:: Kompas Cyber Media ::

[::] Portal Berita Daerah [::]

Metro Banjar • Serambi Ummah • BëBAS • Diafragma • PASAR • INTECH

Berita Cetak
HOME
Berita Utama

Nusantara
Banjarmasin Plus
Banjarmasin Bungas
BISNIS
Sport Vaganza
Opini-Hot Line

Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Tengah

Hiburan-Gaya Hidup
Internasional
Berita Kemarin
Info Data & Media
Banjarmasin Post
Susunan Redaksi

Pasang Iklan
Order Cetak
Berlangganan
Supporting By

Sabtu, 15 Januari 2005 02:10:24


Sjachriel Dilempari Botol

Barabai, BPost
Ancaman Aliansi LSM Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar unjuk rasa terhadap Gubernur Sjachriel Darham saat melantik Penjabat Bupati HST Noor Riwandi, Jumat (14/1), tak main-main. Bahkan, pendemo tak sekadar menyampaikan orasi melainkan melempari orang nomor satu di Kalsel itu dengan botol air mineral.

Aksi pelemparan, seperti pantauan BPost, terjadi usai acara di pendopo Barabai. Pendemo yang berjumlah 60-70 orang tersebut tidak bisa menerima keputusan Sjachriel menunjuk Riwandi sebagai caretaker bupati menggantikan Saiful Rasyid yang habis masa jabatannya.

Riwandi, selain bukan putra daerah, yang bersangkutan dinilai sengaja ‘dipasang’ Sjachriel untuk kepentingannya dalam pilkada Juni mendatang.

Kapolda Brigjen Sudibyo yang ‘khusus’ datang ke Barabai, ibukota kabupaten HST menaiki helikopter, ikut mengatur anak buahnya menghadapi aksi demo.

Sjachriel tetap bergeming bahwa keputusannya menunjuk Noor Riwandi sesuai aspirasi masyarakat di HST. Kemampuan dan sosok Riwandi, jelas dia, sudah cocok untuk menempati penjabat bupati HST.

Sjachriel yang hingga kini tak memiliki ‘kendaraan’ (parpol, Red) untuk maju sebagai cagub Kalsel, menepis tudingan penunjukan sejumlah caretaker di daerah ini bermuatan politis, untuk memuluskannya pada pilkada nanti.

"Untuk apa ada muatan politis apalagi hubungannya dengan pilkada. Masyarakat sudah memilih saya kok. Seluruh pejabat propinsi adalah anak buah saya. Jadi siapa saja yang saya angkat adalah anak buah saya, termasuk di kabupaten dan kota semua anak buah saya," tandasnya. Yang jelas, katanya, "jika Riwandi nanti tidak netral, akan saya copot dari jabatannya," tegas Sjachriel kepada wartawan usai pelantikan.

Ingkar Janji

Sejak pukul 08:30 Wita, puluhan pendemo berkumpul di depan pendopo Barabai, tempat pelantikan berlangsung. Selain membawa spanduk, para pengunjuk rasa satu-satu membacakan orasi berisi penolakan terhadap Noor Riwandi sebagai carataker bupati HST.

Para pendemo yang terdiri atas kalangan aktivis LSM menilai Sjachriel ingkar janji. Beberapa waktu lalu saat datang ke HST, Sjachriel berjanji menempatkan putra daerah HST sebagai caretaker. Kenyataannya yang ditunjuk Riwandi, bukan putra daerah HST.

Aparat kepolisian dari Polres HST sempat dibuat repot mengamankan unjuk rasa yang berusaha merengsek ke halaman gedung pendopo.

Berkat kesigapan dan kuatnya pagar betis, massa pendemo hanya bertahan di luar halaman pendopo.

Beberapa pejabat dan undangan yang semula hendak masuk ke dalam pendopo sempat terhambat. Perhatian mereka tertuju pada massa yang tak henti-hentinya menyampaikan orasi.

Unjuk rasa sempat terhenti sekitar pukul 09:15 Wita, menyusul kehadiran Kapolda Brigjen Subagyo yang mendarat mempergunakan helikopter di lapangan Dwi Warna. Perhatian pendemo akhirnya tertuju kepada kedatangan orang nomor satu di jajaran kepolisian di Kalsel itu.

Namum, massa kembali beringas dan merengsek berpindah ke sisi samping rumah dinas bupati. Saat itu, persis iring-iringan Gubernur Sjachriel Darham memasuki halaman pendopo. Mereka pun melontarkan kata-kata cacian kepada Sjachriel.

Para pendemo pun mencoba masuk halaman kediaman rumdin bupati, namun langkah mereka kembali gagal karena berhasil dicegat aparat.

