Barabai, BPost
Ancaman Aliansi LSM Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar unjuk rasa terhadap
Gubernur Sjachriel Darham saat melantik Penjabat Bupati HST Noor Riwandi, Jumat (14/1),
tak main-main. Bahkan, pendemo tak sekadar menyampaikan orasi melainkan melempari orang
nomor satu di Kalsel itu dengan botol air mineral.
Aksi pelemparan, seperti pantauan BPost, terjadi usai acara di pendopo Barabai.
Pendemo yang berjumlah 60-70 orang tersebut tidak bisa menerima keputusan Sjachriel
menunjuk Riwandi sebagai caretaker bupati menggantikan Saiful Rasyid yang habis masa
jabatannya.
Riwandi, selain bukan putra daerah, yang bersangkutan dinilai sengaja
dipasang Sjachriel untuk kepentingannya dalam pilkada Juni mendatang.
Kapolda Brigjen Sudibyo yang khusus datang ke Barabai, ibukota kabupaten
HST menaiki helikopter, ikut mengatur anak buahnya menghadapi aksi demo.
Sjachriel tetap bergeming bahwa keputusannya menunjuk Noor Riwandi sesuai aspirasi
masyarakat di HST. Kemampuan dan sosok Riwandi, jelas dia, sudah cocok untuk menempati
penjabat bupati HST.
Sjachriel yang hingga kini tak memiliki kendaraan (parpol, Red)
untuk maju sebagai cagub Kalsel, menepis tudingan penunjukan sejumlah caretaker di daerah
ini bermuatan politis, untuk memuluskannya pada pilkada nanti.
"Untuk apa ada muatan politis apalagi hubungannya dengan pilkada. Masyarakat sudah
memilih saya kok. Seluruh pejabat propinsi adalah anak buah saya. Jadi siapa saja
yang saya angkat adalah anak buah saya, termasuk di kabupaten dan kota semua anak buah
saya," tandasnya. Yang jelas, katanya, "jika Riwandi nanti tidak netral, akan
saya copot dari jabatannya," tegas Sjachriel kepada wartawan usai pelantikan.
Ingkar Janji
Sejak pukul 08:30 Wita, puluhan pendemo berkumpul di depan pendopo Barabai, tempat
pelantikan berlangsung. Selain membawa spanduk, para pengunjuk rasa satu-satu membacakan
orasi berisi penolakan terhadap Noor Riwandi sebagai carataker bupati HST.
Para pendemo yang terdiri atas kalangan aktivis LSM menilai Sjachriel ingkar janji.
Beberapa waktu lalu saat datang ke HST, Sjachriel berjanji menempatkan putra daerah HST
sebagai caretaker. Kenyataannya yang ditunjuk Riwandi, bukan putra daerah HST.
Aparat kepolisian dari Polres HST sempat dibuat repot mengamankan unjuk rasa yang
berusaha merengsek ke halaman gedung pendopo.
Berkat kesigapan dan kuatnya pagar betis, massa pendemo hanya bertahan di luar halaman
pendopo.
Beberapa pejabat dan undangan yang semula hendak masuk ke dalam pendopo sempat
terhambat. Perhatian mereka tertuju pada massa yang tak henti-hentinya menyampaikan orasi.
Unjuk rasa sempat terhenti sekitar pukul 09:15 Wita, menyusul kehadiran Kapolda Brigjen
Subagyo yang mendarat mempergunakan helikopter di lapangan Dwi Warna. Perhatian pendemo
akhirnya tertuju kepada kedatangan orang nomor satu di jajaran kepolisian di Kalsel itu.
Namum, massa kembali beringas dan merengsek berpindah ke sisi samping rumah dinas
bupati. Saat itu, persis iring-iringan Gubernur Sjachriel Darham memasuki halaman pendopo.
Mereka pun melontarkan kata-kata cacian kepada Sjachriel.
