KUMASI- Afrika kembali bakal melahirkan seorang bintang sepakbola baru di pentas sepakbola internasional seperti yang telah diperlihatkan George Weah (Liberia) dan sederet nama dari Nigeria dan Ghana serta Afrika Selatan yang saat ini menghiasi kompetisi sepakbola di daratan Eropa.
Chiva Stars Nzighou asal Gabon, merupakan sebuah nama yang masih asing di telinga para penggemar sepakbola dunia, menarik perhatian seluruh pengamat dan pencari bakat yang menyaksikan putaran final Piala Afrika 2000.
Pemain berusia 16 tahun tiga bulan asal Gabon itu membuat sensasi dengan membobol gawang Afrika Selatan pada pembukaan pertandingan Grup B di Kumasi, meski akhirnya Gabon menderita kekalahan 1-3.
Kekalahan itu memang membuat kecewa pelatih Gabon, Antonio Dumas, namun dia tidak meragukan kemampuan Nzigou, yang bermain juga untuk klub Perancis, Nantess U-18.
"Kualitasnya terbukti dan teknik permainannya juga bagus. Ia sama cemerlangnya dengan Ronaldo yang berusia 17 tahun ketika tampil memperkuat tim Brasil di Piala Dunia 1994," kata Dumas.
Menurut Dumas, tidak ada yang istimewa yang pasti anak didiknya selalu bekerja keras dan tidak pernah merasa cemas daalam setiap pertandingan dan hal itu selalu diungkapkan Nzighou kepada pelatihnya.
Pelatih yang menangani Gabon hampir dua tahun itu percaya suatu saat Nzighou akan menjadi bintang sepakbola Afrika.
"Ia memiliki semua kriteria yang diperlukan sebagai seorang pemain sepakbola, itulah yang membuatnya menjadi perhatian para pengamat sepakbola," tambah Dumas.
Dumas juga mengingatkan orang pada penampilan Benedict Benni McCharty yangbaru berusia 19 tahun dari Afsel. Pemain klub Ajax Amsterdam (Belanda) tersebut sudah menjelma menjadi salah satu mesin gol di kompetisi Liga Belanda.
Namun yang menarik pada diri Nzighou menurut Dumas tidak lain dari sipatnya yang selalu ingin belajar dan belajar. Pada satu sisi ia sebagai pemain yang mendapat sorotan, pada kesempatan lain ia akan menjadi penonton setia sebuah pertandingan sepakbola.
Dia anak yang sederhana walaupun sekarang ia sudah mendapatkan tempatnya, dan saya menghormatinya. Ia akan bisa meraih tempat yang lebih tinggi dari prestasinya saat ini. Ia menciptakan gol, kata Dumas.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Mohammed Kallon dari Siera Leone, berumur 16 tahun, tiga bulan , sembilan hari ketika ia bermain di Piala Afrika 1996. Kallon saat ini bermain di Serie A Italia bersama klub Bologna..cg
updated: Friday, January 28, 2000 11:24:24 AM