:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Selasa, 11 Januari 2005 02:26:52


Tabalong Tenggelam, Dua Tewas

Tanjung, BPost
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabalong selama sepekan terakhir menenggelamkan sejumlah desa di daerah tersebut. Dua warga dilaporkan tewas setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dan terbawa arus sungai Tabalong.

Jasad kedua korban warga Desa Duyun Kecamatan Haruai, masing-masing Hj Ila (31) dan Enur (35) baru berhasil ditemukan, Minggu (9/1). Fatimah (28) yang ikut satu perahu dengan kedua korban berhasil selamat setelah berhasil berpegangan pada sebatang kayu yang hanyut.

Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) Balangan naik. Kota Amuntai, ibukota kabupaten Hulu Sungai Utara, kembali terendam akibat limpahan air DAS Balangan.

Banjir juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong. Satu-satu pusat perekonomian, Pasar Kelua, tak bisa berfungsi maksimal. Puluhan hektare sawah di Desa Jirak terancam rusak akibat tergenang banjir.

Dari catatan BPost, Kelua dan daerah sekitarnya setiap tahun menjadi langganan banjir. H Fadli, salah satu warga di daerah itu mengharapkan pemerintah daerah membuat siring dan mengeruk sungai sehingga limpahan air tidak lagi menjadi derita berkepanjangan bagi warga.

Bupati Tabalong Rachman Ramsy dihubungi, Senin (10/1), mengatakan akan segera membangun dam di sungai Tabalong Kiwa. Dam itu, jelas dia, guna mengantisipasi banjir yang selalu terjadi di kawasan kota Tanjung.

"Rencana pembuatan dam itu telah kita sampaikan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel. Mereka berjanji segera mengusulkannya ke pemerintah pusat," kata Ramsyi.

Terpisah Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Saberan mengaku telah mendapat laporan tewas dua warga Desa Duyun di Sungai Tabalong. "Saat ini kami menunggu laporan dari kecamatan. Kalau memang keduanya tewas karena banjir maka santunan akan kita berikan kepada keluarga korban," jelas Saberan.

Saksi mata mengungkapkan, dua warga Desa Duyun itu hanyut terbawa luapan sungai Tabalong setelah perahu yang ditumpangi menabrak batang kayu yang terbawa arus, Jumat (7/1). Satu orang, yakni Fatimah, berhasil selamat setelah berhasil berpegangan pada sebatang kayu.

Sedangkan kedua rekannya, Nur dan Ila, meski berusaha berenang namun tak kuasa melawan derasnya sungai hingga akhirnya tenggelam. Jasad Enur ditemukan beberapa saat kejadian, sementara jasad Ila ditemukan di Desa Jabang, desa tetangga, Minggu dinihari.

Fatimah hingga kemarin masih trauma atas peristiwa yang dialaminya akhir pekan lalu. Ditemui BPost di kediamannya, kemarin, wanita ini menolak mencerita tragedi tersebut. "Saya masih trauma. Tidak bisa cerita apa-apa," tutur wanita itu.

Keterangan yang diperoleh BPost, sebelum musibah terjadi ketiga wanita warga Desa Duyun itu berniat menoreh karet di kebun yang terletak berseberangan dengan desa mereka. Meski tahu air sungai sedang meluap akibat hujan lebat di bagian hulu, ketiganya tetap berangkat dari rumah dengan menggunakan perahu, usai Shalat Subuh.

Karena hari masih gelap, ketiga wanita itu tidak menyadari derasnya air sungai yang meluap membawa sampah berupa potongan-potongan kayu gelondongan. Perahu yang ditumpangi ketiganya terbalik dihantam kayu gelondongan besar.

Mulai Surut

Sementara banjir yang sempat menenggelamkan puluhan rumah di Murung, Pasar Tanjung, kemarin, mulai surut. Puluhan warga tampak sibuk membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir.

Meski demikian, warga Murung yang kebanyakan pedagang libur berjualan. Begitu pula terlihat banyak pegawai negeri sipil terpaksa bolos karena disibukkan membersihkan rumah mereka.

Namun, puluhan rumah yang berada di bantaran Sungai Tabalong hingga kemarin terendam air. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tetangga yang tidak terkena banjir atau ke rumah keluarga.

"Kami terpaksa masih mengungsi ke rumah tetangga karena air masih tinggi dan barang-barang kami amankan di bagian loteng," tutur satu warga Murung yang kebetulan tinggal di pinggir sungai.

Kota Amuntai, HSU, yang bertetangga dengan Tabalong, masih terendam air. Meskipun tak separah banjir November 2004, sejumlah ruas jalan dan perkampungan tergenang air dengan ketinggian sekitar 50-75 sentimeter.

Tergenangnya Kota Amuntai karena guyuran hujan lebat di DAS Balangan yang membuat air sungai naik, dan merendam ibukota kabupaten HSU tersebut.

Pantauan BPost Senin (10/1), setidaknya ruas Jalan Basuki Rahmat sekitar RS Pambalah Batung tergenang air sekitar 30 cm. Demikian pula Jalan Muhajirin sekitar Mapolres HSU. Sedangkan perkampungan yang terendam adalah Kota Raja. Bahkan Di kawasan itu air mulai masuk ke rumah-rumah penduduk.

Begitu juga yang terjadi di kelurahan Murung Sari, yang pada kejadian beberapa waktu lalu termasuk kawasan terparah dilanda banjir. "Dua jari lagi banjir masuk ke rumah kami," kata satu penduduk jalan Kuripan, Murung Sari.

Menurutnya, naiknya air Sungai Balangan karena dua hari lalu terjadi hujan lebat, namun tidak sepanjang hari dan malam. "Jika hujannya seperti November lalu siang malam dan berturut-turut sampai sepekan, maka kemungkinan akan terjadi banjir besar lagi. Untungnya hujan lebat beberapa jam itu diselingi panas sehingga luapan air Sungai Balangan biasa-biasa saja," ujarnya.

Namun arus air Sungai Balangan yang ketinggian lebih dari duapertiga kedalaman sungai tampak cukup deras. Arus tak membawa banyak limbah sebagaimana banjir November lalu yang membuat beberapa kawasan permukiman menjadi kurang bersih.

Jurubicara Pemkab HSU Hasmi Rivai mengatakan, rencana jangka panjang penanganan banjir masih mengharapkan bantuan pemeritah propinsi dan pusat, yakni pengerukan sungai dan penyodetan Sungai Tabalong dan Balangan untuk mengalihkan arus kedua aliran sungai itu.mia/han/ant


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Tabalong Tenggelam, Dua Tewas

GAM Incar Relawan


Heli AS Jatuh Di Sawah


50 Persen Pengungsi Gangguan Jiwa


Ditolak Suami Jadi Cagub


Baru Hari Ke-14 Makan Nasi


Sepakat Damai


Agung Dimosi Tak Percaya


Ahira Sang Internet Marketer Dunia (2-Habis) Dapat Ribuan Dolar Bukan Dari Sulap


PDIP Ngotot Terima Cagub Buangan


Akbar Ingatkan Mega


Tiga Lagi Calhaj Meninggal


Korban Banjir Sumbang Aceh


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123