Para pendemo pun mencoba masuk halaman kediaman rumdin bupati, namun langkah mereka
kembali gagal karena berhasil dicegat aparat.
Beberapa pendemo berusaha memanjat pagar untuk masuk ke tempat pelantikan setelah
melihat Sjachriel Darham keluar dari mobil dinas. Lagi-lagi berkat kesigapan dan
pendekatan petugas, massa hanya bisa memandang Sjachriel di luar pekarangan rumdin bupati.
Sjachriel pun berinisiatif mendekati para pendemo, kendati para ajudannya maupun
pejabat teras di lingkungan pemprop Kalsel memintanya langsung masuk rumdin bupati.
Melalui pengeras suara sambil dikawal petugas, dengan lantang Sjachriel mengatakan
anggapan pendemo Noor Riwandi bukan putra daerah HST, keliru.
"Noor Riwandi adalah putra daerah sini, ayahnya bernama Noor Ifansyah pernah
menjabat Wedana HST. Coba kalian tanyakan ke orangtua kalian masing-masing, jadi jangan
asal tuduh. Dia separo orang Barabai dan separo orang Amuntai. Saya memilih caretaker ini
adalah orang yang netral," beber Sjachriel dihadapan pendemo.
Sjachriel menyudahi orasi balasannya itu dan langsung memasuki ke kediaman
rumdin bupati. Selanjutnya sekitar 15 menit kemudian melangsungkan acara pelantikan dan
pengambilan sumpah jabatan bupati.
Lempar botol
Tak puas dengan pernyataan Sjachriel, usai acara pelantikan, massa yang berada di
halaman luar gedung pendopo semakin kecewa. Ketika rombongan gubernur hendak kembali ke
Banjarmasin, mereka berusaha ingin kembali berdialog dengan Sjachriel.
Karena aksi mereka gagal, massa pun berubah beringas. Mereka melempari Sjachriel Darham
dan rombongan yang tengah menuju mobil dengan botol-botol air mineral. Beruntung aparat
sigap, sehingga lemparan botol tak satu pun mengenai tubuh Sjachriel.
Sekitar pukul 11:45 Wita, Penjabat Bupati HST Noor Riwandi mengajak perwakilan para
pendemo mengadakan pertemuan dan dialog singkat di dalam gedung pendopo. Pada kesempatan
itu, Riwandi membantah dirinya adalah titipan untuk kepentingan pilkada di HST.
Perwakilan LSM, di antaranya, Thamrin, ketua Jasimas HST menyodorkan surat perjanjian
atau kontrak politik kepada Riwandi. Menanggapi soal itu, Riwandi meminta waktu sehari
untuk dibicarakan kembali. Namun, dia berjanji akan menandatangani perjanjian itu,
"karena saya memang bukan merupakan orang titipan pilkada apalagi orangnya Saiful
Rasyid," tegas dia.
Bupati HST periode sebelumnya (2000-2005) Saiful Rasyid saat pelantikan penjabat bupati
setempat tidak hadir karena sedang melaksanakan ibadah haji ke Makkah.
Muatan politis
Ketua LSM Aspraja, Masdulhak, menilai penunjukkan yang dilakukan Sjachriel terhadap
Noor Riwandi terkesan kental nuansa politisnya ketimbang mengedepankan aspirasi dan
keinginan masyarakat HST.
Menurut dia, adanya kesan dukung-mendukung, kepentingan sepihak begitu pula terkesan
adanya konspirasi politik, itu sudah diatur sebelumnya oleh Sjachriel.
"Harapan kita setidaknya gubernur menghargai aspirasi masyarakat HST. Masyarakat
menginginkan seorang caretaker yang memperhatikan dan memikirkan rakyatnya," katanya.
Namun, Sjachriel menepis tuduhan itu. "Tak ada muatan politis apalagi hubungannya
dengan pilkada. Kalau memang Riwandi nanti tidak netral, dia akan saya copot,"
tegasnya. ori