, January 28, 2000 11:24:09 AM