Beberapa pendemo berusaha memanjat pagar untuk masuk ke tempat pelantikan setelah melihat Sjachriel Darham keluar dari mobil dinas. Lagi-lagi berkat kesigapan dan pendekatan petugas, massa hanya bisa memandang Sjachriel di luar pekarangan rumdin bupati.

Sjachriel pun berinisiatif mendekati para pendemo, kendati para ajudannya maupun pejabat teras di lingkungan pemprop Kalsel memintanya langsung masuk rumdin bupati.

Melalui pengeras suara sambil dikawal petugas, dengan lantang Sjachriel mengatakan anggapan pendemo Noor Riwandi bukan putra daerah HST, keliru.

"Noor Riwandi adalah putra daerah sini, ayahnya bernama Noor Ifansyah pernah menjabat Wedana HST. Coba kalian tanyakan ke orangtua kalian masing-masing, jadi jangan asal tuduh. Dia separo orang Barabai dan separo orang Amuntai. Saya memilih caretaker ini adalah orang yang netral," beber Sjachriel dihadapan pendemo.

Sjachriel menyudahi ‘orasi’ balasannya itu dan langsung memasuki ke kediaman rumdin bupati. Selanjutnya sekitar 15 menit kemudian melangsungkan acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bupati.

Lempar botol

Tak puas dengan pernyataan Sjachriel, usai acara pelantikan, massa yang berada di halaman luar gedung pendopo semakin kecewa. Ketika rombongan gubernur hendak kembali ke Banjarmasin, mereka berusaha ingin kembali berdialog dengan Sjachriel.

Karena aksi mereka gagal, massa pun berubah beringas. Mereka melempari Sjachriel Darham dan rombongan yang tengah menuju mobil dengan botol-botol air mineral. Beruntung aparat sigap, sehingga lemparan botol tak satu pun mengenai tubuh Sjachriel.

Sekitar pukul 11:45 Wita, Penjabat Bupati HST Noor Riwandi mengajak perwakilan para pendemo mengadakan pertemuan dan dialog singkat di dalam gedung pendopo. Pada kesempatan itu, Riwandi membantah dirinya adalah titipan untuk kepentingan pilkada di HST.

Perwakilan LSM, di antaranya, Thamrin, ketua Jasimas HST menyodorkan surat perjanjian atau kontrak politik kepada Riwandi. Menanggapi soal itu, Riwandi meminta waktu sehari untuk dibicarakan kembali. Namun, dia berjanji akan menandatangani perjanjian itu, "karena saya memang bukan merupakan orang titipan pilkada apalagi orangnya Saiful Rasyid," tegas dia.

Bupati HST periode sebelumnya (2000-2005) Saiful Rasyid saat pelantikan penjabat bupati setempat tidak hadir karena sedang melaksanakan ibadah haji ke Makkah.

Muatan politis

Ketua LSM Aspraja, Masdulhak, menilai penunjukkan yang dilakukan Sjachriel terhadap Noor Riwandi terkesan kental nuansa politisnya ketimbang mengedepankan aspirasi dan keinginan masyarakat HST.

Menurut dia, adanya kesan dukung-mendukung, kepentingan sepihak begitu pula terkesan adanya konspirasi politik, itu sudah diatur sebelumnya oleh Sjachriel.

"Harapan kita setidaknya gubernur menghargai aspirasi masyarakat HST. Masyarakat menginginkan seorang caretaker yang memperhatikan dan memikirkan rakyatnya," katanya.

Namun, Sjachriel menepis tuduhan itu. "Tak ada muatan politis apalagi hubungannya dengan pilkada. Kalau memang Riwandi nanti tidak netral, dia akan saya copot," tegasnya. ori


Copyright © 2003 Banjarmasin Post


Berita Utama
Sjachriel Dilempari Botol

"Saya Kader Golkar"


Relawan Kalsel Tertahan Di Pidie


McCartney Bantu Sejuta Pound


Korban Tewas 110.229 Orang


Ketika Anak Korban Tsunami Rindukan Rumahnya "Pak Pulang, Saya Ingin Ketemu Ibu"


Pemilik Feri Ngotot Naikkan Tarif


Anggota BIN Palsukan Uang


Hibah Internasional Tembus Rp13,8 T


Mega Harus Klarifikasi Intervensi Bush


Aa Gym Ceramah Di Makkah


Kembalikan 300 Anak Aceh


Gugat Cerai Suami


Banjarmasin Post Group Jl Haryono MT 143/54 Banjarmasin 70111 Phone: +62-511-54370 Fax: +62-511-66123